Artikel
Reformasi Pelayanan Publik
Mencegah Komersialisasi Pendidikan
Dengan demikian, maka pandangan sistem pendidikan nasional telah terseret pada praktek komersialisasi dan kapitalisasi serta perdagangan ilmu pengetahuan pada akhirnya menjadi terbantahkan. Kebijakan dan arah pendidikan nasional mestinya justru bisa mencegah terjadinya komersialisasi dan kapitalisasi pendidikan. Bahkan, pendidikan wajib mengakomodir dan memiliki keberpihakan pada kalangan miskin dan dhuafa.
Reformasi Pengelolaan Pendidikan
Di Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2010 ini, pemerintah kini mesti melakukan terobosan dalam pengelolaan pendidikan yang semakin bisa menjamin kemudahan semua warga negara Indonesia dalam mendapatkan haknya di bidang pendidikan secara adil dan merata, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi. Pendidikan yang berkualitas dan bermutu harus bisa dinikmati segenap anak bangsa dari berbagai lapisan apa pun. Dengan tanpa ada diskriminasi dan stratifikasi ekonomi. Selagi mereka berprestasi dan memiliki bakat unggul, maka ia layak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan.
Meningkatkan Mutu dan Kesejahteraan Guru
Dengan meningkatnya mutu guru, kita akan memiliki para guru yang mampu melahirkan nilai-nilai unggul dalam praktik dunia pendidikan. Sehingga, lahirlah sosok-sosok manusia yang memiliki karakter: Beriman, Amanah, Profesional, Antusias dan Bermotivasi Tinggi, Bertanggung Jawab, Kreatif, Disiplin, Peduli, Pembelajar Sepanjang Hayat, Visioner, Menjadi Teladan, Memotivasi, Mengilhami (Inspiring), Memberdayakan, Membudayakan, Produktif, Responsif dan Aspiratif, Antisipatif dan Inovatif, Demokratis, Berkeadilan, dan Inklusif.
Peran Psikologi dalam Menjalankan Tugas DPR
Menjadi penting perilaku atau budi pekerti yang agung dalam area politik termasuk parlemen, karena menuntut keserasian dan keharmonisan dengan individu-individu lain yang beragam dari sisi motivasi, kepribadian, dan ideologi, dalam berinteraksi dan beradu-argumentasi yang pada akhirnya akan melahirkan keputusan-keputusan atau produk hukum yang sejatinya menyangkut kehidupan hajat orang banyak.
Kartini dan Emansipasi Muslimah
Dalam pandangan Islam, perempuan memiliki harkat yang setara dengan laki-laki untuk mengemban amanah kekhalifahan di bumi, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, serta memiliki potensi intrinsik sebagai Ibu Generasi. Seorang perempuan yang sukses ialah perempuan yang paham terhadap agamanya, sukses mendidik putra-putrinya, dan dapat mendukung aktifitas suami yang baik, serta dapat bermanfaat bagi lingkungannya.
Rekonstruksi Budaya Perfilman
Perfilman memiliki peran amat penting untuk membangun peradaban bangsa sebesar Indonesia. Film sebagai karya seni budaya memiliki peran strategis dalam peningkatan ketahanan budaya bangsa dan kesejahteraan masyarakat lahir batin. Bahkan, film juga bisa berfungsi sebagai sarana pencerdasan kehidupan bangsa, pengembangan potensi diri, pembinaan akhlak mulia, dan media komunikasi massa dalam era globalisasi.
UU BHP: Menuju Pendidikan Nirlaba Yang Profesional
Dalam konteks pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang telah disahkan pada Sidang Paripurna DPR RI hari Rabu 17 Desember 2008, upaya melakukan reformasi pengelolaan pendidikan tersebut mesti didasarkan pada dua buah pertanyaan penting yang menjadi roh RUU BHP. Pertama, Badan Hukum Pendidikan seperti apakah yang kita butuhkan, bukan sekadar yang kita inginkan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak Indonesia? Kedua, desain sistem pengelolaan pendidikan seperti apakah yang hendak kita wujudkan untuk menunjang efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikian dalam kerangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membagun manusia seutuhnya?
