Mail to Friends

Gubernur Irwan Prayitno: Minyak Tanah Hilang Lapor ke Polisi

Jumat, 14/01/2011

Padang, Singgalang

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno meminta masyarakat melaporkan temuan dugaan penjualan minyak tanah ke polisi, karena itu merupakan tindak pidana. Sementara, akibat dijualnya minyak tanah keluar Sumbar tersebut masyarakat kehilangan minyak tanah dan antrean dimasing-masing pangkalan tidak terelakkan.

”Kalau ada temuan langsung lapor ke polisi, karena itu pidana,” kata Irwan, kepada wartawan Rabu (12/1)

Dikatakannya, pemerintah provinsi secara langsung tidak memiliki kewenangan dalam mengawasi pendistribusian minyak tanah, karena itu merupakan tugas dari Pertamina. Sebab izin pendistribusian minyak tanah ke agen dan pangkalan dikeluarkan kabupaten/kota.

”Kita minta polisi melakukan pengawasan, karena kelangkaan minyak tanah tersebut ada yang bermain di belakangnya. Jadi kalau ada bukti langsung saja tangkap orang yang menjual minyak tanah keluar Sumbar,” sebut Irwan.

Senada dengan Gubernur ditempat terpisah, Kepala Dinas Koperindag Sumbar, Afriadilaudin mengatakan secara tidak langsung Diskoperindag tidak memiliki tanggung jawab dalam mengawasi pendistribusian minyak tanah, kartena itu tanggung jawab Pertamina.

”Secara langsung Diskoperindag tidak punya kewenangan dalam mengawasi pendistribusian minyak tanah. Tapi secara moral tentu ada dan itu dikoordinasikan dengan masing-masing kabupaten/kota,” terang Afriadilaudin.

Sebagaimana diberitakan Singgalang sebelumnya, langka minyak tanah diduga karena dijual ke provinsi tetangga. Itu dibuktikan dengan tertangkapnya oknum penyelundup minyak tanah oleh jajaran Polda Sumbar. Minyak tanah tersebut dibawa menggunakan drum dan travel.

Sementara, Ema, salah satu warga Simpangharu Padang, mengatakan minyak tanah mulai terasa langka sejak satu bulan terakhir. Harga minyak tanah diwarung-warung mencapai Rp5000 per liter. Sedangkan di pangkalan Rp3000 perliter. Pembelian dibatasi liter per orang.

”Di pangkalan selalu antre, tapi masih untung harganya tidak naik. Tapi kami membeli pakai kupon,” paparnya.

Selain minyak tanah, kebutuhan pokok lainnya juga naik, seperti beras. Kondisi itu membuat masyarakat kecil semakin menderita.


Singgalang, 13 Januari 2011
 


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0