Gubernur Temukan Tuna Indonesia di Jepang
Sabtu, 16/10/2010
Sabtu, 09 Oktober 2010
KAGAWA—Hari terakhir di Provinsi Kagawa Jepang, Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno berkunjung ke pusat pelelangan ikan, sayur dan buah-buahan Kagawa City, ibukota Provinsi Kagawa, kemarin. Seperti biasanya pelelangan kkan di Kagawa City dimulai pukul 06.00 pagi, sekali seminggu. Pukul 06.00 di Kagawa sekitar pukul 04.00 WIB di Indonesia. Udara dingin Kagawa pagi itu mulai menusuk tulang, ini sebagai pertanda akan segera datang musim gugur dan dilanjutkan dengan musim dingin.
“Sebelum pukul 6, kami sudah ditunggu di depan gerbang areal Pusat Pelelangan Ikan Kagawa. Hal kecil seperti ini selalu membuat kami terkesan,” kata Irwan.
Setelah memberikan gambaran umum tentang Pusat Lelang Takamatsu, Gubernur Sumbar langsung meninjau pasar lelang yang diberi nama Takamatsu Cetral Wholesale Market. Meski bukan termasuk tempat pelelangan ikan yang besar, namun cukup ramai. Sekitar 1.000 sibuk mempersiapkan ikan-ikan yang akan dilelang, termasuk pelaksana lelang.
Suasana yang terlihat berbeda dengan lelang ikan di Sumatra Barat adalah, ikan-ikan yang akan dilelang tidak dipajang dalam baskom ala kadarnya, tapi dikemas rapi dalam kardus atau stirofoam. Di bangunan lelang sepanjang sekitar 100 x 20 meter ini terlihat berjejer rapi kotak-kotak kardus dan stirofoam berisi ikan segar. Berbagai jenis ikan terlihat dijual di sini, termasuk udang dan cumi. Sebagian ikan dan udang tersebut masih terlihat menggelepar-gelepar, tanda mereka baru ditangkap dan masih hidup.
Sebuah kejutan muncul ketika Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menunjuk sebuah kardus berisi ikan tuna berukuran cukup besar. Irwan menunjuk merek yang ada di kardus tersebut. Di sana tercantum ikan tersebut dikirim melalui kargo Garuda Indonesia. Petugas lelang yang diberi tahu tentang hal tersebut juga merasa heran. Mereka tak menyangka dan tak memperhatikan ikan tuna yang mereka konsumsi selama ini berasal dari Indonesia. Yang mereka tahu selama ini ikan tuna berasal dari Cina atau Thailand.
Di gedung berbeda, namun masih di areal yang sama, juga terdapat lokasi lelang buah dan sayur-sayuran. Sayur yang dilelang juga telah dikemas dengan baik dalam plastik dan kardus serta diberi merek yang menarik. Peserta lelang umumnya adalah pemilik swalayan dan pengecer di pihak pembeli, petani atau pengurus koperasi sebagai pihak penjual. Sistem lelang ini membuat petani dan nelayan bisa memperoleh harga yang menguntungkan.
Rumah Potong Ternak Besar
Usai berkunjung ke Pusat Lelang Ikan dan Sayur Takamtsu City, Gubernur berkunjung ke rumah potong hewan. Rumah potong ini khusus memotong ternak besar, yaitu sapi dan babi. Di rumah potong ini, pemotongan hewan dilakukan dengan mekanisasi. Di sini dipotong sebanyak 60 ekor sapi dan 70 ekor babi per hati.
Pemotongan dan proses penanganan sapi dilakukan dengan mesin-mesin cukup modern. Daging sapi seteleh dipotong dan dibersihkan lalu disimpan di ruang pendingin, minimal seminggu sebelum dilelang. Lelang daging dilakukan di lokasi rumah potong di ruang yang dirancang khusus untuk kebutuhan lelang.
Terinspirasi dengan kondisi tersebut Irwan mengatakan ssegera akan membenahi koperasi dan sistem pemasaran produk pertanian, peternakan dan periknan di Sumbar. Sebagian menurut Irwan malah telah ia diskusikan dengan SKPD masing-masing melalui telepon dan segera diambil kebijakan untuk itu.
(*)
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1115
