Mail to Friends

Membangun Moral Dari Hal Yang Kecil

Jumat, 14/05/2010

Padang | Kamis, 13/05/2010 13:45 WIB

MUSLIM - Padang Today

Hari ini, Kamis (13/05/2010) Prof Dr H Irwan Prayitno, PSi, MSc menjadi keynote speaker pada acara seminar sehari dengan tema "Restorasi Moralitas Pendidik Dalam Sistem Pendidikan Nasional Menuju Martabat Bangsa Yang Mandiri, Cerdas dan Santun.

Dalam acara yang dilaksanakan di Gedung BK3S juga penandatanganan naskah kerjasama STAI-YASTIS dengan Kantor Kementerian Agama Kota Padang dalam rangka peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) itu Irwan Prayitno dalam sambutannya mengatakan, membangun moral dimulai dari yang paling kecil dan sederhana. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah contoh yang baik dari orang tua.

"Ruh pendidikan itu harus masuk ke dalam diri kita. Membumikan pendidikan ke dalam diri itu mesti direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita selalu membincangkan kata moral, sementara aplikasinya tidak ada. Dalam Islam kita diajarkan agar selalu menjaga kebersihan, sementara dala aplikasinya tidak kita terapkan. Berbeda sekali dengan orang-orang di negara maju sana, hal kebersihan ini mereka terapkan," kata Irwan.

Hadir pada acara seminar sehari tersebut Ketua DPP Tarbiyah Boy Lestari Dt. Palindih, Purek III IAIN IB Padang Prof Dr Salmadanis, MA.g, Wakor Kopertais Wilayah VI Sumbar Dr H Gusril Kenedi, MPd, Kemenag Kota Padang Drs H Syamsul Bahri, MM, dan Kasi Mapenda Drs. Kasmir dan unsur staf dan karyawan STAI-YASTIS Padang.

Sementara itu Ketua DPP Tarbiyah Boy Lestari Dt. Palindih mengatakan, STAI-YASTIS mempunyai SDM yang handal terdiri dari Prof dan Dr (S2 dan S3)sudah seharusnya sekolah ini bisa maju. Berikan kepada generasi muda yang ada saat ini ilmu dan pengalaman yang telah ditimba tersebut agar kemajuan sekolah ini bisa lebih baik lagi.

Aspek moralitas saat ini hanya satu saja yang diajarkan, bukan untuk mengimplementasikannya. Berbicara moralitas, hal itu harus sesuai dengan nilai-nilai spritualitas. Kebenaran bisa saja berubah-rubah pada suatu waktu, tapi nilai moral tidak akan bisa pernah berubah, ucap Gusril Kenedi.

"Pendidikan anak-anak dalm perilaku keseharian tak terlepas dari pengaruh siaran televisi yang tidak santun. Misalnya, kejadian tawuran dan perkelahian pelajar/mahasiswa akibat tontonan dari siaran televisi tersebut. Menghadapi ini, kita tidak perlu saling slh menyalahkan satu sama lain. Yang perlu sekali adalah kita mesti intropeksi diri," tutur Syamsul Bahri. [*]

http://www.padang-today.com/index.php?today=news&id=16306