Mail to Friends

Dekranasda Dorong Kab/Kota Memiliki Ikon Cinderamata

Rabu, 19/01/2011

Bukittinggi, Singgalang

Dekranasda Sumbar mendorong agar masing – masing kabupaten dan kota di daerah ini memiliki satu ikon cinderamata atau pun makanan khas. Selain bisa menjadi andalan daerah, juga lebih memudahkan daerah melakukan pembinaan kepada para pengrajin atau produsen makanan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno kepada wartawan disela –sela kunjungannya ke berbagai sentra kerajinan dan makanan di Kota Bukittinggi belum lama ini.

Bagi daerah yang sudah memiliki satu ikon cinderamata atau makanan khas, tinggal melakukan pembinaan terhadap produksi dan kualitas produk yang dihasilkan.

”Bila suatu daerah sudah bagus hasil – hasilnya silahkan Dekranasda setempat terus mendorong agar pengrajinnya melakukan yang terbaik. Bagi yang masih kurang, kami dari provinsi akan melakukan pembinaan selama tiga bulan. Setelah itu kami kembalikan ke kabupatean dan kota bersangkutan,” sebut istri orang nomor satu Sumbar itu.

Sekretaris Dekranasda Kota Bukittinggi, Tati Yusmarni menyebutkan, pengrajin kerancang di Bukittinggi pada 2009 lalu mendapatkan bantuan mesin hitam sebanyak 362 unit. Kemudian pengrajin lainnya pada 2010 mendapatkan 400 unit mesin suji.

Agar mesin itu memberikan nilai manfaat yang besar terhadap para pengrajin, disana ada kader Pembina yang dipercaya mengawasi penggunaan mesin. ”Yah ada kader Pembina kami percaya mengawasi, supaya mesin benar – benar dipakai dan tidak dijual,” tambah ketua Dekranasda Sumbar.

Saat itu, Nevi yang didampingi pengurus Dekranasda Sumbar, yakni H. Warnim, H. Azmi Salim dan Farida serta pengurus Dekranasda Kota Bukittinggi, Ny. Harma Zardi, mengunjungi berbagai tempat kerajinan dan makanan, seperti usaha Perkayuan Ruyung S. Biru 94 milik H. Darmil R. Dt. Pado Basa.

Kemudian, bordir Kerancang KUB Anggrek milik Neldawati sentral oleh – oleh Ummi Family di jalan Soekarno – Hatta Gantiang, Bukittinggi, Kampung Bordir Kerancang di Kelurahan Manggis, Bukittingi dan lain- lainnya.

Pada usaha perkayuan tersebut pemiliknya, H Darmil menyebutkan, memulai usaha perabotnya dari kayu biasa. Namun pada tahun 2004 lalu karena susah mendapatkan kayu dia beralih ke kayu dari pohon kelapa.

”Untuk mengolahnya menjadi perabotan yang bagus diperlukan keterampilan khusus. Biaya untuk kursus itu tak murah sekitar Rp600 ribu/orang, tapi Alhamdulillah bisa kami lewati dan sekarang kami berencana akan memasarkan produk ini ke Singapura,” jelasnya.

Singgalang, 18 Januari 2011
 


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0