Puluhan Gugur Dua Orang Lulus
Rabu, 19/01/2011
Rabu, 19 Januari 2011
CALON KOMISARIS BANK NAGARI
PADANG - SINGGALANG Sejumlah calon komisaris Bank Nagari periode 2011-2014 yang mengikuti fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) yang digelar Bank Indonesia berguguran. Hanya dua yang berhasil yakni Wilson Hasan dan Eva Junaidi. Sedang Firman Hasan karena sebelumnya sudah menjabat, diperpanjang untuk periode berikut.
Puluhan calon komisaris yang tersingkir itu, mulai dari profesor sampai sarjana. Mereka tersisih karena menurut Bank Indonesia tidak memenuhi syarat. Dua yang lulus tes, dinilai bagus.
Wilson Hasan selama ini dikenal sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Bank Nagari, Firman Hasan Komisaris Bank Nagari periode 2008-2011 yang juga pengajar di Fakultas Hukum Universitas Andalas.
Sedangkan Eva Junaidi adalah anak muda kelahiran 1972. Ia bekerja sebagai dosen ekonomi Universitas Andalas dan menjadi konsultan Bank Dunia. Tanpa banyak rintangan, ia lulus.
Lulusnya tiga calon komisaris itu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Singgalang, Selasa (18/1). Meski sudah menghasilkan calon komisaris yang akan duduk sebagai komisaris definitif pada bank daerah yang memiliki aset Rp10 triliun lebih, masih dibutuhkan satu calon komisaris lagi
Akan halnya Firman Hasan yang dosen di fakultas hukum Unand itu, sebelumnya telah jadi komisaris juga. Ia tidak dites. Firman dinilai layak diperpanjang. Maka saat ini baru ada tiga nama calon komisaris. Dibutuhkan empat.
Terkait hal itu, kabarnya Bank Indonesia juga akan menyeleksi dua calon komisaris lagi. Sejauh ini, belum diperoleh keterangan siapa yang akan mengikuti fit and proper test. Namun demikian tentunya para pemegang saham segera diminta usulannya tentang siapa-siapa yang diangap pantas untuk mengikuti ujian tersebut.
Tadi malam, Gubernur Irwan Prayitno mengemukakan, keputusan BI akan dibawa ke RUPSLB, setelah keseluruhan hasil dari BI selesai. “Kini kita menunggu hasil keseluruhan,” kata dia.
Sebelumnya, Gubernur Irwan Prayitno seusai RUPS Bank Nagari di Hotel Pangeran Beach, Padang, Kamis (6/1) menjelaskan, ada beberapa calon komisaris yang akan menjalani ujian tersebut, dan BI yang akan memutuskan komisaris yang dianggap berkompeten sesuai dengan hasil ujian.
Menurutnya, seluruh calon komisaris tersebut diuji kelayakan dan kepatutan untuk bisa menjadi pengurus Bank Nagari. Salah satu kriterianya ialah para calon memiliki latar belakang yang baik untuk menjadi pimpinan terhadap perbankan daerah.
Untuk mengisi kekosongan posisi komisaris di Bank Nagari, pada RUPS telah dipilih dua komisaris sementara, yakni Yohannes Dahlan dan Firman Hasan.
Keputusan tersebut diambil para pemegang saham. Kedua komisaris sementara tersebut menjalankan tugasnya selama uji kelayakan dan kepatutan dilakukan. Mereka diberi tugas dan tanggung jawab hingga ada komisaris defenitif.
Berebut
Pada awalnya, puluhan orang tercatat sebagai bakal calon komisaris. Mereka berasal dari berbagai latarbelakang profesi. Banyak yang mencoba masuk lewat jalur koneksi. Masuk bisa, tapi lulus tidak. Lulusnya seseorang ditentukan oleh Bank Indonesia.
Menjadi komisaris bank, berbeda dengan komisaris BUMN. Untuk bank diperlukan kehati-hatian dan karenanya perlu dites secara berlapis.
Mereka yang ikut tes disigi dari dua sisi. Pertama dari sisi integritas, meliputi berbagai kemampuan, tidak ada kredit macet, kartu kredit lancar, tak tercela. Kemudian, tahu seluk beluk bank dan sederatan panjang persyaratan lainnya.
Bank Nagari saat ini memerlukan sentuhan marketing yang jitu guna menemukan ceruk pasar yang menjanjikan. Salah seorang komiaris memang harus mengerti ilmu marketing dan paham dengan kondisi sosial politik di Sumbar. Memiliki intuisi bisnis dan disegani banyak pihak. (013/003)
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=3294
