Mail to Friends

Cepatlah Buat Jalur Evakuasi

Kamis, 28/10/2010

Selasa, 26 Oktober 2010
GEMPA 7.2 SR TADI MALAM, WARGA MENGUNGSI KE KETINGGIAN

PADANG - SINGGALANG
Gempa kembali mengguncang Sumatra Barat, Senin (25/10) malam pukul 21.42.20 WIB. Warga berhamburan keluar rumah, karena BMKG sempat merilis, gempa berpotensi tsunami. Namun sekitar pukul 22.46 WIB, peringatan tersebut dianulir kembali.

Gempa berkekuatan 7.2 SR itu berlokasi pada 3.61 lintang selatan (SL)-99.93 Bujur Timur (BT) pada pusat 78 km barat daya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai. Gempa susulan pukul 22.21.09 berkekuatan 5.5 SR dan pukul 22.31.09, berkekuatan 5.0 SR. Sementara itu, di Indonesia hari kemarin juga terjadi gempa di Tual Maluku, Senin dinihari berkekuatan 5.1 SR, disusul di Bitung dengan 5.8 SR.

Saat berita ini ditulis, di By Pass, Indarung dan kawasan ketinggian lainnya sudah penuh oleh warga Padang. Mereka tak peduli hujan malam, yang penting menjauh dari pantai.
Shelter SMA 1 Padang di Belanti, penuh sesak oleh warga. Mereka memilih naik ke atap sekolah itu, karena dinilai aman.

Melihat gelagat semacam tadi malam, maka semua jalur evakuasi di daerah tepi pantai di Sumbar, mendesak untuk dibangun, jika tak ingin rakyat semakin takut.

Di Padang, jalan evakuasi sekejap saja sudah penuh oleh kendaraan. Motor dan mobil bergegas masuk ke jalur sempit itu. Kapolresta Padang, AKBP Moch. Seno Putro, segera menyuruh aparatnya untuk melakukan patroli, baik di jalan-jalan maupun di tepi pantai. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno juga terlihat berkeliling kota, guna memantau suasana. Walikota Padang sibuk menenangkan warga dan Wakil Walikota bergegas ke RRI.
Di Rumah Sakit M Djamil Padang berhamburan ke halaman, terutama yang di lantai tiga. Pasien yang panik berebut mencari tangga dan pintu keluar. Empat orang pasien Jamkesmas minta pulang, karena trauma gempa. Menjelang dinihari, pelayanan di rumah sakit itu, kembali lancar.

Tamu hotel panik
Kepanikan melanda Hotel Pangeran Beach, tempat ratusan kader PAN melaksanakan Muswil III. Begitu gempa, begitu lari keluar ruangan. Mereka berebutan masuk pintu lift dan pintu darurat.
“Semua heboh. Terkejut, apalagi ada running text di sejumlah stasiun televisi swasta Jakarta, disebutkan gempa berkekuatan 7,2 SR berpotensi tsunami. Ini yang membuat orang panik. Tapi sejumlah kader PAN mencoba menenangkan suasana, termasuk saya. Tidak ada tsunami,” ujar Yusalman, Ketua DPD PAN Padang Pariaman.
“Tidak ada tsunami, air laut tidak turun,” kata Kepala BPBD Harmensyah kepada Singgalang, sesaat setelah gempa.
“Aman,” kata seorang warga Mentawai yang dikontak wartawan Antara, berselang kemudian.
Agak tenang, tamu hotel baik kader PAN maupun tamu lainnya, kembali ke lobi hotel dan masuk kamar kembali. Dia berharap, jangan ada kabar pertakut. “Jujur, Harian Singgalang, saya berikan aplaus. Pemberitaannya mendidik bukan memberikan kabar petakut, soal gempa ini,” ujar dia lagi.
Sementara itu, kendaraan terus mengular menuju By Pass. Di Lapai misalnya, lampu kendaraan dari arah pusat kota bagai kunang-kunang. Kendaraan melaju masuk jalan kecil Ampang. Sejak gempa pertama hingga gempa susulan, kendaraan terus merayap menuju arah By Pass.
Hal serupa juga terlihat di Jalan Simpang Haru. Sebagian berjalan kaki, membawa ransel atau plastik guna menyelamatkan barang dari tempaan hujan. Pengendara motor bonceng empat melaju kencang menuju ke arah ketinggian.

