Mail to Friends

Iran Siap Bantu Indonesia untuk Kembangkan Teknologi Nuklir

Kamis, 22/11/2007

Beberapa waktu lalu sejumlah delegasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berkunjungan ke Iran. Selain melakukan pembicaaran dengan parlemen Iran, delegasi DPR juga bertemu dengan Presiden Iran Ahmadenejad dan melihat langsung reaktor nuklir Iran yang kini sedang diributkan Amerika Serikat (AS) dan Barat.

Anggota Komisi VII dari FPKS Irwan Prayitno, yang ikut menjadi anggota delegasi DPR, menyebutkan pengembangan nuklir Iran bukankanlah untuk pengembangan senjata atau perang. "Itu untuk pengembangan listrik, dan tujuan damai," ujarnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut hasil kunjungan delegasi parlemen Indonesia, berikut petikan wawancara dengan Irwan Prayitno, yang juga anggota Komisi VII (komisi yang membidangi masalah energi, sumber daya mineral, tekonologi, riset dan lingkungan):

Bagaimana hasil kunjungan delegasi DPR-RI ke Iran beberapa hari yang lalu?

Kita ketemu dengan Presiden Amadenejad, ketemu dengan anggota parlemen di sana, lalu mengunjungi reaktor nuklir di Isfahan. Isfahan ini sebagai pusat nuklir Iran. Kita menyimpulkan dari hasil pembicaraan dan kunjungan memang bahwa tidak ada rencana Iran untuk membuat senjata nuklir, tapi nulkir itu untuk pembangkit listrik. Nah, ini sebetulnya isu yang muncul saat ini itu isu politik karena Amerika Serikat (AS) tidak suka dengan Iran.

Faktor apa yang membuat AS dan Barat gusar dengan proyek nuklir Iran ?

Kenapa seperti negara-negara lain, seperti Pakistan, India, Korea Utara, Israel, Cina bahkan AS sendiri mengembangkan nuklir untuk senjata malah dibiarkan. Dan Iran bukan untuk senjata. Iran itu termasuk negara NPF (negara yang terikat perjanjian boleh mengembangkan nuklir untuk di luar senjata, red). Sementara negara lain tidak termasuk NPF. Jadi sebetulnya ini lebih pada unsur politik. Dan kenapa dilarang? Orang mengembangkan teknologi untuk negaranya. Apa dasarnya mereka melarang. Apa dunia ini milik mereka. Lalu Eropa menilai Iran itu negara jelek. Lho, kok mereka bisa menilai jelek itu dari mana? Alasan penilaian mereka itu tidak rasional.

Buat kepentingan kita di Indonesia, kita berpikir obyektif. Kalau memang Iran punya kemampuan untuk mengembangkan nuklir untuk energi kenapa tidak kita dukung. Kita bisa mengambil manfaatnya. Ini yang terjadi pada Iran. Di Indonesia juga sama tidak boleh mengembangkan energi nuklir. Semua itu diawasi. Tapi mereka sendiri mengembangkan sepuas-puasnya. Jadi ini tidak logis.

Dari tinjauan Anda ke sana, berapa reaktor nuklir yang sedang dikembangkan Iran?

Ada dua. Satu di Isfahan, dan satunya di Nathan.

Katanya ada tujuh?

Oh, tidak tahu. Yang besar itu ada dua itu.

Pengembangan terakhir nuklir Iran menurut pengamatan Anda seperti apa? 

Iran lagi mengembangkan nuklir untuk listrik.

Lalu bagaimana dengan pengkayaan uranium di sana yang dicurigai Barat dan AS?

Kalau soal pengkayaan uranium itu terkait dengan high technology, misalnya, untuk perdamian. Yang enggak boleh itu untuk senjata.

Apa ada peluang bagi Iran di kemudian hari untuk mengembangkan nuklirnya sebagai senjata?

Kalau seandainya dia dalam keadaan terdesak dan diserang, mungkin sebagai pertahanan, dugaan saya, itu bisa dibuat. Tapi untuk saat ini dia tidak buat. Karena kalau Iran membuat nuklirnya untuk senjata itu menyalahi konvensi IAEA (International Atomic Energy Agency).

Sebenarnya berapa banyak ahli nuklir Iran sehingga AS dan Barat ketakutan?

Awal-awalnya Iran didukung oleh AS ketika dipimpin raja Reza Pahlevi. Dasarnya itu saat itu. Setelah Reza jatuh, kemudian Rusia masuk, maka Iran dibantu Rusia.

Cina dan Rusia akhir-akhir ini juga seia dan sekata dengan AS. Padahal sebelumnya mendukung Iran. Sebenarnya dibalik isu nuklir Iran ini ada kepentingan apa oleh mereka?

Isu ekonomi dan politik. Karena Rusia tergantung juga dengan AS, termasuk juga Cina. Baran-barang Cina itu banyak yang masuk ke AS.

Lalu bagaimana langkah selanjutnya dengan kunjungan itu? Apa yang akan dilakukan DPR-RI?

Sebenarnya hubungan kita dengan Iran cukup bagus sampai saat ini. Ketika kita ke sana disambut dengan acara kenegaraan. Jadi cukup bersahabat. Mereka juga punya dana yang besar untuk mengembangkan nuklir itu.

Apa dalam pertemuan itu ada janji atau komitmen dari Iran?

Mereka siap memberikan pengetahuan teknologinya dengan negara-negara Islam, termasuk dengan Indonesia.

Artinya mereka siap membantu pengembangan teknologi nuklir?

Untuk pengembangan bisa.

Sebenarnya, pengembangan nuklir Iran itu oleh warga Iran sendiri atau juga dari ahli-ahli negara lain?

Oh, macam-macam. Dari semua warga ada. Dari orang Indonesia sendiri ada, dari Rusia juga ada.

Barat dan AS sampai sekarang tetap menuding Iran mengembangkan nuklir untuk senjata. Bagaimana nanti bila masalah ini dibawa ke Dewan Keamanan PBB? Apa yang harus kita lakukan?

Kita sebagai bangsa yang tidak memiliki pengaruh di dunia, ya apa boleh buat. Tapi secara moral dan politik kita mendukung Iran. Ini bukan saja karena ketidakadilan AS, tapi Iran sebagai sebuah negara berhak mengatur sendiri, bukan oleh negara lain.

Lalu bagaimana dengan pengamatan dari IAEA?

Tidak ada apa-apa. Bahkan di sana dipasangi kamera di Isfahan. Di sana ada kamera IAEA, dan semua orang bisa melihat apa kegiatan di sana secara detail. IAEA juga kapan saja bisa mengeceknya tanpa minta ijin, terbuka. (fud)


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0