Bulan Pembinaan SDM
Sabtu, 06/08/2011
Oleh Irwan Prayitno
Ramadhan merupakan bulan pembinaaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Saat ini menilai SDM berkualitas umumnya dilihat dari jejak rekam profesionalitas seseorang yang berwujud kerja fisik dan pemikiran semata. Padahal, jika melihat sejarah kenabian, SDM berkualitas dilahirkan dari orang-orang yang mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.
Apakah sunnah Rasulullah SAW tersebut? Di antaranya shalat wajib berjamaah, shalat dhuha, shalat tahajud, puasa sunnah (dan juga yang wajib), membaca dan menghafal Al Quran, i’tikaf, dan bersedekah.
Di bulan Ramadhan, amalan-amalan sunnah tersebut akan dilipatgandakan balasannya oleh Allah SWT. Maka para sahabat pun berusaha untuk melipatgandakan amalan tersebut, seperti khatam Quran berkali-kali dalam Ramadhan serta melipatgandakan sedekah mereka.
Kesuksesan pelaksanaan Ramadhan ini tidak akan serta merta berdiri sendiri, tapi ada pengiringnya. Seseorang akan bisa sukses di bulan Ramadhan jika ia melaksanakan berbagai amalan jauh sebelum Ramadhan sehingga sudah mengalami pembiasaan. Seseorang yang terbiasa melakukan puasa sunnah dan senantiasa membaca Alquran dengan rutin, maka di bulan Ramadhan ia akan lebih mendapatkan hasil yang maksimal.
Rasulullah SAW sendiri ketika menjelang Ramadhan meningkatkan amalan puasanya. Sesungguhnya A’isyah berkata: Tidak ada bulan yang Rasulullah SAW banyak melakukan puasa sunnah selain Sya’ban, sungguh beliau telah melakukan seluruh puasa sunnah di bulan amalan puasanya adalah, “Itulah bulan yang dilalaikan manusia yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan yang padanya amal perbuatan diangkat kepada Rabbul-’Aalamiin. Dan aku senang seandainya amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa” (HR An-Nasai).
Sementara pada Ramadhan, Rasulullah SAW meningkatkan pula amalannya. Bahkan tadarus Alquran pun ditemani malaikat Jibril. Dari Ibnu Abbas ra. Berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya lebih lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Alquran. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang berhembus. (Shahih Al Bukhari).
Para sahabat selalu berusaha mengikuti amalan dan sunnah Rasulullah SAW tersebut karena mereka meyakini hal itu merupakan poin terbaik yang harus dilaksanakan. Hasilnya, kita bisa melihat, sahabat yang dibina Rasulullah SAW kelak menjadi orang-orang yang amanah dalam jabatannya, peduli dengan ummat dan senantiasa mengajak kebaikan dan berdakwah hingga ke berbagai tempat. Padahal sebelumnya, para sahabat itu ketika di masa jahiliyahnya bergelimang dosa dan tidak memiliki kecakapan.
Saat Ramadhan, Rasulullah juga membina fisik para sahabatnya karena banyak peperangan dilakukan. Dengan izin Allah, peperangan yang dilakukan saat Ramadhan selalu meraih kemenangan. Ini juga akibat usaha mereka untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT baik dalam menjaga rohani dan jasmani serta pikiran.
Kita yang hidup saat ini pun bisa mencontoh pembinaan SDM yang telah dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat. Insya Allah, kita bisa menjadi SDM yang berkualitas dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW tersebut tanpa mengurangi keprofesionalitasan di suatu bidang, bahkan justru meningkatkan keprofesionalitasan kita.
Ramadhan, tempat untuk meningkatkan amalan. Namun di luar Ramadhan, amalan tersebut harus senantiasa dilakukan agar terjaga konsistensinya. Inilah yang juga kita bisa lihat di dalam diri Rasulullah SAW dan para sahabat.
Singgalang, 5 Agustus 2011
