Korban Mentawai Dapat Rp4 Juta
Kamis, 18/11/2010
Senin, 15 November 2010
DI TVRI GUBERNUR KUMPULKAN RP725 JUTA
Jakarta, Singgalang
Korban meninggal di Mentawai akibat tsunami akan mendapatkan santunan Rp4 juta per orang. Santunan itu berasal dari Kementerian Sosial. Korban meninggal akibat letusan Merapi dan bajir Wasior juga mendapatkan Rp4 juta.
Menteri Sosial, Salim Segaf Al’ Jufrie mengemukakan, pemerintah akan membantu semua korban bencana alam di Wasior, Merapi, dan Mentawai dari semua sisi. Salah satunta, santunan bagi korban meninggal. Bantuan lain juga diberikan dalam bentuk kompensasi atas hewan ternak dan kebutuhan pangan.
Sayangnya, santunan bagi manusia lebih kecil dibandingkan dengan hewan ternak.
Menurut Salim, yang perlu lebih dipikirkan sehabis bencana alam adalah kebutuhan lapangan kerja meningkat tajam. “Untuk itu, kita akan buka lapangan kerja le wat program-program sosial yang menjadi tanggungjawab Kementerian Sosial,” kata Salim Segaf Al’Jufrie di Masjid Istiqlal, Minggu (14/11).
Dalam masa tanggap darurat, Kemsos akan rutin menyelenggarakan trauma healing. “Memulihkan trauma para korban bencana alam jadi fokus perhatian kita,” ucap Mensos pada kcm.
Saat ini, ujar Mensos, pemerintah pusat masih menunggu data jumlah bantuan yang diperlukan dari pemerintah daerah setempat. “Sesudah data selesai, kami akan langsung berikan bantuan,” tegas Salim.
Dalam indeks itu, ditetapkan santunan manusia yang meninggal sebesar Rp4 juta. Angka tersebut lebih rendah dari dana pengganti satu ekor sapi ternak, yakni antara Rp 7 juta hingga Rp 10 juta.
Terkumpul Rp725 juta
Penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami Mentawai terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumbar. Bertempat di auditorium TVRI nasional Jumat (12/11) malam berhasil dikumpulkan dana sampai Rp725.700.000.
Pengumpulan dana tersebut melalui program Bincang Malam yang dipandu presenter Olga Lidya. Hadir sebagai pembicara, Gubernur Sumbar, H. Irwan Prayitno, Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Edison Seleluebaja dan tokoh perantau Minang, Fahmi Idris.
Pada kesempatan itu, baik Gubernur maupun Fahmi Idris menyatakan, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai masih sangat membutuhkan banyak bantuan agar tetap bisa bertahan di pengungsian, termasuk bantuan makanan. Namun gubernur yang saat itu didampingi isterinya dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar meminta agar para donatur tidak lagi mengirimkan makanan instans. “Masyarakat Mentawai masih butuh bantuan makanan, karena mereka masih sulit untuk melaksanakan pekerjaannya dan masih hidup di pengungsian, tapi jangan beri lagi mi instan. Itu malah nanti bisa sakit perut,” pintanya.
Pemerintah bersama dengan PMI kata gubernur telah merancang pembangunan huntara bagi masyarakat di daerah itu. Pemerintah akan membangun di Pagai Utara Selatan dan PMI di Pagai Selatan.
Gubernur juga menekankan, kelak untuk penggantian rumah masyarakat akibat gempa dan tsunami, tidak akan ada klasifikasi rumah rusak berat, sedang atau ringan. “Rumah di sana diterjang tsunami, jadi rumahnya tidak ada lagi, sehingga kita anggap semuanya rusak berat,” sebut gubernur menjawab salah seorang penanya.
Untuk penyalurannya, juga harus melalui prosedur yang sudah ditetapkan, tidak sembarang diserahkan saja. Hal ini mendapatkan dukungan dari Fahmi Idris. Katanya, apa yang dilakukan sudah benar dan memang demikianlah untuk mengatasi persoalan yang ada, sehingga tidak terjerat pula dengan masalah hukum.
Di kesempatan yang sama, gubernur juga sempat disentil oleh salah seorang anggota DPR RI asal Sumbar, Nudirman Munir yang mempertanyakan kepergiannya ke Jerman beberapa waktu lalu. Dengan diplomatis, Irwan menyatakan, kepergiannya ke Jerman semuanya tidak lain demi masyarakat Sumbar. “Saya kerja ikhlas bagi masyarakat Sumbar,” sebutnya.
Pada penggalangan dana yang berlangsung hampir tengah malam itu, hanya hadir beberapa tokoh masyarakat perantau Minang seperti mantan Gubernur Sumbar, Harun Zein, Nudirman Munir, utusan PT Semen Padang, Benny Wendry dan Direktur Bank Nagari, Syamsir Alam. Dalam pengamatan Singgalang tak tampak anggota DPR RI Sumbar lainnya. (104)
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1868
