Mail to Friends

Kembali ke Fitrah

Sabtu, 25/09/2010

Oleh: Pof. Dr. H. Irwan Payitno, Psi, MSc
Gubernur Sumatera Barat

Alhamdulillah. Kita baru saja melewati pembinaan pribadi dari Allah SWT, yaitu ibadah di bulan Ramadhan. Ibadah puasa kita dan amalan di bulan Ramadhan sangat istimewa karena Allah langsung yang menilainya.

Allah melipat-gandakan pahala terhadap amalan-amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan. Di antara amalan-amalan itu, yang cukup sulit adalah menahan dan mengendalikan hawa nafsu. Jika menahan lapar, selama ini sudah lumrah bagi kita.

Dengan sukarela kita menahan lapar sejak azan Subuh (diawali dengan jadwal imsak) hingga azan Maghrib. Namun ketika azan Maghrib berkumandang, kita menghadapi perang batin apakah kita melampiaskan rasa haus dan lapar kita atau masih mampu mengendalikannya.

Di sini Allah mengajarkan kita tentang dua hal. Yang pertama, Allah mengajak kita merasakan haus dan lapar yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang belum beruntung nasibnya. Mereka adalah fakir-miskin, kaum dhuafa dan juga orang-orang yang masih terjajah di belahan bumi lain.

Yang kedua, Allah mengajak kita untuk mengendalikan hawa nafsu ketika berbuka puasa, yaitu mengajak merenungi bahwa ketika kita bisa makan dan minum dengan nikmat, kita diajak untuk berempati kepada orang yang tidak bisa berbuka dengan nikmat. Mereka mungkin selama 24 jam sehari tujuh hari seminggu belum bisa merasakan kenikmatan yang bisa kita peroleh ketika berbuka.

Di samping itu, bulan Ramadhan juga merupakan bulan turunnya Al Quran. Rasulullah dan para sahabat berlomba-lomba membaca Al Quran di bulan Ramadhan. Mereka ingin khatam sebanyak mungkin. Ada kebanggaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata ketika seorang muslim mampu khatam Al Quran sebanyak mungkin di bulan Ramadhan. Namun demikian Rasulullah memberi batasan waktu bagi seseorang untuk khatam Al Quran.

Rasulullah Muhammad SAW telah mencontohkan bahwa beliau dan para sahabat melakukan i’tikaf di masjid pada 10 hari terakhir. Pada 10 hari terakhir itu, di antaranya terdapat malam-malam ganjil. Di antara malam-malam ganjil itu terdapat satu malam yang jika kita beribadah di malam tersebut diganjar oleh Allah lebih baik dari pada ibadah 1000 bulan.

Setelah mengikuti i’tikaf tersebut maka pada hari terakhir di bulan Ramadhan kita mengumandangkan nama Allah berupa takbir dan tahmid karena rasa syukur kita bahwa keesokan harinya kita merayakan hari raya Idul Fitri. Setelah sebulan mengikuti pembinaan pribadi dari Allah SWT, menahan hawa nafsu, melatih kesabaran, memunculkan empati dan juga melaksanakan berbagai amalan maka tiba waktunya untuk merayakan kemenangan dalam melawan dan mengendalikan hawa nafsu.

Zakat fitrah dan zakat harta kita (yang telah mencapai nasab) juga tak lupa dibayarkan melalui amil zakat agar saudara-saudara kita yang tak mampu juga bisa merayakan hari raya Idul Fitri.

Dengan melaksanakan ibadah puasa dan melakukan amalan lainnya selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan ini insya Allah akan membawa kita kembali kepada fitrah kita sebagai manusia. Pelatihan yang kita jalani sebulan penuh adalah cara Allah untuk mengembalikan fitrah kita sebagai manusia.

Selamat hari raya Idul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin.Semoga kita menjadi orang yang bertakwa.
 

Haluan, 9 September 2010


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0