Mail to Friends

PKS Award Jaring Tokoh Muda

Jumat, 28/11/2008

Jumat, 21 November 2008 pukul 07:21:00

Daftar nama mencerminkan kebhinekaan.

BANDUNG-- Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) menggelar acara penobatan '100 Pemimpin Muda Indonesia' di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/11) malam. Dalam acara PKS Award ini, partai dakwah itu meneriakkan yel-yel selain ''Allahu Akbar'' dan ''Merdeka'', sebagai seruan semangat regenerasi kepemimpinan nasional.

Figur pemuda yang dinobatkan sebagai '100 Pemimpin Muda Indonesia' itu, mulai dari KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) sampai musisi kondang Iwan Fals. Malah, dari daftar nama yang seluruhnya mencapai 104 orang, tercantum pejuang HAM, almarhum Munir.

Yang lainnya, antara lain, Tifatul Sembiring (presiden PKS), Ahmad Heryawan (gubernur Jabar), Maruarar Sirait (politikus PDIP), Lukman Hakiem Syaifuddin (ketua Fraksi PPP DPR RI), Erick Tohir (dirut PT Republika Media Mandiri), Ikhwanul Kiram (pemimpin redaksi HU Republika), Adhyaksa Dault (menpora), Hidayat Nurwahid (ketua MPR), Arifin Ilham (ulama), dan Anis Matta (sekjen DPP PKS).

Ketua Panitia, Mahfudz Siddiq, menjelaskan, 100 pemimpin muda tersebut mulai diseleksi sejak dua bulan lalu dengan delapan parameter: berusia di bawah 50 tahun, memiliki integritas moral, wawasan kebangsaan, bervisi besar, kualitas kepemimpinan, kontribusi nyata, berpengaruh, dan berinspirasi. ''Semua ini sama sekali tidak terhalang oleh sekat ideologi, partai, agama, dan kesukuan,'' katanya.

Momentum kepemudaan ini, menurut Mahfudz, merupakan pemicu semangat terwujudnya Indonesia yang sejahtera. ''Sudah saatnya, semangat pemuda menjadi pelopor terwujudnya kemajuan bangsa ini,'' ujarnya.

Mahfudz berpandangan, 10 tahun berjalannya rezim reformasi, belum membuahkan perubahan yang signifikan. Tidak terlihat adanya kebijakan yang progresif di negeri ini. Dia menegaskan, generasi muda yang reformis dan progresif bisa jadi harapan baru bagi Indonesia.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, menyatakan, pemuda merupakan ujung tombak majunya sebuah bangsa dan sudah saatnya mengambil peran dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa ini.

''Bicara ideologi, kesukuan, dan perbedaan agama sudah selesai. Diskusi yang belum selesai, yakni bagaimana bangsa ini makmur dan sejahtera,'' ujarnya. Dia juga menyatakan, Bandung harus dijadikan tempat bangkitnya semangat perubahan di Tanah Air.

Pandangan PDIP
Salah satu politikus muda PDIP yang terpilih dalam 100 Pemimpin Muda Indonesia versi PKS, Maruarar Sirait (Ara), menyikapi lain soal acara penobatan itu. Ia menyatakan, ini merupakan sinyal semakin matangnya rencana koalisi PKS dan PDIP dalam Pilpres 2009.

''Kedatangan saya atas persetujuan Sekjen DPP PDIP,'' ujar Ara kepada wartawan. Dia mengungkapkan, Ketua MPR yang juga mantan presiden PKS, Hidayat Nurwahid, juga merupakan salah satu figur yang diproyeksikan sebagai calon wakil presiden mendampingi capres Megawati.

Dia menyatakan, rencana koalisi tersebut tidak bisa dilakukan secara cepat. Tapi, harus ada proses pematangan yang membutuhkan waktu panjang dalam menentukan mitra koalisi.

Tidak hanya dengan PKS, PDIP membuka diri terhadap partai besar dan kecil untuk menghadapi Pilpres 2009.


Dari Aa Gym Sampai Iwan Fals

Hampir setengah dari 104 nama yang masuk daftar peraih PKS <I><I>Award, tidak hadir dalam acara penobatan dengan berbagai alasan. Namun, lengkapnya, berdasarkan urutan alfabet, mereka adalah Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Abu Syauqi, Ade Armando, Adhyaksa Dault, Adiwarman Karim, Agus Martowardoyo, Ahmad Heryawan, Airlangga Hartarto, Amelia Murad, Amin Sunaryadi, Anas Urbaningrum, Andy F Noya, Angelina Sondakh, Anggito Abimanyu, Anies Baswedan, Anis Matta, Anton Apriantono, Arief Suditomo, Arifin Ilham, dan Avi Dwipayana.

Lalu, Bambang Wijojanto, Boy Tohir, Budiman Sujatmiko, Cecep Efendi, Chairul Tanjung, Chandra M Hamzah, Dani Anwar, Daniel Budiman, Darwin Silalahi, Denny Indrayana, Didik J Rachbini, Basuki Supartono, Salim Segaf Al-Jufri, Eep Saefulloh Fatah, Effendi Ghazali, Eko Prasojo, dan Erick Tohir.

Kemudian, Fahmi Mochtar, Fajroel Rachman, Fauzi Bahar, Ganjar Pranowo, Gita Wiryawan, Glen Sugita, Gumilar R Soemantri, Habiburrahman El-Syirazi, Hadar Gumay, Hanung Bramantyo, Helmy Yahya, Helvy Tiana Rosa, Hendri Saparini, Hendy Santoso, serta Hidayat Nurwahid.

Adapula, Ida Farida, Ikhwanul Kiram Mashuri, Imam Ad-Daruqutni, Iman Sugema, Ipang Wahid, Irman Gusman, Irwan Prayitno, Iwan Fals, Johannes Wardhana, Jose Rizal, Khairiansyah Salman, Lukman Hakiem Syaifuddin, M Luthfi, M Qodari, Maemunah, Maruarar Sirait, Mirza Adityaswara, Mulyaman Hadad, Munzir Al Musawa, Neno Warisman, dan Nur Mahmudi Ismail.

Selain itu, Opick, Patrick Waluyo, Raden Pardede, Raden Priyono, Rahmat Gobel, Ray Rangkuti, Reza M Syarif, Rosiana Silalahi, Saldi Isra, Sandiaga S Uno, Satya Arinanto, Shohibul Iman, Sri Mulyani, Sudirman Said, juga Surahman Hidayat.

Lalu, Suharna Suryapranata, Suswono, Syafe'i Antonio, Teten Masduki, Tifatul Sembiring, Tom Lembong, Umar Juoro, Usman Hamid, Warsito, Yenni Wahid, Yudi Crisnandi, Yuslam Fauzi, Yusuf Mansyur, Zaim Saidi, Zaim Uchrowi, dan Zainul Majdi (Tuan Guru Bajan). san

Republika, 21 Nopember 2008


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0