Mail to Friends

Ali Asmar, Rosman dan Syahrial Syam

Selasa, 18/01/2011

Selasa, 18 Januari 2011
INILAH CALON SEKDAPROV SUMBAR

PADANG - SINGGALANG Tiga nama calon Sekdaprov Sumbar diajukan gubernur ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (17/1) untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

Tiga nama tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun Singgalang (berdasarkan abjad), Ali Asmar (Sekdako Padang Panjang), Rosman Effendi (Sekdakab Pesisir Selatan) dan Syahrial Syam (Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar).

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kepada wartawan membenarkan tiga nama sudah final dan diajukan ke pusat untuk mengikuti fit and propert test (uji kelayakan dan kepatutan).

Irwan mengaku dari 12 pejabat yang ikut tes sekaligus wawancara, masing-masing memiliki kemampuan berbeda. Ada keunggulan masing-masing yang bisa diandalkan. Sesuai aturan, hanya tiga nama yang diajukan ke pusat. �Siapa yang terpilih itulah yang terbaik bagi Sumbar,� kata Irwan.

Irwan mengatakan, biasanya proses di Kemendagri itu memakan waktu hampir tiga bulan. Tapi ia mengharapkan kalau dapat sesegera mungkin.

Para calon Sekdaprov itu, nantinya akan dipanggil ke Kemendagri menjalankan uji kelayakan dan kepatutan. Mereka diwajibkan menyampaikan visi dan misi.

Selanjutnya tiga nama itu akan masuk pada Tim Penilaian Akhir (TPA) Presiden untuk ditetapkan menjadi Sekdaprov.

Ali Asmar Piawai dan low profil
Berdasarkan informasi Singgalang, rekam jejak ketiga nama itu, bagus. Sarat pengalaman. Dari aspek persyaratan administrasi, juga lolos. Misalnya H. Ali Asmar sudah berkecimpung lama di dunia birokrasi.

Menjadi Sekdako Padang Panjang sejak awal Januari 2010. Sebelumnya menjadi Kepala Dinas Pendidikan Padang Panjang selama tiga tahun.

Sebelum diminta Walikota Padang Panjang Syuir Syam, putra Sungai Limau, Piaman kelahiran Belawan, 53 tahun lalu ini menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Tenaga Kerja Kabupaten Tanah Datar. Enam tahun, pria low profil dan pandai berdiplomasi ini menjabat di Kabupaten Tanah Datar pada 2001-2007.

�Hebat. Teruji menjembatani hubungan kepala daerah dengan legislatif sehingga menjadi harmonis. Yang sulit dilupakan, Pak Ali mudah diajak ngobrol. Banyak pikiran bernas lahir dari otaknya,� ujar seorang pejabat eselon IIb Pemko Padang Panjang.

Tak hanya itu, pejabat berpangkat IVd itu dikenal sebagai pejabat profesional dalam bekerja. Buktinya semasa Bupati Tanah Datar dijabat Masriadi Martunus, ia dipakai.

Berganti kepala daerah kepada Bupati Shadiq Pasadigue, suami dari Anita (PNS Pemko Padangpanjang), tetap dipakai. Padahal Masriadi dan Sadiq �bertarung� dalam pilkada. Inilah yang membuat, Ali memiliki peluang besar jadi Sekdaprov.

Ayah lima anak ini (tiga di antaranya sudah bekerja, tertua di PT. Trakindo Riau), tak hanya seorang pekerja profesional, jiwa manajerial juga dimiliki. Tak heran, selama menjabat Sekdako Padang Panjang, jajaran SKPD merasa senang. Koordinasi berjalan terus. Tidak kaku, tapi taat aturan. Kalangan DPRD-pun lega. Roda pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya.

�Saya siap di manapun ditugaskan, namun kalau saya dipercaya, saya akan menjabarkan visi dan misi pasangan kepala daerah,� kata dia kepada Singgalang, kemarin.

Rosman Effendi, diandalkan?
Nama berikutnya adalah H. Rosman Effendi, Sekdakab Pesisir Selatan. Ia adalah sosok yang dikenal tegas. Mantan Sekda Solsel itu selama menjabat di Pessel cukup disegani PNS. Soalnya ia disiplin dan selalu datang tepat waktu.

Meskipun sebagian besarnya dihabiskan bekerja mengurus pemerintahan, namun ia selalu tampil rapi. Bersama Bupati Nasrul Abit telah berhasil memprogram pendidikan wajib belajar (wajar) 12 tahun di Pessel sejak tahun 2010 lalu.