1 Muharram, Upaya Menjadi Lebih Baik
1 Muharram? Rasanya hampir semua orang sudah mengetahui dan mengenalnya, apalagi bagi seorang muslim. Sejarah demi sejarah telah dilalui bagi sebuah bangsa maupun umatnya, banyak kisah yang telah terlewatkan, namun sedikit di antara kita yang menyadari, bahkan tidak mengerti akan esensi yang terkandung dalam sejarah yang pernah dilalui. Padahal Allah tidak menjadikan suatu peristiwa dengan sia-sia, namun ada dibalik itu suatu ibrah (pelajaran) yang patut diambil dan diingat untuk dijadikan pedoman bagi kehidupan berikutnya.
Berbuat Baiklah Kepada Ibu Bapak
Mestinya masih ingat dan relevan bagi kita, adalah keletihan yang dialami oleh ibu ketika mengandung kita. Selama kurang lebih 9 bulan, ibu sangat menderita. Dimana secara fisik dan psikologis telah terjadi perubahan akibat adanya adaptasi beberapa hormon dalam rangka ‘proses kehamilan’. Hormon yang menyebabkan ibu ‘mengidam’, terjadinya perubahan sikap, perubahan selera, dan sebagainya.
BHP untuk Komersialisasi Pendidikan?
Bahkan, dalam penyelenggaraan pendidikan dasar, Undang-Undang BHP telah mengatur bahwa pendidikan dasar untuk tingkat SD dan SMP bebas dari pungutan. Sementara itu, untuk pendidikan menengah tingkat SMA/SMK/MK dan pendidikan tinggi, BHP hanya boleh mengambil paling banyak 1/3 (sepertiga) biaya operasional dari masyarakat. Peserta didik pada pendidikan menengah dan pendidikan tinggi hanya ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kemampuannya.
Idul Adha dan Semangat Berqurban
Dalam perjalanan sejarah, tak pernah terpikirkan oleh Ibrahim kalau kecintaannya dengan Ismail harus berbenturan dengan sebuah mimpi. Mimpi yang memintanya untuk menyembelih putra yang telah ia nanti hingga lebih dari delapan puluh tahun. Mimpi yang menyuruhnya melakukan perbuatan yang terkesan tidak manusiawi dan diluar batas kewajaran. Terlebih buat orang yang sangat ia cintai.
Dua hamba Allah yang telah membuktikan kesalehan dan kesabarannya dalam ketaatan pada Allah SWT. Dimana seorang ayah yang diuji cintanya, dan seorang anak yang dites patuhnya pada Allah dan orang tua.
Profesionalitas Guru di Era Global
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen telah menegaskan bahwa yang dimaksud guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik di jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Disamping itu, di era global saat ini, dituntut adanya fungsi dari keberadaan guru sebagai tenaga profesional, yang mampu meningkatkan martabat serta mampu melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, dan kreatif.
Siapa lagi Pahlawan Indonesia ??
Saat ini, jika ditanya tanggal 10 November itu diperingati sebagai hari apa, maka murid SD pun akan serentak berseru, Hari Pahlawan. Demikian hafalnya tanggal tersebut dengan nama peringatannya. Hampir semua orang, dari yang belum dan tidak pernah mengenal huruf dan angka, baik dari murid SD, SMP dan SMA maupun para mahasiswa pegawai, pekerja, pengusaha, apalagi birokrat dan pejabat (sipil dan militer), sampai kepada guru-guru besar, menghapal lekat hal ini. Karena hal tersebut memang sudah menjadi kerutinan, untuk hadir setidaknya mendapatkan informasinya terkait upacara Peringatan Hari Pahlawan.
