Sekprov Ditunjuk Wapres
Rabu, 19/01/2011
Gubernur Pastikan Tak Pakai Figur Impor
Padang, Metro
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memastikan, yang akan menjabat Sekprov Sumbar definitif nantinya adalah, satu dari tiga nama yang dikirim ke Kemendagri. Nama yang dikirimkan itu, adalah orang yang sudah melewati fit dan proper tes.
Pernyataan gubernur ini, seakan meredakan spekulasi kalau Sekprov Sumbar akan dijabat pejabat dari Kemendagri. Walaupun begitu, politisi PKS itu menyebutkan, pemilihan itu adalah wewenang Wakil Presiden, Boediono.
”Enggak mungkin lah Sekprov dijabat orang luar. Kan kita sudah mengirimkan tiga nama ke Kemendagri. Tidak ada nama lain yang dimunculkan pemprov ataupun Kemendagri. Cuma tiga nama itu saja,” ungkap Irwan kepada POSMETRO, di Padang, Senin (17/1).
Dijelaskan Irwan, setelah nama itu diterima, Kemendagri akan membentuk tim yang bertugas untuk memanggil satu per satu nama yang telah dikirim tersebut. Ketiganya, jelas Irwan, akan dites ulang oleh pejabat Kemendagri yang tergabung dalam tim penilaian dan evaluasi.
”Para calon juga dituntut untuk memaparkan visi dan misinya. Setelah tahapan itu selesai, akan diberi nilai oleh tim tersebut,” ungkap Irwan sembari menyebut, hasil nilai itu kemudian diserahkan ke Wapres.
Nilai ketiganya, akan diserahkan kepada Tim Penilai akhir (TPA). Di tangan TPA ini, nilai beserta kecakapan ketiga calon akan diperdebatkan serta dipertimbangkan siapa yang layak. Namun, TPA tidak berwenang untuk memilih langsung. ”Nah, nama ketiganya diserahkan ke Wapres beserta nilainya, Wapres akan memilih dengan menunjuk nilai yang dimiliki tiga calon itu,” tutur Irwan.
Irwan juga mengungkapkan, dalam finishing pemilihan Sekprov, Pemprov Sumbar tidak bisa ikut campur terlalu jauh. ”Semuanya terserah pusat. Pokoknya, tiga nama yang dikirimkan adalah birokrat – birokrat terbaik yang dimiliki Sumbar. Jadi, siapapun yang akan jadi Sekprov tidak masalah. Ketiganya memiliki kapabilitas yang luar biasa. Kita tunggu saja, siapa nama yang dipilih Wapres. Saya yakin, pilihan itu nantinya tepat,” lanjut Irwan tanpa mau menyebutkan nama – nama calon sekprov yang dikirimkan itu.
Dewan Tak Dibawa Serta
Sementara, Ketua DPRD Sumbar Yulteknil mengaku kecewa dengan sikap gubernur, yang tidak memberitahu DPRD soal pemilihan Sekprov. ”Itu yang kita sayangkan. Orang sudah ribut –ribut soal Sekprov, kok eksekutif tidak memberikan informasi ke DPRD. Kita menyayangkan sikap yang demikian. Memang, pemilihan Sekprov bukan gawe DPRD, tapi alangkah baiknya kalau didiskusikan. Sikap seperti itu dirobah lah. Masalah Sekprov kan masalah Sumbar,” tegas Yulteknil.
Di satu sisi, Yulteknil berharap, Sekprov yang akan terpilih nantinya benar –benar figur yang layak serta memiliki kharisma kepemimpinan. ”Pastinya, mesti senior dan panutan di lingkungan birokrasi. Sekprov juga jangan hanya melek birokrasi, tapi juga mesti pandai memainkan perannya di segala bidang. Kita berharap, Sekprov nantinya mampu membawa birokrat Sumbar lebih baik,” lanjut Yulteknil.
Komunikator Ulung
Terpisah, mantan Sekprov Sumbar, Rusdi Lubis kepada POSMETRO, memiliki penilaian tertentu terhadap kriteria calon Sekprov Sumbar ke depan. Menurutnya, sosok sekda haruslah memiliki kemampuan membantu gubernur dalam urusan administrasi pemerintahan. Sehingga, sosoknya mesti orang yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan luas terhadap administrasi pemerintahan. ”Seorang sekda juga harus dapat mengerti visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur dan dapat melaksanakannya dalam berbagai program dan kegiatan,” terangnya.
Rusdi juga menggarisbawahi, sosok Sekprov juga harus dapat jadi seorang komunikator ulung, yang dapat menjaga hubungan kondusif antara gubernur dan wakil Gubernur, DPRD dan muspida. Selain itu, sekda juga harus dapat mengkoordinir seluruh staf di lingkungan Pemprov Sumbar, baik itu pada dinas, biro dan badan.
”Jangan sampai, kebijakan gubernur dan wakil gubernur, dalam pelaksanaannya tidak jalan di tingkat staf pada dinas, biro dan badan. Semuanya di bawah kendali sekprov. Karena itu, seorang sekprov harusnya benar –benar seorang yang berpengalaman, memiliki track record yang baik, menguasai administrasi pemerintahan dan keuangan. Ini penting agar Gubernur dan wakil Gubernur jangan sampai tersangkut persoalan hukum, dalam berbagai kebijakannya,” harap Rusdi Lubis.
Sementara itu, informasi yang dirangkum POSMETRO dalam berbagai diskusi dengan kalangan pejabat dan staf di rumah bagonjong, beberapa nama calon sekprov yang muncul sebagai calon kuat antara lain, Sekkab Pesisir Selatan Rosman Effendi, Ali Asmar (Sekko Padangpanjang), Yulrizal Bahrain (Mantan Plt Sekkab Mentawai), Syahrial Syam (Kepala Badan Ketahanan Pangan) dan Mahmuda Rivai (PLT Sekprov Sumbar).
Dari analisa berbagai sumber, semuanya sepakat dengan apa yang diungkapkan Rusdi Lubis. Nama – nama yang muncul memiliki kans yang sama. Satu sama lain, memiliki kelebihan dan kekurangan. Pergunjingan ini semakin menarik, karena gubernur juga menutup rapat informasisoal sekda ini.
POSMETRO, 18 Januari 2011
