Wapres MJK dan Ketua MPR Hadiri Penobatan Irwan Prayitno
Kamis, 22/11/2007
Padang-RoL --Anggota DPRRI Dr Irwan Prayitno (PKS), Ahad dikukuhkan sebagai pemangku adat dalam kaumnya di Padang. Ia dipercaya memakai gelar pusaka Datuk Rajo Bandaro Basa dari suku Tanjung, Taratak Paneh, Nagari Pauh IX, Kuranji Padang.
Helat adat itu dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla, Ketua MPRI Hidayat Nur Wahid serta sejumlah menteri. Penobatan akan berlangsung meriah. Maklum Irwan adalah anak muda yang ketokohannya sudah menasional. Ia bahkan kini sudah menjadi bakal calon (balon) gubernur Sumbar dari partainya. Ia berpasangan dengan Ikasuma Hamid Datuk Gadang batuah (PBR).
"Jadi datuk dulu, baru jadi gubernur," kata salah seorang kemanakan Irwan kepada Republika dengan bangga. Seseorang yang menjadi penghulu (datuk) di Minangkabau, punya peluang untuk lebih dihormati.Ketua Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Haji Kamardi Rais Datuk P Simulie kepada Republika kemarin menyebutkan, pengangkatan Irwan sebagai datuk merupakan sebuah peristiwa adat yang patut disyukuri. "Kita memerlukan pemimpin yang bijaksana," kata Pak Datuk Kamardi Rais.
Sejak sebulan lalu, persiapan penobatan Irwan sebagai datuk sudah terasa. Beberapa spanduk di sisi jalan By Pass di dekat tanah pusaka Irwan sudah dipasang. Irwan bagi orang kuranji adalah tokoh muda yang dihormati. Tidak bisa dielakkan, helat penobatan Irwan menjadi datuk, apalagi dihadiri Jusuf Kalla, memiliki nuasa kuat bagi pencalonannya sebagai gubernur Sumbar. Gubernur sendiri baru akan dipilih rakyat dalam pilkada akhir Juni mendatang.
Sejak beberapa hari ini, persiapan di rumah Irwan dilakukan secara maraton. Kesibukan laur biasa terlihat. Tamu-tamu dari Jakarta mulai berdatangan. Tak biasanya, seseorang jadi datuk, dihadiri oleh seorang Wapres. Sebelum ini, anak Jusuf Kalla sendiri, diangkat jadi datuk di kampungnya, Lintau. Menjelang pemilu legislative lalu, Taufik Kiemas diangkat pula jadi datuk, di Sabu, sebuah nagari yang disebut-sebut
sebagai negeri leluhurnya.
Kini Irwan Prayitno, dinobatkan oleh kaumnya sendiri menjadi datuk, yaitu menjadi pemimpin kaum, semacam gubernur di tingkat keluarga. Segala sesuatunya harus diberitahu kepada sang datuk. Belajar dari kaum, Irwan kemudian mengepakkan sayapnya hendak menjadi gubernur. Kini sejumlah nama sebagai balon-gub Sumbar sudah muncul. Diantaranya Gamawan Fauzi, bupati Solok, juga seorang datuk.
Sumber: Republika Online, Ahad 27 Maret 2005
