Gubernur Salami Khusus Pegawai Bolos
Sabtu, 25/09/2010
PadangKini.com | Senin, 20/09/2010, 11:37 WIB
PADANG--Gubernur Irwan Prayitno melakukan tindakan serius menegakkan disiplin pegawai negeri di Pemprov Sumbar.
Ia membuat barisan khusus bagi pegawai yang tidak datang tanpa izin jelas saat apel Senin minggu lalu. Lalu m [Gubernur Irwan Prayitno akan menyalami barisan pegawai yang tidak hadir apel minggu sebelumnya.] enyelami mereka secara khusus usai apel. Dengan guyon ia mengatakan khusus memberi selamat lebaran karena tidak datang minggu lalu.
Sebelum menyalami pegawai ‘bolos', dalam pidato saat apel, Gubernur menegaskan perlunya penegakan disiplin di lingkungan Pemprov Sumbar sebagai bagian dari aturan PNS (Pegawai Negeri Sipil).
"Hanya mereka yang sudah tertutup hati nuraninyalah yang tidak mau mentaati aturan yang berlaku," kata Gubernur saat memimpin apel pagi hari Senin di halaman kantor gubernur (20/9/2010) seperti dikutip siaran pers Humas Pemprov Sumbar.
Ini ketiga kali Irwan memimpin Apel Senin saat ia menemukan banyak pegawai yang tidak datang tanpa alasan yang jelas. Apalagi pada apel minggu lalu yang hanya tiga hari setelah Idul Fitri.
Meski suasana lebaran, kata Irwan, disiplin tetap disiplin dan harus diikuti pegawai. Ia mengajak seluruh pegawai negeri di lingkungan Pemprov Sumbar untuk professional dalam bekerja. Salah satu dengan disiplin dan taat aturan.
Untuk mewujudkan itu, tegasnya, harus dipulangkan kepada hati nirani dan kemauan masing-masing individu pegawai.
"Karena itu tak perlu membanding-bandingkan diri dengan pegawai lain atau atasan, misalnya ada yang mengatakan Kasubag saja tak hadir apel, apalagi saya..." kata Irwan.
Gubernur menegaskan bahwa seorang pegawai bisa diizinkan tidak ikut apel atau masuk kantor dengan alasan yang jelas dan sesuai ketentuan. Izin harus dengan surat resmi dan tidak dibenarkan dengan mengirim SMS.
"Sebab dengan SMS tidak ada dalam aturan administrasi," katanya.
Kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) itu juga mengingatkan agar pegawai di Pemprov Sumbar tidak menyalahartikan ketegasan pemimpin dalam menegakkan aturan.
"Sebab seorang pemimpin akan diminta pertanggungjawaban dunia dan akhirat dalam melakukan tugasnya, karena itu masing-masing pemimpin unit kerja diminta bekerja sebaik-baiknya," ujarnya. (s)
http://www.padangkini.com/berita/single.php?id=6633
