Gubernur Sumbar Irwan Prayitno : Kota Payakumbuh telah berbuat, sementara kita baru memikirkannya
Senin, 20/12/2010
"Kita bangga dan patut diberikan apresiasi kepada pemko dan
masyarakat Kota Payakumbuh telah siap menerima program kesejahteraan Petani,
satu sapi satu petani dari pemprov Sumbar. Â Dan kelihatannya Kota Payakumbuh telah berbuat,
sementara kita baru memikirkannya, dimana Pemko Payakumbuh telah memprogram merancang
pasar ternak dan Rumah Potong Hewan yang modern di daerah ini".
"Kesiapan ini juga hendak menjadi inspirasi bagi pemkab/ko
lainnya di Sumatera Barat. Program ini lahir karena ingin menjawab keresahan
tentang kemiskinan di daerah ini, karena kita ketahui penduduk miskin itu
terbesar itu terdapat pada masyarakat Petani yang jumlah lebih kurang 50 persen
penduduk Sumbar".
Ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat melakuan
pencanangan Program Satu Sapi Satu Petani, sekaligus peresmian Pasar Ternak dan
Rumah Potong Hewan di Kota Payakumbuh, Minggu pagi ( 18/12). Hadir dalam
kesempatan tersebut, Dirjen Peternakan dan Kesehatan hewan, Dirjen Pengelolaan
dan Hasil Pertanian Kementerian Pertanian RI, Wako Josrizal Zain, Wakil Bupati
50 Kota, Sekdaprov. Mahmuda Rivai, Kadis Peternakan Ir. Edwardi, Kadis
Pertanian, Ir. Djoni Kadis Perkebunan Ir. Fajaruddin, Ka. Inspektorat ,
Erizal, SH, Ka Bapedalda, Drs. Asrizal Asnan, Kepala Biro Perekonomian Ir.
Ahmad Charisma, Kepala Biro Humas dan
Protokol, Surya Budhi,SH, utusan SKPD di lingkungan pemprov Sumbar, kepala SKPD
di lingkungan Pemko Payakumbuh serta utusan para petani dan perternak se
Sumatera Barat.
Lebih jauh Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, Â dari analisis dilapangan kemiskinan yang ada di
Sumbar lebih dikarenakan oleh banyak waktu yang disia-siakan oleh para petani,
selain lahan dan kondisi kehidupan kekurangan.Â
"Jika dilihat di lapangan para petani kita saat ini rata-rata baru melakukan
pekerjaan selama 3,5 jam sehari, padahal idealnya kita bisa melakukan pekerjaan
selama 8 jam sehari".
"Oleh karena itu kita mencoba memberikan solusi terbaik dalam
mengentaskan kemiskinan pada masyarakat dengan mengajak mereka untuk bekerja dan
berbuat minimal ada 3 kegiatan yang dekat dengan usaha pertanian. Â Saat ini kita juga telah membentuk Tim Terpadu
Program Mensejahterakan Kehidupan Masyarakat , terutama bagi masyarakat Petani
yang mau bekerja , berusaha dan ingin merubah hidup lebih baik".
"Munculnya gagasan Program Satu Petani Satu Sapi ini, karena
kita mengetahui usaha peternakan amat cocok dengan wilayah dan iklim kita yang
tropis, dan beternak sesungguhnya telah menjadi budaya nenek moyang di daerah
ini. Dan yang lebih penting lagi kegiatan program ini amat didukung oleh
pemerintah pusat terutama Kementerian Pertanian, karena kita sesungguhnya masih
mengimpor daging sapi karena kebutuhan yang cukup besar".
"Saat ini dalam kajian wilayah kita bisa mengembangkan lebih
dari 3 ribu produksi sapi, sementara yang ada baru mencapai sekitar 350 ekor
pertahun, jadi masih ada 2.650 sapi lagi yang dapat kita tingkatkan produksinya
setahun".
"Untuk permodalan kita telah melakukan kerjasama dengan Bank
Nagari bersama 7 bank penyalur program KUR untuk memberikan kemudahan kredit
bagi usaha para petani, pengrajin, dan UKM lainnya di Sumbar. Kita telah berketetapan hati dalam kurun
waktu 5 tahun ini, pemprov  Sumbar konsen
dengan program pensejahteraan petani ini", ungkapnya.
(Humas Sumbar)
