Deklarasi Fauzi Bahar-Mahyeldi Ansharullah ”Tak Kebetulan, Tapi Jalan Allah”
Selasa, 05/08/2008
Senin, 04 Agustus 2008
Pasangan calon wali kota Padang dan calon wakil wali kota Padang periode 2008-2013, Fauzi Bahar-Mahyeldi Ansharullah yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dideklarasikan, di Hotel Bumiminang, tadi malam.
Lebih seribu kader kedua partai, dan para simpatisan menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepakatan PAN-PKS untuk memenangkan pasangan ini. ”Saya ibarat Umar Bin Khatab yang baru masuk Islam. Saya punya modal keberanian untuk maju. Sahabat saya Mahyeldi Ansharullah berhati sejuk bagaikan Usman Bin Affan. Beliau punya ilmu yang tinggi dan memiliki jiwa lapang dada. Jadi, pasangan ini tidak kebetulan.
Semua ini merupakan jalan Allah SWT,” kata ungkap Fauzi Bahar di hadapan kader, simpatisan PAN dan PKS serta undangan. Dari PAN hadir Ketua DPW PAN Sumbar Asli Chaidir beserta jajaran pengurus DPW PAN, pengurus DPP PAN Patrialis Akbar, beserta jajaran pengurus DPD, DPC, sampai DPRt. Dari PKS hadir Ketua DPW PKS Sumbar Trinda Farhan S beserta jajaran pengurus DPW PKS Sumbar.
Tampak pula pengurus DPP PKS Irwan Prayitno dan Refrizal, Ketua DPD PKS Kota Padang Budiman beserta jajaran pengurus DPD, DPC dan DPRt. Sekko Padang Firdaus K beserta jajaran Pemko Padang, Wali Kota Pariaman dan Wakil Wali Kota Pariaman terpilih Mukhlis R-Helmi Darlis, pelaku usaha Kota Padang juga ikut menyaksikan deklarasi. Fauzi didampingi Mahyeldi mengatakan, agar pelaksanaan suatu kebenaran efektif dibutuhkan kekuasaan. Tanpa kekuasaan, kebenaran itu sulit terlaksana.
”Selama lima tahun kepemimpinan saya bersama Wakil Wali Kota Padang Yusman Kasim, baru sebatas meletakkan pondasi akhlak bagi anak-anak generasi mendatang,” ujar Fauzi. Putra Kototangah ini juga menyinggung masalah orang muslim yang pindah agama dan mengikuti aliran sesat. “Agar itu (pindah agama) tak terjadi kita harus memperkuat pondasi anak-anak dengan akidah dan keagamaan, saya yakin mereka kelak tidak akan pindah agama atau pun mengikuti aliran sesat,” tandasnya.
Pembentukan akhlak yang ia semai selama memimpin Padang, sebut Fauzi, baru sebatas tunas belum lagi ranting, dahan ataupun daun. ”Sepuluh atau 15 tahun mendatang atau ketika anak-anak ini sebagai pengambil kebijakan, baru akan kita dapat lihat hasil dampak dari pondasi akhlak ini. Kalau untuk saat ini akan belum terlihat,” kata Fauzi.
”Pembentukan pondasi akhlak yang kami rintis lima tahun lalu ini juga berkat dukungan dan bantuan dari sahabat saya Wakil Wali Kota Padang Yusman Kasim, Sekko Padang Firdaus K, jajaran Kadis, Badan dan Kantor, legislatif dan warga Kota Padang.” Mahyeldi menyatakan, sembari membangun moral dan akhlak ini, ke depan saatnya membangun kesejahteraan warga Kota Padang. “Salah satunya membangun sosial perekonomian. Dengan tujuannya hanya satu, mewujudkan warga Padang yang adil dan sejahtera,” tutur Mahyeldi.
Mahyeldi menyadari betul untuk menggapai kesuksesan itu butuh kebersamaan. ”Membangun kota Padang ini tak mungkin sendiri akan tetapi membangun dengan kebersamaan. Seperti yang tertuang dideklarasi, bukan tertutup potensi lain untuk secara bersama demi kesejahteraan warga kota. Apalagi, Kota Padang etalasenya Sumbar,” tukas Mahyeldi.
Sebelumnya Patrialis, Irwan Prayitno, Asli Chaidir, Trinda Farhan, mendapat kesempatan menyampaikan sambutan. Mereka pada intinya mengharapkan, agar semua kader kedua partai menanggalkan “baju” kepartaian mereka. “Sekarang saatnya bersama-sama mendukung dan memenangkan pasangan Fauzi-Mahyeldi.” (ril)
http://www.padangekspres.co.id/content/view/14388/100/
