Mail to Friends

Tak Ada SMS Tsunami dari Gubernur

Jumat, 29/10/2010

Jumat, 29 Oktober 2010

ORANG ISENG MEMPERTAKUT RAKYAT

Khairul Jasmi

PADANG — Orang iseng mulai berulah. Ia menyebar SMS yang mempertakut masyarakat, terutama yang berdomisili di kawasan pantai. Ironisnya lagi, SMS yang ia kirim mencatut nama Gubernur Sumatra Barat dan BNPB.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno yang kelelahan dua hari di Mentawai pun geram lantaran namanya dicatut orang yang dinilai tidak punya hati. SMS ‘biadab’ itu, isinya menakut-nakuti warga agar tak mendekat ke pantai.

“Itu fitnah, tidak ada warning (peringatan) dari saya, dari pemerintah, dari BNPB. Tidak ada sama-sekali, tolong luruskan,” kata Gubernur Irwan Prayitno kepada Singgalang, tadi malam, saat mendarat di BIM sepulang dari Mentawai. Ia mendarat pukul 19.00 WIB langsung menggelar acara dengan anggota DPR, kemudian dengan Menteri PU serta BNPB. Pukul 22.00 WIB melakukan jumpa pers.

“Tidak benar itu,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Harmensyah di tempat terpisah.

Sejak dua hari lalu beredar SMS yang seolah-olah bersumber dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan BNPB.

Isi SMS fitnah itu: “Gubernur Sumbar & BNPB: Diberitahukan kepada warga agar tetap waspada dan menghindari perjalanan tidak penting dalam radius 5-6 Km dari bibir pantai dalam 1-5 hari ke depan karena pemerintah menetapkan siaga bencana dan tetap waspadai rentetan gempa yang terus mengancam. Indahkan pemberitahuan ini.”
SMS semacam itu, beredar luas dari telepon genggam yang satu ke yang lain. Setiap masuk ke setiap telepon genggam wartawan Singgalang, terus dibantah dan si pengirim SMS bisa memahami, SMS tersebut, fitnah belaka.Menurut Harmensyah, untuk menetapkan ‘siaga bencana’ harus dilakukan rapat lengkap dan diliput secara luas oleh pers. “Masa iya lewat SMS, mekanisme di pemerintahan ada, apalagi ini menyangkut soal bencana,” kata dia.

Di Mentawai
Begitu gempa pada Senin malam, Gubernur Irwan segera keluar dari rumahnya dan memantau keadaan kota. Ia berkomunikasi dengan kepala daerah tepi pantai.
Rabu, ia terbang ke Mentawai bersama Wapres Boediono. Wapres pulang ke Padang, Irwan tinggal di Mentawai. Di Mentawai, telepon genggam Irwan nyaris tak bisa dipakai. Jika pun bisa, terputus-putus. Sejumlah wartawan saling SMS dengan Irwan tentang data korban tsunami terakhir di bumi sikerei tersebut.

Kamis kemarin, Presiden SBY yang ke Mentawai dan Irwan seharusnya pulang bersama rombongan Kepala Negara, tapi tidak. Gubernur masih bertahan di lokasi bencana dan baru pulang senja hari.

Dari rentetan acaranya itu, tidak mungkin ada SMS warning dari pejabat manapun. Jika pun ada warning yang mengeluarkan haruslah Presiden RI.

Kisah
Irwan juga menuturkan kisahnya ke Mentawai. Menurut dia, di Mentawai ombaknya tinggi. “Ada dusun yang semuanya rata, perih hati saya dibuatnya,” kata dia.

Namun saya kagum, karena meski dusun itu rata dengan tanah, tapi tak seorangpun jatuh korban. “Penduduk di sana langsung lari ke bukit begitu gempa,” katanya.
Tapi ada juga dusun, yang rusak 20 sampai 80 persen, justru banyak korban tewas. “Mereka menganggap, karena sering gempa, tak ada tsunami, ternyata sekali ini lain,” katanya.

Ramai
Meski beredar isu-isu tidak baik yang cenderung menakut-nakuti warga, namun pusat kota tetap ramai. Kecuali Rabu, memang ada sedikit pengaruh.

Aktivitas sekolah, kantor dan pasar terlihat tetap normal, meski tak sepadat sebelum gempa. Ratusan orang lainnya memadati pelabuhan laut. Mereka hendak ke Mentawai. Sementara itu sejumlah helikopter terlihat terbang ke Mentawai guna mengantarkan bantuan.

Pantai
Harian Singgalang serta Harian Haluan yang praktis di tepi pantai, berjalan normal. Para karyawan dan wartawan bekerja sampai pagi. Mesin cetak bekerja seperti biasa. Tiap waktu shalat terdengar suara azan berkumandang dari sejumlah masjid di tepi pantai.
Bila malam, rumah makan tetap buka dan yang makan tetap ramai. Sejumlah wartawan Singgalang yang pulang dinihari, memperhatikan jalanan tetap menggeliat. Karyawan cetak yang pulang pagi disambut pagi yang manis dan warga yang memulai aktivitasnya. (*)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1529
 


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0