Ramadhan dan Somalia
Jumat, 12/08/2011
Oleh Irwan Prayitno
Di bulan Ramadhan ini, di saat umat Islam Indonesia relatif mampu mencukupi kebutuhan pangan mereka, di belahan dunia lain, Somalia, rakyatnya menghadapi kelaparan terburuk. Somalia mengalami kekeringan panjang akibat perubahan iklim. Umat Islam Somalia memasuki Ramadhan dengan kondisi kelaparan. Menurut data PBB 3,7 juta penduduk Somalia terancam kelaparan. Selain itu hampir 50 anak tewas setiap harinya akibat kelaparan.
Data lain menyebutkan, sedikitnya 300.000 anak-anak mengalami kelaparan. Salah satu hal yang terburuk yang disaksikan oleh media adalah ada ibu yang membiarkan bayinya di jalanan karena mereka memilih menolong anak yang kemungkinan hidupnya lebih besar. Di samping itu, penyakit infeksi saluran pernapasan merajalela. Air sulit didapat, dan banyak pengungsi yang tidak tinggal di tenda.
Sungguh sebuah pemandangan yang mengerikan dan sangat menyedihkan. Ini juga merupakan bentuk pembinaan Allah SWT kepada kita yang hidup dengan kondisi lebih baik, agar bisa mensyukuri nikmatNya yang melimpah. Selama ini mungkin kita kurang bersyukur atau kurang berempati kepada orang-orang yang kondisinya lebih susah. Meskipun kita bisa empati dengan perasaan, belum tentu dengan pola makan kita. Apakah selama ini makanan yang terhidang selalu kita habiskan atau sebaliknya sering banyak tersisa?
Jika kita melihat pola konsumsi masyarakat dunia saat ini, termasuk Indonesia, masih terlihat banyak makanan yang terbuang. Sepertiga makanan yang diproduksi di dunia atau sekitar 1,3 miliar ton terbuang percuma menurut organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO). Dalam momentum Ramadhan kali ini sudah saatnya kita bercermin dengan pola makan kita.
Satu hal yang jelas, umat Islam di Somalia tidak bisa khusyuk menjalani ramadhan tahun ini. Untuk sholat dan bersuci mereka kesulitan air. Untuk berbuka dan sahur, mereka tidak memiliki apapun yang bisa dimakan dan minum. Bahkan untuk mendapatkan makan, mereka baru bisa mendapatkan hingga seminggu sekali.
Kita yang relatif diberi kecukupan makan dan minum dibanding umat Islam Somalia sudah seharusnya lebih fokus menjalankan amal ibadah Ramadhan. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS Ibrahim: 7).
Tentunya kita tak ingin menjadi hamba yang tidak mensyukuri nikmat Allah sehingga mengingkari nikmatNya. Peristiwa di Somalia mudah-mudahan bisa menjadi alat instropeksi kita dalam melakukan aktivitas konsumsi dan juga menjadikan hati kita untuk murah bersedekah kepada mereka yang membutuhkan.
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al Hujurat:13).
Semoga kita menjadi insan yang bertaqwa dengan mengenal saudara kita di belahan dunia lain dan bisa membantu kesulitan mereka, baik dengan doa maupun materi. ***
Singgalang 7 Agustus 2011
