Mail to Friends

Orang Minang Sukses

Jumat, 20/01/2012

Oleh Irwan Prayitno

Sejak Indonesia merdeka, banyak bermunculan tokoh nasional yang berasal Sumbar (Minang). Mereka adalah politisi, budayawan, sastrawan, diplomat, ulama, pengusaha dan tokoh-tokoh perjuangan. Di antaranya adalah M. Hatta, Chairil Anwar, Sutan Takdir Alisyahbana, H. Agus Salim, Hamka, dan Hasyim Ning. Mereka tidak begitu saja menjadi politisi tingkat nasional, dan juga bukan kebetulan banyak menjadi tokoh nasional secara persentase. Bahkan beberapa waktu lalu bertambah nama-nama pahlawan nasional yang berasal dari Sumbar yaitu M. Natsir, Hamka, dan Syafruddin Prawiranegara.

Situs wikipedia.org menyebutkan bahwa majalah Tempo edisi khusus tahun 2000 mencatat bahwa 6 dari 10 tokoh penting Indonesia di abad ke-20 adalah orang Minang. Dan 3 dari 4 pendiri Republik Indonesia adalah orang Minang. Di samping itu, pada masa demokrasi liberal, parlemen Indonesia didominasi oleh politisi Minang dari berbagai partai politik dan ideologi. Begitu banyaknya orang Minang menjadi tokoh nasional menggelitik pikiran penulis bahwa ini bukan kebetulan. Ini terjadi karena faktor orang Minang itu sendiri.

Orang Minang terbiasa bebas berbicara, berpendapat, mengkritik orang termasuk pemimpinnya. Orang Minang terbiasa egaliter, pemimpin hanya didahulukan selangkah, dan ditinggikan seranting. Dari kebebasan yang kemudian menjadi kebiasaan dan budaya tersebut, maka muncul pribadi-pribadi yang bebas mengekspresikan pandangannya melalui kata-kata, dan juga melalui pantun dan petatah-petitih yang memiliki makna mendalam.

Dengan kebebasan yang tumbuh dengan baik itu, muncul berbagai profesi seperti sastrawan, budayawan, diplomat, ulama, politisi yang menuntut kemampuan berekspresi menyampaikan pendapat dan argumentasi. Sastrawan berekspresi dengan kekuatan tulisannya. Budayawan berekspresi dengan kekuatan olah pikirnya. Diplomat berekspresi dengan kekuatan lisan dan lobinya. Ulama berekspresi dengan kemampuan berceramah dan ketajaman tulisannya. Politisi juga demikian, berekspresi dengan kemampuan lisan, melobi dan pidato. Demikian juga profesi lain seperti pedagang/pengusaha yang harus meyakinkan pembeli dengan lobi dan lisannya.

Budaya yang ada telah menciptakan masyarakat yang bebas mengekspresikan pendapat dan pemikirannya. Namun yang dimaksud di sini bukanlah kritis yang ternyata hanya pandai mencemooh. Bukan pula kemampuan bicara yang ternyata pandai maota. Atau bukan cerdik yang ternyata galia. Budaya tersebut diharapkan akan membentuk karakter masyarakat, dan sepenuhnya ada di tangan masyarakat. Ia bisa diarahkan kepada yang positif maupun negatif.

Orang Minang sudah ditakdirkan dengan budaya kebebasan berekspresi, yang merupakan salah satu ciri munculnya para tokoh dan pemimpin. Dalam skala kecil, orang Minang cenderung ingin menjadi pemimpin, tidak ingin menjadi anak buah, sehingga mereka bebas mengekspresikan pemikiran dan pendapatnya. Berbeda dengan budaya patron-klien yang tidak memiliki kebebasan mengekspresikan pemikiran dan pendapatnya terutama ketika harus mengkritik pemimpinnya.

Ketika budaya Minang lepas dari masyarakat Minang, khususnya setelah peristiwa PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia), muncul trauma. Orang Minang tidak lagi bebas mengkritik dan menyatakan pendapat. Setelah itu, tidak banyak lagi orang Minang yang tampil di pentas nasional. Orang Minang menjadi tidak seperti dulu lagi yang bebas berekspresi.

Mudah-mudahan saat ini, adanya upaya mengembalikan budaya Minang ke tengah masyarakat dengan memberikan kebebasan berekspresi, menghidupkan adat dan budaya maka diharapkan akan memunculkan individu yang bebas menyatakan pemikiran dan pendapatnya. Pribadi-pribadi yang terampil berbicara, mampu meyakinkan dan mempengaruhi orang, mereka diharapkan akan menjadi politisi, ulama, sastrawan dan lainnya. Insya Allah orang Minang memang ditakdirkan menjadi pemimpin. ***

Singgalang, 20 Januari 2011


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0