Mail to Friends

Prof Dr Damsar: Pemilukada Sumbar Satu Putaran

Jumat, 09/07/2010

Sumbar | Jumat, 02/07/2010 11:10 WIB

MUSLIM - Padang Today

Sesuai dengan hasil Tim Humas Real Count Irwan Prayitno-Muslim Kasim (Irwan-MK) pasangan Irwan-MK kandidat No. 3 unggul dengan angka 33,59 persen, sementara itu kandidat Nomor 1 dengan angka 4,35 persen, kandidat nomor 2 memperoleh 26,13 persen, kandidat nomor 4 mendapatkan 19,55 persen dan kandidat nomor 5 dengan jumlah suara 16,39 persen.

Selain memimpin perolehan suara hasil real count PKS, pasangan Irwan-MK ternyata juga memperoleh suara terbanyak dari hasil tabulasi suara sementara dilakukan Tim Padang Ekspres Grup (Padek Grup). Hingga pukul 22.30 WIB malam tadi, pasangan Cagub-Cawagub Irwan-MK memperoleh 30,89 persen dari 1.442.416 suara yang masuk ke pusat tabulasi Padang Ekspres Grup. Menyusul calon nomor urut dua Marlis Rahman-Aristo Munandar 29,14 persen, kemudian Endang Irzal-Asrul Syukur 19,12 persen, Fauzi Bahar-Yohannes Dahlan 17,02 persen dan Ediwarman-Husni Hadi 3,839 persen.

Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Prof Dr Damsar terkait suara teratas yang diperoleh pasangan Irwan-MK ini mengatakan, pada masa pemilukada sebelum ini Irwan sudah punya kantong suara sebanyak 25 persen meskipun kalah. Lalu, pada pemilukada kali ini Irwan mampu menggerakkan PKS di Sumbar, sehingga hasil yang didapatkan pasangan Irwan-MK ini sangat memuaskan.

"Tim sukses pemenangan pasangan Irwan-MK memang solid dan bagus jika dibandingkan calon pemilukada lainnya. Tidak itu saja, masyarakat saat ini sebagiannya sudah cerdas dalam memilih mana pemimpin Sumbar kedepan yang berkualitas dan tidak. Apalagi dengan adanya debat yang digelar oleh berbagai lembaga menghadirkan para calon tersebut memperlihatkan ke publik sampai sejauhmana kualitas pemimpin tersebut. Meskipun pada pemilukada saat ini incumbent pun ikut serta dan perolehan suaranya kurang dari yang diharapkan, itu berarti masyarakat melihat bagaimana kinerja nya selama ini, sehingga masyarakat beralih kepada yang lain," kata Sosiolog Universitas Andalas (Unand) ini.

Ditanya tentang pelaksanaan pemilukada 2010-2015 kali ini apakah bisa terjadi dua putaran atau hanya cukup satu putaran saja, Damsar mengatakan, kalau melihat trend yang ada saat ini dari hasil quick qount yang dilakukan baik tim PKS sendiri maupun lembaga-lembaga survei lain nampaknya dari hasil suara yang diperoleh Irwan-MK bisa dikatakan satu putaran. Sebab, jika perolehan suara itu sudah lebih dari 30,1 persen, artinya sudah memiliki suara mayoritas, meskipun hasil akhir dari hasil suara ini akan tetap menunggu perhitungan secara manual oleh KPU Kabupaten/Kota.

"Hasil sementara yang banyak dirilis berbagai sumber itu kan bisa juga dijadikan acuan sampai sejauhmana hasil perolehan sementara itu," tambahnya.

Dengan telah terlaksananya pemilukada yang aman, damai dan badunsanak di Sumbar berbanding jauh dengan daerah-daerah lain yang pelaksanaan pemilukada yang digelar menimbulkan kerusuhan dan anarkis, Damsar mengatakan, budaya orang Minang itu bisa melihat perbedaan. Bak ibarat "Basilang kayu dalam tungku, mako api hiduik" maksudnya meskipun helat pesta demokrasi pemilukada usai, namun masing-masing kembali bersatu.

"Kita ingin siapapun yang terpilih sebagai pemenangnya dalam pemilukada di Sumbar ini, pihak yang kalah harus bisa menghargai keputusan itu. Jika ada terjadi kesalahan atau ada cacat dalam pelaksanaan pemilukada ini jangan lakukan hal-hal kekerasan. Pakai lah jalur hukum, seperti Mahkamah Konstitusi (MK), sebab orang Minang itu adalah orang yang beradat, beretika, dan beragama," tutupnya. []

http://padang-today.com/index.php?today=news&id=18064