Ada Yang Menuduh Masyarakat Madani Menakutkan
Jumat, 04/07/2008
Hidayat Tuding Anti Pancasila dan NKRI
Senin, 26 Mei 2008
Padang, Padek-- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kian mengukuhkan eksistensinya selaku partai modern. Selain dikenal dengan militansi kader dan tersistematis, sekarang PKS juga sudah melengkapi diri dengan platform partai. Tujuan mendasar yang ingin dicapai, tak lain mewujudkan masyarakat madani yang adil, sejahtera dan bermartabat.
Mantan presiden PKS yang juga Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid selaku keynote speaker dalam temu tokoh dan bedah platform PKS yang dilaksanakan DPW PKS Sumbar, di Hotel Bumiminang, Minggu (25/5), mengatakan cita-cita PKS adalah menciptakan masyarakat madani yang berdasarkan syariat dan akhlak.
Platform bagi PKS, menurutnya adalah bentuk pertanggungjawaban sejarah PKS terhadap bangsa. ”PKS menggabungkan dua semangat besar, yaitu Alquran dan sunah. Cinta-cita kita memperjuangkan masyarakat madani,” terangnya.
Dalam 10 tahun usia PKS, diakui Hidayat platform PKS untuk menciptakan masyarakat madani menghadapi stigma. Ada yang memandang masyarakat madani itu sebagai sesuatu yang menakutkan. Ada yang menakutkan dengan platform-nya PKS seolah anti-Pancasila dan anti-NKRI. Padahal, pandangan menuduh itulah yang sebenarnya bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Cita-cita masyarakat madani adalah menjadikan masyarakat maju, berinovasi, berkeadilan, sejahtera dan bermartabat.
Temu tokoh dan bedah platform PKS dihadiri ratusan tokoh dari berbagai latar se-Sumbar. Ketua DPW PKS Sumbar, Trinda Farhan Satria menyebutkan acara ini merupakan rangkaian peringatan Milad ke-10 PKS. “Kita menjadikan Milad ke-10 ini sebagai momentum mengokohkan kader PKS sebagai pelopor kebangkitan,” ujarnya.
Paparan tentang platform PKS yang sudah ditorehkan dalam sebuah buku besar itu disampaikan oleh kader DPP PKS, Irwan Prayitno dan M Sohibul Iman. Irwan yang juga anggota Ketua Komisi X DPR-RI asal Sumbar memaparkan, platform PKS terkait dengan bidang politik dan sosial budaya.
Sementara Sohibul Iman memaparkan visi PKS dalam membangun perekonomian. Tiga pokok platform PKS terkait masalah politik, ekonomi, sosial-budaya dibedah oleh pakar ekonomi Prof Syafrizal, pakar hukum, Firman Hasan SH LLM dan sejarawan Prof Dr Mestika Zed. Dalam pandagannya, ketiga pembedah memberikan apresiasi terhadap keberadaan platform ini.
”Kehadiran platform ini bak embun pagi di musim kemarau pemikiran. Apalagi saat ini pembangunan sudah banyak melupakan akar perjuangan bangsa, salah satunya di bidang pendidikan. Pendidikan lebih banyak mengacu kepada hasil kepada proses, bahkan pendidikan dipisahkan dengan kebudayaan. Seharusnya kedua hal ini tak bisa dipisahkan,” tukasnya. (rdo)
Padang Ekspres, 26 Mei 2008
