Mail to Friends

Peluang Irwan Prayitno Cukup Besar, Kata Pengamat

Senin, 12/04/2010

PadangKini.com | Sabtu, 10/04/2010, 9:53 WIB

PADANG--Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas, Edi Indrizal menilai peluang Irwan Prayitno-Muslim Kasim cukup besar untuk memenangkan Pilkada Sumbar 2010, sebagaimana halnya juga peluang Marlis Rahman-Aristo Munandar.

"Namun itu tergantung kekuatan tim pemenangannya bekerja, sebab yang lain sudah lama mu [Irwan Prayitno-Muslim Kasim. (Foto: PadangKini.com] lai sosialisasi, Irwan Prayitno baru memanaskan mesin," katanya kepada PadangKini.com, Sabtu (10/4/2010).

Setidaknya ada dua indikator Irwan Prayotno memiliki basis pemilih. Pertama, suara Irwan di nomor dua setelah Gamawan Fauzi waktu pilkada 2005 bisa menjadi alasan bahwa Irwan yang didukung PKS cukup memiliki pemilih yang signifikan.

Waktu itu Gamawan Fauzi-Marlis Rahman mendulang 41,50 persen atau 757.296 suara. Sedangkan Irwan Prayitno-Ikasuma Hamid 24,50 persen atau 24,50 persen. Hanya saja waktu itu Irwan memiliki waktu panjang melakukan persiapan. Meskipun ia kalah karena tingkat popularitas Gamawan yang tinggi.

Kedua, sudah tiga periode pemilu legislatif Irwan terus menang dan duduk di DPR RI dari daerah pemilih I Sumatera Barat (Padang, Padangpariaman, dan Mentawai). Terakhir 2009, Irwan mengantongi 57.199 suara.

Mesin partai (PKS) yang boleh dikatakan efektif bekerja merupakan kekuatan Irwan, selain wakilnya Muslim Kasim yang cukup memiliki popularitas berdasarkan hasil survei. PKS memiliki ciri khas partai pilihan keluarga atau memiliki block voters.

"Pasangan Irwan dan Muslim bisa mengancam target suara pasangan lain, terutama suara pasangan Fauzi Bahar-Yohannes Dahlan, sebab karakter pemilih Fauzi Bahar sebagian berasal dari PKS, juga bisa mengambil sebagian suara pasangan lain," ujarnya.

Hanya saja kandidat lain cukup populer yang akan menjadi saingan berat. Padahal popularitas tokoh merupakan faktor kunci mendulang suara. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei, Marlis Rahman menduduki peringkat satu dari segi popularitas, menyusul Fauzi Bahar di peringat dua. Irwan hanya masuk 5 besar.

Kemudian Aristo Munandar yang berpasangan dengan Marlis Rahman merupakan tokoh paling pupuler sebagai calon wakil gubernur.

Endang Irzal dan Fauzi Bahar, kata Edi, membutuhkan kerja keras karena memiliki wakil yang tingkat popularitasnya agak kurang, Asrul Syukur dan Yohannes Dahlan. Hal yang sama juga ada pada pasangan Edi Warman-Husni Hadi.

"Harus diingat yang menentukan adalah sosok ketokohan kandidat," ujarnya.

Karena itu dibutuhkan kerja keras tim sukses kelima kandidat untuk memperkenalkan calonnya dan merebut hati pemilih.

"Sekarang tergantung mesin politik, seperti relawan dan sebagainya, jangan lupa gunakan kekuatan orang muda untuk menjadi relawan, sebab kekuatan orang muda sangat besar sebagai kekuatan," katanya.

Perubahan pasangan yang akhirnya mendaftar ke KPU, kata Edi, sangat besar. Di luar perkiraan semula. Ini akan menimbulkan swing voters atau pemindahan suara dari satu pasangan ke pasangan lain atau sebaliknya.

Untuk memprediksi pasti kekuatan dan peluang kelima pasangan baru ini, kata Edi, hasil survei yang dilakukan selama ini belum bisa menjawab.

"Kami akan melakukan survei paling lama dua minggu lagi untuk menguji pasangan baru ini," kata Edi yang juga Koordinator Lembaga Survey Indonesia Wilayah III Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepri. (syof)

http://www.padangkini.com/berita/single.php?id=6300