Tidak hanya itu, Rosman juga peka terhadap persoalan daerah. Ia turun tangan apabila terjadi bencana alam. Sebagai perpanjangan tangan bupati, Rosman berusaha menenangkan masyarakat yang terkena musibah dan mengirim bantuan makanan. Kepekaan Rosman ini menjadi andalan untuk menduduki posisi Sekdaprov.

�Kita sangat bersyukur apabila benar Pak Rosman tabang asok menjadi Sekdaprov. Suatu kebanggaan tersendiri bagi kita karena pejabat Pessel mampu berkarir pada tingkat lebih tinggi. Apalagi jabatan setingkat Sekdaprov, bukan orang yang sembarangan,� ungkap salah seorang PNS kepada Singgalang.

Syahrial Syam, Kian Tajam
Nama ketiga yang diajukan gubernur H. Syahrial Syam, pejabat senior di lingkungan Pemprov Sumbar. Kini ia menjabat Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) sejak pertengahan 2008.
Sebelum ke sana, menjadi Kepala Dinas Kehutanan Sumbar sejak April 2006.

Ia memang sarat pengalaman di lingkungan Pemprov Sumbar, mulai Wakadis Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan 2001-2003, lalu promosi menjadi Kepala Dinas Perkebunan pada 2003.

Tujuh bulan kemudian diamanahkan menjadi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan hingga 2006. Sarat pengalaman inilah, Syahrial makin tajam posisinya menjadi Sekdaprov.
Hal menarik dari sosok yang memiliki konsep dan pemikiran bernas ini adalah dipakai terus oleh gubernur, walau gubernur berganti. Saat Gubernur Sumbar dijabat Zainal Bakar, ia dipakai. Begitu Gamawan Fauzi-Marlis Rahman jadi induk semangnya, 15 Agustus 2005, rang Piaman ini tetap dipakai.

Kini di bawah kepemimpinan Irwan-MK, Syahrial tetap dipakai. Bahkan dijagokan pula sebagai calon Sekdaprov. Suatu bukti, bahwa ia pejabat profesional. Bekerja dan loyal ke pimpinan. Cakap pula berdiplomasi.

Rang Piaman kelahiran Padang, 19 Oktober 1952 lalu yang masih energik dan berpangkat IV d ini, juga cekatan. Suami dari Hj. Anelfi Kasoema dan bapak dari tiga putra ini, hingga kini tetap mengedepankan bekerja profesional.

�Saya siap bekerja di mana saja, karena bagi saya pekerjaan itu pengabdian dan saya bekerja profesional. Alhamdulillah saya dipercaya sebagai salah seorang calon,� kata Syahrial Syam tadi malam.

Ketua DPRD Sumbar Kecewa

Sementara itu, meski mengaku agak kecewa dengan tidak disebutkannya nama calon Sekdaprov kepada DPRD Sumbar oleh gubernur, Ketua DPRD tetap berpesan agar Sekdaprov terpilih nantinya adalah orang-orang yang memiliki kapasitas atau kemampuan sebagai seorang sekda. �Dia hendaknya senior dalam bidang administrasi,� katanya.

Selain itu, Sekda tersebut diminta tak hanya orang yang menguasai persoalan teknis, tapi juga politis. Dia harus orang yang mampu menjembatani pemerintah daerah dan pemda tersebut tak hanya gubernur tapi juga DPRD.

Bagaimana pun Sekdaprov adalah orang yang jadi kepala dari tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

Munculnya tiga nama calon Sekdaprov itu, berarti habis kemungkinan nama-nama lain yang sempat disebut-sebut sebelumnya, termasuk Mahmuda Rivai yang sudah menjabat Plt.
Sekdaprov sejak akhir Mei 2010 lalu hingga sekarang. Kalau tiga bulan beres proses Sekdaprov itu, seperti yang dikatakan gubernur Irwan, berarti Mahmuda memecahkan rekor, pejabat paling lama menjabat Plt. Sekdaprov. Dari Mei hingga tiga bulan ke depan.

Jabatan Plt. Sekdaprov terlama masih dipegang H. Sultani Wirman, hampir delapan bulan. Diangkat November 2005 hingga Juni 2006, dengan dilantiknya Yohannes Dahlan sebagai Sekdaprov defenitif. Plt. Sekdaprov lainnya yang hanya menjabat sebentar adalah Asrul Mas�ud, Asrul Syukur. (101/430/104)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=3260


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0