Pelayanan Didekatkan
Selasa, 25/01/2011
Samsat Keliling Dioperasikan
Padang, Singgalang
Perlahan tapi pasti. Berkonsep dan berstategi. Ini benar yang ditekankan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wagub Sumbar Muslim Kasim dalam menelorkan kebijakan yang pro rakyat. Termasuk pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan dengan mengoperasikan samsat keliling.
Rabu (8/12), bertempat di terminal Lubuk Buaya, Padang, Gubernur Irwan langsung meluncurkan samsat keliling tersebut. Hadir dalam kesempatan itu, jajaran petinggi Polda Sumbar dan unsur Muspida Sumbar, PT Jasa Raharja, pengusaha otomotif, pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar dan undangan lain.
Menurut Irwan, terobosan itu dilakoni untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak. Dengan demikian masyarakat wajib pajak yang tadinya tinggal cukup jauh dari kantor samsat, sekarang tidak lagi merasa kesulitan.
”Para wajib pajak tidak perlu waktu lama dan biaya transpor besar lagi untuk membayar kewajibannya di kantor samsat. Kesadaran membayar ada, tapi sering dihadang oleh mencapai kantor samsat yang jauh dari tempat tinggal. Ini yang kita pangkas,” kata Irwan.
Penerapan samsat keliling itu, dalam aspek pendapatan pajak, diperkirakan bertambah 5 persen dari kondisi normal. Namun, Pemprov tak sekadar mengejar peningkatan pendapatan, lebih penting lagi peningkatan mutu layanan sehingga masyarakat puas. Samsat keliling ini, tak obahnya menjemput bola ke masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Sumbar Zul Evi Astar menambahkan, dalam menjabarkan kebijakan Gubernur Irwan Prayitno dan Wagub Muslim Kasim, untuk tahap awal dimanfaatkan tiga bus yang dioperasionalkan untuk delapan kab/kota. Yaitu Pessel, Pasaman, Pasbar, Sijunjung, Kab Solok, Dharmasraya, Limapuluh Kota dan Kota Padang.
Tiga bus itu difungsikan di lokasi yang jauh dari kantor samsat masing-masing, terutama di lokasi yang potensi wajib pajak cukup besar. Misalnya di Kab. Pessel. Kantor Samsat berada di Painan, sedangkan bus samsat keliling ditempatkan di Tapan dan Air Haji yang jaraknya lebih 100 km dari Painan.
”Tahun depan, kawan-kawan Samsat di Padang Pariaman dan Agam juga sudah mengusulkan lokasi-lokasinya untuk ditempatkan pula bus samsat keliling. Kita tetap menempatkannya pada hari-hari pasar di lokasi itu sehingga benar-benar tak menyulitkan masyarakat,” ujar Zul Evi.
Dengan dioperasionalkannya tiga bus samsat keliling itu, wajib pajak yang ingin mengurus pajak kendaraan bermotor (PKB), pengesahan surat tanda nomor kendaraan (STNK), Santunan Dana Wajib Kecelakaan Lalu Lintas (SWDKLL), gampang. Tidak repot-repot lagi cukup hanya membawa identitas diri (KTP/SIM), STNK asli dan bukti pelunasan PKB dan SWDKLL.
Selain samsat keliling, terobosan lain yang diterapkan adalah program samsat quick response (SQR) sejak Januari 2010. Layanan ini, wajib pajak cukup menelpon kantor Samsat di daerah masing-masing ketika ingin membayar PKB. Setelah itu, petugas Samsat datang menjemput ke rumah atau ke kantor wajib pajak berkas persyaratan PKB. Setelah diproses, diantar kembali.
Layanan model begini gratis di seluruh kantor Samsat. Sudah melayani pula 42 kecamatan dari 175 kecamatan di Sumbar. Alhasil, hingga November 2010 pendapatan yang diperoleh dengan sistim ini lebih dari Rp1,88 miliar.
Ke depan, diterapkan pula layanan samsat drive thrue. Pembayaran pajak langsung ke kantor samsat drive thrue tanpa turun dari kendaraan. Tahap awal diterapkan di samping kantor samsat Padang tahun 2011. Layanan ini lebih praktis. Wajib pajak tak perlu antre berlama-lama di kantor samsat.
Singgalang, 9 Desember 2010
