Mail to Friends

Tiga Nagari Percontohan Komoditi Unggulan

Minggu, 31/10/2010

Sabtu, 23 Oktober 2010

Tanah Datar, - Tiga nagari di Kabupaten Tanah Datar dicanangkan menjadi percontohan komoditi unggulan di Sumbar, seperti jagung, kakao dan peternakan.

Nagari Balimbiang, Kecamatan Rambatan dipercaya menjadi model pengembangan kakao. Berdasarkan data BPS tahun 2009, Di nagari tersebut luas lahan sekitar 6.928,80 hektare, dan sudah dimanfaatkan seluas 2.252,00 hektare. Sedangkan lahan yang masih tersedia seluas 4.676,80 hektare.

Gubernur Irwan Prayitno, mengatakan pada 2011 mendatang Sumbar menargetkan sebanyak 200 hektare akan ditanami kakao di masing-masing kabupaten/kota. Tapi yang dijadikan model empat kecamatan di kabupaten/kota di Sumbar, salah satunya Nagari Balimbiang, Kecamatan Rambatan. Pada 2011 mendatang tersedia sekitar Rp35 miliar untuk 5000 hektare bibit kakao hingga 2014 mendatang.

Ketua DPP Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), Zulhefi Sikumbang, Sumbar ekspor kakao 25 ribu ton/tahun. Nilainya mencapai Rp500 miliar, saat ini harga kakao di tingkat internasional mencapai Rp17 ribu hingga Rp28 ribu per kilo.

Menurutnya, kakao Sumbar tersebut di ekspor ke Singapura, Malaysia, Bangkok hingga Amerika.

Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigue, meminta agar harga kakao bisa dipertahankan, sehingga kehidupan petani kakao dapat meningkat dan petani tidak dirugikan saat harga kakao jatuh

Nagari Rambatan ditunjuk sebagai model untuk nagari sentra jagung. Di nagari tersebut penanaman jagung menggunakan teknologi pengapuran terpadu (TPT), untuk menghasilkan jagung sekitar 9 ton per hektare/tahun. Penerapan itu lakukan oleh Prof. Nurhajati Hakim, yang merupakan warga nagari setempat.

Teknologi pengapuran terpadu terdiri atas enam faktor yaitu, penggunaan kapur dua ton kapur giling per hektare yang bermanfaat selama dua hingga tiga tahun. Penggunaan bahan organik, seperti pupuk kandang matang sekitar 5 ton per hektare, penggunaan pupuk buatan, penggunaan varitas jagung unggul, pestisida rodhomil dan hujan yang cukuk atau ada irigasi.

Hasil penerapan teknologi pengapuran terpadu di Tanah Datar, sejak tahun 2009 lalu di Nagari Belimbing, Kecamatan Rambatan seluas 15 hektare yang dimulai pada September 2009 sudah tiga kali panen. Tahun 2010 penerapan dilakukan di empat nagari di dua kecamatan, yaitu Simawang dan Rambatan Kecamatan Rambatan, di arambahan dan Cubadak, Kecamatan Lima Kaum.

Penerapan terknologi terpadu ini sangat layak dikembangkan, dengan penerapan TPT potensi benih unggul, seperti BISI 816 sebanyak 11 ton per hektare dapat dicapai. Tanpa TPT, benih unggul juga tidak berarti banyak.

Sedangkan Nagari Salimpaung dicanangkan sebagai sentra peternakan, karena potensi ternak di nagari itu sangat tinggi. Menurut Wali Nagari setempat saat ini terdapat 136 kerbau, 481 sapi, 578 kambing dan ratusan ternak lainnya seperti itik, ayam dan unggas lainnya.

Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Edwardi mengatakan dicanangkannya Nagari Salimpaung sebagai model bagi daerah lainnya merupakan bagian dari program gubernur yang menerapkan satu sapi satu petani.

Pada 2011 mendatang, akan ada dana pengembangan ternak untuk seluruh wilayah di Sumbar, dana itu berasal dari APBN, APBD provinsi dan masing-masing kabupaten/kota.

Bantuan
Pada kesempatan itu, gubernur bersama tiga kepala dinas membawa bantuan bibit kakao, bibit karet, sapi sebanyak 30 ekor, alat pencacah kulit kakao.

Turut hadir dalam kunjungan kerja gubernur tersebut, Wakil Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis, Kepala Dinas Perkebunan, Fajaruddin, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Biro Humas dan Protokol, Surya Budhi dan sejumlah kepala dinas di lingkungan Kabupaten Tanah Datar.
(107)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1416


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0