Untung Besar
Sabtu, 06/08/2011
Oleh Irwan Prayitno
Kita mungkin pernah membaca di media atau menyaksikan di televisi tentang penjualan sebuah produk bagus. Hari-hari biasa dijual dengan harga normal, lalu tiba-tiba ada waktu penjualan dengan potongan setengah harga.
Calon konsumen pun antre karena mengetahui langkanya momen seperti ini. Bahkan ada yang menginap agar keesokan paginya bisa ada diantrean terdepan. Mereka yang tahu tentang kualitas barang tersebut akan berupaya sekuat tenaga untuk mendapatkannya.
Mengapa konsumen menyukai hal yang demikian? Karena dengan jumlah uang yang lebih kecil, mereka bisa mendapat barang bagus. Konsumen untung besar karena bisa menghemat uang mereka.
Produsen pun senang dan untung besar karena produk mereka banyak yang terjual dan semakin banyak orang yang memakainya. Perilaku demikian terjadi di berbagai tempat di belahan dunia ini.
Demikian pula halnya dengan Ramadhan. Untuk ibadah yang biasa dilakukan di bulan lain, maka di bulan Ramadhan Allah SWT membalas dengan berlipat ganda dari bulan lain. Inilah yang menyebabkan Rasulullah SAW dan sahabat sangat cinta dengan Ramadhan.
Di bulan Ramadhan ini, Allah SWT mendukung hambanya untuk mendapatkan untung besar dengan membuka pintu surga, menutup pintu neraka, dan membelenggu syaitan. “(Bulan di mana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, syaitan-syaitan dibelenggu. Dan berserulah malaikat: Wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah (demikian) sampai berakhirnya Ramadhan” (HR Ahmad).
Berbagai keuntungan yang besar ini karena Allah SWT langsung yang memberi balasan terhadap ibadah hambaNya di bulan Ramadhan. “Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Muslim).
Dimulai dengan berbuka, Allah SWT akan memberi balasan orang yang memberi buka puasa pada orang lain. “Barang siapa memberi buka puasa pada orang yang berpuasa maka baginya semisal pahala mereka tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Darimi. Hadits ini dishohihkan oleh Al-Albani).
Bahkan bau mulut orang yang berpuasa pun Allah SWT nilai dengan istimewa. “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah SWT dari aroma kesturi,” (HR Bukhori). Dan jika melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan, Allah SWT akan ampuni dosanya. “Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan dengan iman dan pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya terdahulu.” (HR Bukhori).
Demikian pula halnya dengan kedermawanan yang dilakukan di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW telah mencontohkannya. Dari Ibnu Abbas RA. Berkata: Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya lebih lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Alquran. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang berhembus.” (Shahih Al Bukhari).
Rasulullah SAW dan sahabat selalu merasakan untung besar ini. beliau mengoptimalkan amalan ibadah agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Pahala memang sesuatu yang tidak nyata, tapi ia merupakan bekal kita yang akan menemani di akhirat. Jangan sampai di bulan Ramadhan justru kita rugi besar akibat besarnya pengeluaran untuk hal yang kurang bermanfaat, padahal jauh lebih mudah memperoleh untung besar jika kita mencontoh Rasulullah SAW dan sahabat dalam menjalani Ramadhan.
Singgalang, 6 Agustus 2011
