Gubernur Surati Kada
Selasa, 18/01/2011
Gelar OP, Lepas Stok
Padang, Padek – Lama ditunggu akhirnya Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bertindak juga. Orang nomor satu di Sumbar telah menyurati seluruh kepala daerah (kada) kabupaten/kota untuk melakukan Operasi Pasar (OP). Ini menindaklanjuti langka dan naiknya harga beras di pasaran. Tak hanya OP, Irwan juga meminta pemkab/pemko untuk mengeluarkan stok beras yang dimilikinya untuk dijual kepada masyarakat.
”Teknis pelaksanaannya, kita serahkan kepada masing-masing pemkab/pemko.
Karena setiap daerah itu, beda-beda kemampuan dan kebutuhannya. Kita juga berkoordinasi dengan Bulog sebelumnya,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai melantik pengurus Forum Silaturahmi Majelis Taklim Sumbar di aula kantor Gurbernur, Minggu (16/1). Hingga saat ini, baru dua daerah yang menggelar OP. Yakni kota Padang dan Pariaman.
Mahalnya harga beras di pasaran, juga dirasakan warga Pasbar. Harga beras solok kini naik Rp1.000 per gantang. Sebelumnya Rp17 ribu, kini jadi Rp18 ribu. Kenaikan serupa juga terjadi di semua jenis beras. Sejumlah pedagang mengatakan, kenaikan harga beras dipicu menipisnya stok padi di heller, karena gagal panen.
Ides, pedagang di Pasar Simpangempat mengatakan harga beras kualitas I, Rp9.200 per kg dari harga sebelumnya Rp8.750 per kg.
Untuk beras kualitas II dijual Rp8.600 per kg dari harga sebelumnya Rp7.750 per kg. Beras kualitas III, dari Rp7.250 per kg menjadi Rp8.600 per kg. ”Harga beras ini terus berpotensi naik. Kita terpaksa menaikan harga karena harga beras dari agen juga naik,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya, Nur. Sejak tahun baru, harga beras terus melambung. ”Saya sendiri juga panik. Kata orang-orang, beras naik juga karena penimbunan. Harga BBM kabarnya, kan naik juga tahun ini,’ ulasnya.
Terpisah, Kepala Koperindag dan UKM Pasbar, M Iqbal mengakui saat ini harga beras sedang naik.
”Kenaikan harga masih normal. OP dilakukan jika harga telah melampaui batas di atas 20 persen,” tuturnya.
Marisa & Eri M
Padang Ekspres 17 Januari 2011
