Mail to Friends

Gubernur: Belum Ditaksir Kerugian Mentawai Akibat Tsunami

Senin, 01/11/2010

2010-10-29 12:10:43

Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno mengatakan belum ditaksir kerugian Kabupaten Mentawai yang ditimbulkan akibat bencana gempa dan tsunami yang terjadi Selasa (25/10) malam.

Menurut gubernur, kerugian material yang ditimbulkan akibat bencana tsunami tak akan terlalu besar, karena rumah-rumah masyarakat di Mentawai yang terkena dampak bencana, umumnya terbuat dari papan.

Terkait, diperkampungan yang disapu gelombang tsunami hanya terlihat kompor-kompor minyak tanah yang berserakan. Justru itu, Pemkab setempat masih belum bisa menghitung kerugian sampai hari ke empat pascagempa dan tsunami Mentawai.

Sebab, fasilitas umum yang terkena dampak tsunami yang ketinggian gelombang berkisar 12 - 15 meter itu, juga tidak banyak yang mengalami rusak berat.

Kendati demikian, gubernur sudah meminta Pemkab Mentawai untuk meniventarisir kerugian yang ditimbulkan becana tsunami tersebut. Pendataan yang lebih utama itu, kata Irwan, terhadap warga yang masih hidup berapa rumahnya hancur dan dimana titik lokasinya.

Terkait, pemerintah provinsi telah menindaklanjuti arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk pembangunan rumah sementara/bedeng-bedeng untuk korban bencana tsunami.

'Sesuai arahan Kepala Negara saat meninjau lokasi tsunami di Mentawai, pembangunan rumah sementara warga korban bencana itu digeser ke arah perbukitan di perkambungan mereka semula,' katanya.

Jadi, biaya pembukaan lahan permukiman baru masyarakat akan ditanggung pemerintah provinsi, dan tak tertutup kemungkinan bersumber dari dana bantuan berbagai pihak untuk bencana gempa dan tsunami Mentawai.

Semnatara itu, untuk pembangunan rumah-rumah sementara akan dibiayai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan menggunakan bahan lokal.

'Kita sudah rapat pada Kamis malam dengan Kepala BNPB dan Menteri PU, guna membicarakan langkah-langkah untuk merelokasi korban yang perkampungan mereka dilanda tsunami tersebut,' katanya.

Data sementara di posko tanggap darurat bencana Mentawai di Sikakap, menunjukan rumah rusak berak tercatat 436 unit, yang rusak ringan 190 unit.

Sedangkan sarana pendidikan SD sebanyak empat unit, SMA satu unit, rumah dinas pegawai enam unit, rumah ibadah satu unit, jembatan enam unit, resort dua unit dan satu kapal pesiar satu unit.

Gubernur menyebutkan, dari 27 dusun yang terkena dampak bencana gelombang tsunami, enam di antaranya terparah karena semua rumah rata dengan tanah.

Bahkan, akibat hempasan gelombang tsunami material bangunan rumah masyarakat yang terbuat dari kayu, ada yang sampai ke pinggir hutan.

Jumlah korban meninggal hingga Kamis malam sudah tercatat 370 orang, sekitar 80 persen sudah dikuburkan dan yang belum diharapkan pada Jumat bisa selesai.

Korban yang mengalami luka berat, tercatat 436 orang, lukan ringan 190 orang, katanya dan menambahkan, umumnya sudah mendapatkan perawatan medis Puskesmas Sikakap. (antara-sumbar.com)

(adrianto)
 


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0