Gubernur dan Wagub Fokus Membangun
Sabtu, 16/10/2010
Sabtu, 16 Oktober 2010
Mohon Dukungan Rakyat
Padang, Singgalang
Dua bulan masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno-Muslim Kasim, terus fokus dalam mencapai program yang direncanakan. Pembangunan guna membangkitkan perekonomian masyarakat Sumbar pascagempa 30 September 2009.
Dalam ramah tamahnya dengan tokoh pers Sumbar, para pemimpin redaksi, redaktur, wartawan dan unsur SKPD di lingkungan Pemprov Sumbar, Irwan mengatakan akan menggerakkan perekonomian melalui 10 program yang ada di SKPD.
Seperti peternakan, dengan program satu sapi untuk satu petani, perikanan melalui ikan tuna, kerapu dan nila. Pertanian jagung dan manggis, perkebunan dan program lainnya.
“Dalam dua bulan ini, kami akan fokus dengan program-program yang ada. Melanjutkan program kepemimpinan sebelumnya. Ini untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang terpuruk pascagempa,” sebut Irwan.
Menurutnya, pada 30 November 2010, Pemerintah Provinsi Sumbar menandatangani MoU (nota kesepahaman) dengan Bank Mega untuk program peternakan satu sapi untuk satu petani. Nilai bantuan modal dari bank tersebut sebesar Rp1 triliun. Petani yang akan dibantu adalah mereka yang rajin dan mau bekerja.
“Bagi yang tidak mau bekerja tidak akan dibantu, karena investasi itu sifatnya pinjaman. Jadi untuk yang rajin saja,” ujar Irwan.
Selain sapi, petani juga diminta memanfaatkan lahan kosong dengan komoditi yang bermanfaat, seperti jagung, kakao dan tanaman lainnya.
Dana untuk pembangunan infrastruktur, dari Kementerian PU untuk Sumbar pada 2011 mendatang nilainya Rp1, 2 triliun. Dana itu untuk pembangunan jalan yang belum selesai seperti Sicincin-Malalak, Kelok Sembilan, Balingka-Bukittinggi, jalur evakuasi tsunami, jembatan dan lain sebagainya.
“Infrastruktur ini juga menjadi fokus dalam meningkat perekonomian, karena tanpa infrastruktur yang memadai akan berpengaruh buruk pada nilai investasi,” terang Irwan.
Untuk kelistrikan, deputi PLN menjanjikan nilai investasi sebesar Rp16 triliun. Dana itu difokuskan bagi listrik desa tertinggal. Gubernur bersama wakilnya menargetkan dalam empat tahun ke depan tidak akan ada daerah tertinggal.
PNS banyak tak berkualitas
Dari ribuan PNS yang ada di lingkungan Pemprov Sumbar, hanya 30 persen saja yang berkualitas. Selebihnya tidak memiliki kualitas yang memadai. Kondisi itu terjadi karena banyaknya PNS titipan dari para pejabat. Akibatnya banyak PNS yang asal bekerja tanpa memenuhi standar yang ditetapkan.
Kondisi itu diketahui gubernur dari informan dan terjadi sebelum empat tahun lalu. Mengantisipasi hal tersebut, pensiun dini bagi PNS yang tidak berkualitas, bisa jadi dijalankan.
Hadir dalam pertemuan itu, Pemimpin Umum Harian Singgalang, H. Basril Djabar bersama Wakil Pemimpin Umum H. Darlis Syofyan, Syahrial Syam dan Ismet Fanany dari Haluan dan Syukri Umar dari Padang Ekspres. (107)
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1259