Memerdekakan Politik Pendidikan
Di usia kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-63 ini, Indonesia mesti melakukan pembangunan politik pendidikan yang solid dan prospektif. Pertama-tama hal ini tentu saja harus diawali dari komitmen para penentu politik pendidikan itu sendiri, yaitu: para elite politik, pejabat pemerintah di Pusat maupun Daerah serta para pengambil kebijakan negara. Mereka semua harus memiliki komitmen dan kesadaran akan betapa pentingnya pendidikan (sense of education).
Refleksi Pembangunan Pemuda dan Olah Raga di Indonesia (Kebijakan & Strategi)
Kita berharap formulasi kebijakan RUU tentang Kepemudaan memiliki kerangka acuan dan karakter yang kokoh dan mumpuni yang juga bersifat, konsisten, sistemik, komprehensif, aspiratif, dan mampu memberikan kepastian hukum bagi upaya-upaya pengembangan kreativitas dan hak-hak pemuda. Bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang mau memperhatikan dan mendewasakan pemudanya.
Pendidikan dalam Perpsektif Politik
Dunia pendidikan tidak mungkin lepas dari politik dan kekuasaan. Bahkan, politik dan kekuasaan di suatu negara memegang kunci keberhasilan pendidikan.
Menurut Paulo Freire masalah pendidikan tidak mungkin dilepaskan dari masalah sosio-politik, karena bagaimanapun kebijakan politik sangat menentukan arah pembinaan dan pengembangan pendidikan. Maka dalam konteks demokratisasi dan desentralisasi di Indonesia peran politik (eksekutif dan legislatif) begitu besar. Sehingga, ranah politik dan kekuasaan mampu menjadi wahana bagi espektasi publik akan sebuah sistem pendidikan yang mencerahkan.
Revitalisasi Pendidikan Pesantren
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang memiliki kontribusi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Lembaga ini layak diperhitungkan dalam pembangunan bangsa di bidang pendidikan, keagamaan, dan moral.
Menagih SPMB Gratis
Dalam realitas dan kondisi pendidikan tinggi kita yang masih sangat memprihatinkan dan belum mampu bersaing unggul pada tataran globalisasi tersebut, mestinya kita tidak lagi terjebak dalam kontroversi polemik SPMB yang amburadul.Yang hanya bisa membebankan pembiayaannya pada kantong-kantong rakyat.Yang justru semakin menunjukkan legalnya praktik komersialisasi, kapitalisasi, dan liberalisasi di perguruan tinggi negeri.
Komitmen untuk Pendidik Bangsa
PERTEMUAN Sembilan Menteri-Menteri Pendidikan Berpenduduk Terbesar di Dunia (The Seventh E-9 Ministrial Review Meeting) yang diikuti China, India, Indonesia, Brasil, Mesir, Bangladesh, Pakistan, Meksiko, dan Nigeria di Nusa Dua Bali, 10-12 Maret lalu telah menghasilkan deklarasi Bali. Salah satu poin penting dalam deklarasi itu menekankan pada peningkatan kualitas guru. Karena ternyata, 50% guru di lima negara E-9 belum berpendidikan formal dan hanya 50% yang berpendidikan strata satu (primary education training).
Putusan MK pada Pendidikan
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 24/PUU-V/2007 yang dibacakan dalam Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi pada hari Rabu, 20 Februari 2008, memutuskan bahwa gaji guru masuk dalam anggaran pendidikan 20 persen. Putusan ini sepertinya akan membawa dampak buruk bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Idealisme Guru dan Pembangunan Peradaban Bangsa
Marilah kita jadikan momentum sekarang ini sebagai pembangkit kembali idealisme guru dalam membangun peradaban bangsa Indonesia. Sehingga, masa depan Indonesia bisa lebih maju, berkualitas, berbudaya, cerdas, dan dapat bersaing dalam percaturan dunia.
Komitmen Anggaran untuk Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Guru
Guru adalah jantungnya pendidikan. Tanpa denyut dan peran aktif guru, kebijakan pembaruan pendidikan secanggih apa pun tetap akan sia-sia.