Dua Koperasi Banyak Usaha
Jumat, 08/10/2010
Jumat, 08 Oktober 2010
DI KAGAWA, JEPANG
KAGAWA - Sulit dipercaya, tapi itulah yang terjadi. Walau di Indonesia telah ditetapkan bahwa koperasi adalah sokoguru ekonomi bangsa, koperasi tak begitu berjaya. Justru di Jepang, koperasilah yang membawa kejayaan masyarakat daerah ini. Di Jepang terbukti bahwa koperasi menjadi tulang punggung perekonomian masya-rakat.
Di Provinsi Kagawa, saat ini ada dua koperasi raksasa (kumiai) tempat masyarakat menggantungkan harapan hidup. Koperasi tersebut adalah Hounan Kagawa dan JA (Japan Agriculture).
“Boleh dikata, semua masyarakat Kagawa terhimpun ke dalam kedua koperasi tersebut,” ujar Direktur Koperasi Hounan Kagawa, M. Onossi.
Koperasi di Kagawa tak hanya membidangi satu unit usaha, tapi banyak usaha. Mulai dari pembibitan, pengolahan hasil pertanian, pemasaran sampai bank dan biro perjalanan, semua ada dalam koperasi. Bahkan jika anggotanya menikah pun diurus oleh koperasi.
Koperasi Hounan Kagawa misalnya, menyediakan semua kebutuhan anggotanya mulai dari bibit tanaman, pupuk dan kompos, mesin-mesin pertanian dan berbagai kebutuhan usaha pertanian lainnya. Koperasi juga memiliki toko swalayan untuk memasarkan produk mereka, juga bank untuk kebutuhan simpan pinjam.
Hounan Kagawa telah memiliki aset triliunan rupiah dan omset miliaran rupiah per tahun. Usaha-usaha tersebut dikelola dengan baik dan manajemen yang baik pula sehingga usaha tersebut menjadi usaha yang menguntungkan. Keuntungan tersebut dibagikan lagi kepada anggotanya dalam bentu dividen. Jumlah modal koperasi terus bertambah dan mereka bahkan telah menyalurkan modal mereka ke negara ke tiga.
Koperasi JA Kagawa memiliki pabrik pengepakan telur dengan kapasitas produksi 6.000 butir telur per hari. JA Kagawa memiliki rumah potong ayam modern dan serba otomatis, Nokio Sakawa namanya. Rumah potong berkapasitas produksi 3.000 ekor ayam per hari. Rumah potong ini tidah hanya memenuhi Provinsi Kagawa, tapi juga dua provinsi lain.
Koperasi di Jepang mulai dirintis 60 tahun lalu, diprakarsai oleh pemuda-pemuda Jepang yang telah menyelesaikan pendidikannya di Inggris. Dulu di Kagawa muncul 130 koperasi. Namun sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya, saat ini masyarakat sepakat untuk bergabung dalam dua buah koperasi saja, yaitu Honan Kagawa dan JA Kagawa.
Dari sejumlah kunjungan dan pertemuan dengan pengurus koperasi dan pengusaha di Kagawa, mereka mereka menyatakan cukup tertarik dengan potensi Sumatra Barat yang dipaparkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Mereka berjanji akan datang berkunjung ke Sumatra Barat dan menindak lanjuti peluang kerjasama yang bisa dijalin.
(*)
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1091
