Gubernur Sumbar Canangkan Program Satu Petani Satu Sapi
Jumat, 14/01/2011
Niat Pemerintah Daerah Sumbar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program peningkatan kesejahteraan petani nampaknya tak sekedar omong kosong. Tanggal 19 Desember lalu Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno secara resmi mencanangkan peluncuran Program Satu Petani Satu Sapi di Kota Payakumbuh.
Pada saat itu Gubernur menyerahkan 80 ekor sapi kepada peternak, sekaligus menyatakan secara resmi dimulainya Program Satu Petani Satu Sapi di Sumatera Barat. Menurut Gubernur Kota Payakumbuh dipilih sebagai tempat peluncuran program karena Walikota Payakumbuh merupakan yang pertama merespon dan menyatakan siap menjalankan program tersebut.
Selanjutnya program serupa akan dilaksanakan di semua kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tergantung kesiapan dan keseriusan masing-masing daerah. Direncanakan masing-masing kabupaten dan kota diberikan 2 paket program sebagai tahap awal kegiatan. Nantinya akan dievaluasi, bagi daerah yang serius dan sukses melaksanakan program tersebut akan terus difasilitasi dan ditambah dengan paket program baru. Bagi daerah yang dianggap gagal, tentu program akan di stop dan dialihkan ke daerah lain.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Dirjen Peternakan Prabowo Respatio Caturoso, PhD, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian diwakili Ir. Okta Muchtar MA. Juga hadir pada saat yang sama Plt Sekdaprov Mahmuda Rivai SH, MM, walikota dan wakil walikota Payakumbuh H Josrizal Zen dan Syamsul Bahri, Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan. Sebagai dukungan atas program tersebut juga hadir Kadis Peternakan Ir. Edwardi MM, Kadis Pertanian Ir. Djoni dan Kadis Perkebunan Ir. Fadjar dan Kadis Perikanan Ir. Yosmeri.
Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno dalam sambutannya mengatakan Program Satu Petani Satu Sapi digagas untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Lebih dari 60 persen penduduk Sumbar adalah petani, namun sebagian besar petani tersebut masih belum sejahtera karena rata-rata petani hanya memiliki lahan 0,3 ha. Karena itu perlu dilakukan upaya dan program khusus untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam program ini diupayakan petani melakukan diversifikasi usaha. Mereka tidak hanya menjalan satu usaha, bertanam padi saja misalnya, tetapi melakukan usaha terintegrasi dengan peternakan, perikanan, atau perkebunan (integrated farming). Dengan melakukan system integrated farming tersebut tentu pendapatan mereka akan meningkat dan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.
Secara organisasi Pemda Sumbar telah membentuk tim khusus untuk mendukung program tersebut. Tim tersebut dinamakan Tim Gerakan Percepatan Pensejahteraan Petani. Tim ini merupakan gabungan 5 SKPD, yaitu Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan dan Koperindag. Tim ini diketuai oleh Ir. Djoni.
Dirjen Peternakan Prabowo Respatio, PhD dalam sambutan menyatakan sangat mendukung program yang digulirkan Pemda Sumbar. Menurutnya program tersebut merupakan ide cemerlang yang belum ada di daerah lain. Ia sangat tertarik dengan program tersebut karena simple, advertable, provitable dan duplicable.
Artinya program Satu Petani Satu Sapi yang digagas Sumatera Barat; sederhana sehingga mudah dilaksanakan, menguntungkan, cepat di terima masyarakat dan mudah di duplikasi di daerah lain. Program tersebut menurut dirjen sangat berpeluang untuk diduplikasi dan menjadi contoh bagi provinsi lain.
Pada saat dan di tempat yang sama juga diresmikan rumah potong hewan modern bertaraf internasional dan pasar ternak terbesar dan terlengkap di Sumatera. Kedua proyek tersebut bernilai sekitar Rp 29 milyar.
Agar program tersebut tidak menjadi sia-sia menurut gubernur, pemilihan petani yang akan menjalankan program harus sangat selektif. Kepada masing-masing daerah pelaksana program juga dilakukan system reward (penghargaan) dan punishment (sanksi). Sedangkan kepada petani pelaksana program gubernur meminta agar bekerja serius dan bersungguh-sungguh agar mampu meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Program yang sama juga telah resmi diluncurkan di Kabupaten Tanah Datar, tanggal 21 Desember. Berikutnya tanggal 24 Desember juga telah dilaksanakan peluncuran program serupa di Kabupaten Dharmas Raya.
Dirjen Peternakan Siap Mendukung
Dirjen Peternakan menyatakan siap mendukung program yang dilaksanakan Pemda Sumbar. Dirjen berjanjian akan memberikan perhatian khusus kepada Pemda Sumbar, dan mengalokasikan angggaran untuk mendukung program tersebut.
Perhatian khusus tersebut telah dibuktikan Dirjen Peternakan. Tahun ini telah dikucurkan 93 paket program SMD (Sarjana Membangun Desa) 9 paket program LM3 (Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat) untuk Sumatera Barat. Masing-masing paket SMD termasuk bantuan 30 ekor sapi, LM3 masing-masing sekitar 20 ekor sapi. Hingga saat ini Sumbar telah mendapat bantuan 193 SMD dan 88 paket LM3. (yonk)
Tabloid Suara Petani Edisi 82/Desember/Tahun VIII-2010
