Mail to Friends

Ketua Dekranasda Kunjungi Pengrajin Bukittinggi

Kamis, 20/01/2011

Bukittinggi, Singgalang

Usaha dan komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi untuk menggiring eksistensi produk kerajinan lokal ke level yang lebih baik, mendapat angin positif dari provinsi.

Jumat (14/1) Ny. Hj. Nevi Irwan Prayitno selaku ketua dewan kerajinan nasional daerah beserta rombongan berkunjung ke – 5 lokasi pengembangan produk unggulan di Bukittinggi.

Lima lokasi itu adalah usaha perkayuan Ruyuang S. Biru 99, Surau Gadang, Kampung Bordir Campago Guguak Bulek, asosiasi pengusaha kerupuk sanjai Bukittinggi, Gantiang, Kampung Bordir Karancang Manggis dan terakhir UPTD bordir kerancang.

Rombongan istri Gubernur Sumbar ini didampingi Hj. Rahmi Yetti Harma Zaldi, Kadis Perindagkop Gustav dan Kabid Perindustrian Tati Yasmarni. Tempat pertama yang dikunjungi adalah studio usaha perkayuan Ruyung S. Biru 99 yang dipimpin H. Dasmil R. Dt. Pado Basa. Di situ rombongan mengamati dan mengagumi berbagai koleksi perabotan dari kayu ruyung kelapa yang begitu mengkilat dan elegan.

”S. Biru 99 sudah sering ikut eksibisi di Jakarta, dan merupakan satu – satunya di Sumbar kelompok usaha kayu ruyung yang berorientasi ekspor,” jelas Gustav.

Rombongan juga dibuat terpana dengan kehalusan dan keindahan hasil bordir kerancang Kampung Bordir Kelurahan Campago Guguak Bulek.

Kampung ini termasuk kampung sentra bordir yang warganya mayoritas berprofesi sebagai penjahit kerancang. Para penjahitnya sudah tergabung dalam kelompok usaha bersama. Salah satunya, KUB ’Maju Bersama,’ yang diketuai Yuni Osrita dengan 19 anggota penjahit.

”Produk hasil kampung bordir berhasil menawan hati dan akan saya bawa ke expo nanti,” tukas Nevi spontan.

Setelah memanjakan mata, giliran lidah pengunjung yang dibuai dengan renyahnya kerupuk balado produksi asosiasi pengusaha kerupuk sanjai Bukittinggi.

Ditemui di sela – sela kunjungannya, Tati menjelaskan tujuan dari program kunjungan ketua Dekranasda Sumbar ke kota sanjai.

”Kita ingin minta dukungan moril dan meyakinkan bahwa produk hasil Bukittinggi ini sudah melewati tahap good manufacturing practice, jadi standar kualitasnya terjaga,” katanya.

Kadis Sosial dan Tenaga Kerja H. Salman yang juga bergabung dengan rombongan, memberikan perspektif yang lain tentang perkembangan iklim usaha di Bukittinggi.

”Para pengrajin dan pengusaha ini namanya ’pekerja mandiri’.

Kita harapkan dapat membuka seluas – luasnya kesempatan pada para pencari kerja untuk belajar dan berlatih. Karena learning by doing (belajar sambil bekerja) adalah wadah latihan yang paling efektif.

“Mudah – mudahan semakin berkurang para pencari kerja di Bukittinggi karena telah memiliki skill sebagai pengrajin,” ujarnya.

Singgalang 19 Januari 2011
 


Warning: Unknown: open(/tmp/php/2/2/1/sess_22174245f6bbd3a2916e3229392d6ccb, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0