Hidayat: Hilangkan Terminologi Penguasa
Jumat, 23/04/2010
Senin, 19 April 2010
IKRAR PEMENANGAN IRWAN-MK
Padang, Singgalang
Pemimpin bukan penindas bagi rakyatnya. Pemimpin bukan pemeras bagi rakyatnya. Karena itu, terminologi tentang penguasa dan pemerintah terhadap rakyat mestilah dihilangkan.
Hal itu ditegaskan mantan Ketua MPR-RI yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid ketika memberikan tausiyah politik kepada ribuan kader PKS se-Sumatra Barat dalam acara ikrar pemenangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, Irwan Prayitno-Muslim Kasim, Minggu (18/4) di GOR Adzkia Taratak Paneh, Kuranji Padang.
Hidayat yang didampingi Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak menilai, tidak saatnya lagi pemimpin itu ditempatkan sebagai penguasa dan pemerintah bagi rakyatnya.
Dalam terminologi penguasa dan pemerintah, rakyat menurut Hidayat selalu ditempatkan pada posisi yang teraniaya. “Tak tepat lagi pemimpin itu sebagai penguasa bagi rakyatnya. Bukan waktunya lagi pemimpin itu pemerintah bagi rakyatnya. Terminologi rakyat dengan pemimpin itu adalah kepedulian,” ujar Hidayat.
PKS tegas Hidayat tak lagi memakai terminologi penguasa dengan rakyat atau pemerintah dengan rakyat. Yang ada itu hanyalah rakyat dengan kepedulian. Kepemimpinan itu, sesuai dengan syariah Islam adalah bagaimana memberikan kemaslahatan bagi umat.
Bagi PKS menurutnya, inti kepemimpinan itu adalah bagaimana memberikan kebaikan bagi semua. “Kita tidak akan memberikan kepemimpinan kepada orang lain, karena belum tentu kemaslahatan itu bisa diwujudkan,” terang Hidayat.
Dalam terminologi politik PKS, politik menurut Hidayat hanyalah sarana untuk mewujudkan tujuan. Tujuan fundamental itu adalah memberikan kemaslahatan bagi umat.
Terkait Pilkada Sumbar, Hidayat menegaskan PKS telah memutuskan pencalonan Irwan Prayitno dan Muslim Kasim. Bagi setiap kader PKS, adalah kewajiban untuk memujudkan kemenangan di Pilkada agar tujuan kemaslahatan umat bisa diwujudkan pula. “ Merelealisasikan upaya untuk mewujudkan tujuan itu sama wajibnya dengan mewujudkan tujuan itu sendiri,” tegas Hidayat memberikan semangat kepada ribuan kader PKS.
Dalam pilkada Sumbar, PKS menurut Hidayat tidak akan menjual visi dan misi. Justru yang dikemukakan adalah apa yang telah diperbuat PKS, apa yang telah dilakukan Irwan dan Muslim Kasim. Ini merunutnya lebih penting dari sekadar beruthopia dan berwacana. “PKS tidak akan beruthopia dan berwacana. Kita mengemukakan fakta, apa yang telah dilakukan,” tegas Hidayat disambut takbir ribuan kader PKS.
Kegiatan yang menghadirkan lebih dari tiga ribu kader PKS se-Sumbar merupakan rangkaian konsolidasi PKS dalam pemenangan Pilkada Sumbar 2010. Pada kesempatan ini, ribuan kader kembali mengumandangkan ikrar pemenangan untuk Irwan-MK. Sejumlah petinggi PKS di tingkat pusat turun langsung dalam kegiatan ini. Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak tampil memberikan semangat kepada ribuan kader. Ia menyebutkan kemenangan Irwan-MK adalah komitmen partai secara nasional. “Kita tak ada pilihan, kecuali menang dan menang,” tegasnya.
Dalam kegiatan ikrar kader PKS se-Sumbar, hadir calon gubernur Irwan Prayitno. Ia didampingi sejumlah calon bupati dan walikota yang merupakan kedar PKS, seperti calon bupati Solok Selatan, Nurfirmanwansyah, calon Wakil Bupati Padang Pariaman, Dasril, calon wakil bupati Pasaman Barat, Epi Santoso, calon wakil walikota Solok, Ilzan Sumantha dan juga dihadiri sejumlah kepala daerah asal PKS, seperti Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Walikota Pariaman, Helmi Darlis. (014)
http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=6273
