Mail to Friends

Sudahlah, Serahkan Saja pada Tuhan

Kamis, 25/11/2010

Kamis, 25 November 2010

Rakyat Jangan Dipertakut Juga

PADANG - Singgalang Kalau takut pada tsunami diperturutkan, bisa ka balakang suok dibuatnya. Bahkan kita bisa menderita darah rendah, atau darah tinggi. Awak pula yang akan sakit karenanya, padahal anak mau sekolah, listrik mesti dibayar, cicilan motor tak boleh telat.

Karena itu, jalani hidup apa adanya. Kalau gempa, segera lari, Kalau tak gempa, jangan lari. Yang ke sawah pergilah ke sawah, yang menjual nasi, teruslah menggalas. Nelayan, kalau tak badai pergilah melaut. Tukang ojek, mengojeklah terus. Wartawan bikinlah berita yang menyejukkan. Sopir angkot jangan kebut-kebutan juga, tak satu dua yang dipikirkan orang sekarang. Para karyawan jangan merumpi juga. �Iyo tu, baa awak lai ko.� Sudahlah, akhiri semua itu sampai di sini. Mari bangun kehidupan baru dengan berserah diri pada Tuhan.

Paling tidak itulah saripati yang didapat Singgalang dari serangkaian dialog dengan warga Padang di Pasar Raya Padang di tepi laut, di Jalan Veteran, di kantor gubernur dan di Air Tawar Padang, sepanjang Rabu (24/11).

Bahkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, kemarin mengingatkan, soal gempa itu urusan Tuhan, bukan urusan manusia. Urusan manusia justru mengantisipasinya, bukan memercayai isu.

Kepada pihak yang bermental jahat, berhentilah mempertakut rakyat dengan SMS. �Beko ditembak patuih baru tau raso,� kata Dt Kakando yang ditemui di Lubuak Buayo, Padang, kemarin.

�Memelihara rasa takut, sama dengan menawar kematian, padahal mati hanya sekali, Tuhan selalu bersama ummatnya, tapi yang perlu diingat, jangan berbuat maksiat juga,� kata Bambang yang ditanya, Rabu (24/11) di Pantai Padang. Wartawan Singgalang kemarin makan siang di Rumah Makan Uncu, tepi laut Padang.

Pengunjung tetap ramai, meski berkurang. Menurut pengelola rumah makan itu, dalam beberapa hari belakangan pengunjung memang berkurang. Ini lantaran SMS teror gempa. Ia berharap, isu-isu itu segera berakhir.

Kemarin di Sushi FM seorang pendengarnya di Padang, menyampaikan uneg-unegnya soal SMS yang beredar dan resume rapat Dinas Perhubungan yang diedarkan PNS tak bertanggungjawab. Walikota Fauzi Bahar berusaha menjelaskannya. SMS isu gempa tidak benar.

Resume
Resume rapat Dinas Perhubungan 13 November 2010 yang belum ditandatangani, diedarkan pula oleh PNS yang tak bertanggungjawab. Kadinas Perhubungan Sumbar, Akmal, naik pitam dibuatnya. Dalam resume itu, disebutkan dalam waktu dekat akan terjadi gempa. bahkan dalam hitungan hari. Penyebar resume rapat itu, juga harus ditangkap, karena meresahkan. Betapa takkan meresahkan, foto copy-nya beredar luas.
�Tangkap saja,� kata anggota DPRD Sumbar, Rizanto Algamar kepada Singgalang, kemarin. DPRD juga akan memanggil Kadinas Perhubungan dalam beberapa hari ini.

Incar tanah
Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Sumbar, Basril Djabar yang ditanya kemarin, menduga SMS teror gempa, ada kaitannya dengan mafia tanah. �Kalau warga tepi laut sudah takut, tentu harga tanah murah, begitu murah diborong orang, hati-hati,� kata dia.
Menurut dia, saat ini memang banyak yang mengincar tanah di tepi laut untuk berbagai keperluan. Namun syukur, katanya, harga tanah tidak terlalu jatuh. Bukan hanya tanah di pantai, tapi juga di pusat kota, diincar banyak pihak.

�Jadi yang menerima SMS teror itu, jangan disebarkan, nanti Anda ditangkap polisi, panjang pula urusannya,� nasihat Basril. (003/004)


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0