Painan dan Pariaman
Di Painan warga juga panik, tapi Bupati Pessel Nasrul Abit yang dikontak tadi malam menyatakan suasana tenang dan aman. “Saya di tepi pantai lagi makan sate bersama warga,” kata dia.
Seperti juga di Padang di sini, hujan turun lebat, lalu gerimis.
“Bergoyang di sini, Pak,” kata Musriadi Musanif, wartawan Singgalang di Padang Panjang.
“Gampo di Padang, Kanda?” Suryadi dosen di Laiden, Belanda berkirim SMS kepada wartawan Singgalang.
Warga Kabupaten Pariaman, Sumbar, mengungsi ke tempat lebih tinggi karena takut adanya gelombang tsunami pasca terjadinya gempa 7,2 Skala Richter.
Seorang warga, Faiz Salam mengaku, tetangganya mengungsi karena mendengar peringatan potensi tsunami dilansir BMKG setempat. Info Gempa dilansir BMKG berkekuatan 7,2 skala richter pada pukul 21.42 WIB, di 78 kilometer Barat Daya Pagai Selatan, Mentawai Sumbar, pada kedalaman 10 kilometer.
Antara melaporkan, warga Pariaman merupakan kota pantai itu mengungsi menggunakan motor dan mobil ke tempat yang lebih aman seperti di kawasan Jati, Pariaman. Faiz sendiri mengaku dirinya tetap siaga di rumahnya khawatir terjadi gelombang tsunami, karena kondisi dalam keadaan gerimis.

Dari Nicobar
Hasil penelitian selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan, pola gempa Sumatra selalu dipengaruhi gempa yang terjadi di wilayah tetangga dari Utara, yakni di kepulauan Andaman, Nicobar, India.
Sebagaimana diketahui, gempa di Nicobar terjadi 17 Oktober lalu. Gempa terjadi dinihari. Kemudian, gempa berlanjut di Nias berkekuatan 4,5 SR dengan kedalaman 20 kilometer.
“Karena tiap kali ada gempa di Andaman, terjadi juga di sekitar Sumatera,” kata Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Bidang Sosial dan Bencana, Andi Arief yang dikutip vivanews.
Pengalaman menunjukkan, gempa Nicobar selalu merambat ke kawasan Sumatra juga telah didasarkan pada studi ilmiah sepuluh tahun terakhir.
Lalu, apakah ada korelasi gempa di Mentawai tadi malam dengan Nicobar, belum ada keterangan dari BMKG soal ini. Saat ini, yang diteliti baru dua patahan, Sumatra dan Lembang. Jadi masih banyak gempa-gempa tak bertuan.
Andi berharap dengan terbacanya pola gempa ini masyarakat Indonesia dapat menjadi lebih waspada. Sehingga, ketika terjadi gempa, masyarakat sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.

Jauh
Ahli gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Danny Hilman Natawidjaja, menilai gempa yang terjadi di Kepulauan Andaman, Nicobar, India, tidak akan secara langsung mendorong terjadinya gempa di kawasan Sumatra.
“Karena jarak kedua lokasi jauh sekali,” kata Hilman yang dikutip vivanews.
Menurut Hilman, pernyataan Andi yang memprediksi gempa Nicobar berpotensi mendorong terjadinya gempa di daerah Sumatra dapat dimengerti sebagai imbauan kepada masyarakat agar lebih siap bila terjadi gempa bumi. (101/107/208/003/ags)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1464


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0