Gubernur Irwan Prayitno: SPP Bukan Sekolah Buangan
Kamis, 27/01/2011
Padang-Singgalang
Keberadaan Sekolah Pertama Pertanian (SPP) yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, bukanlah sekolah buangan, yang diisi oleh anak didik yang tidak diterima di sekolah lain. Justru sekolah ini sangat menunjang program pensejahteraan petani.
“SPP menjanjikan. Pas benar dengan kondisi Sumbar yang mayoritas hidup di sektor pertanian. Ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar akan terus memperhatikan sehingga menjadi sekolah andalan,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat berkunjung ke SPP di Lubuk Minturun, Padang, Selasa (25/1).
Dalam kunjungan yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar Djoni, Gubernur menyampaikan, tidak hanya kepada kalangan pendidik, tapi juga kepada siswa yang berkumpul di mushala lingkungan sekolah. Di sini gubernur juga memberikan motivasi kepada anak didik.
Program pensejahteraan petani sendiri menjadi fokus bagi pasangan Gubernur Irwan Prayitno dan Wagub Muslim Kasim. Dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) lima tahun ke depan. Dijabarkan dalam berbagai kegiatan. Penekanan kepada sektor ini, juga didasari kondisi riil masyarakat Sumbar yang mayoritas bergantung di pertanian.
Irwan mengatakan, dari sarana sekolah, mulai bangunan, asrama, perlengkapan penelitian, laboratorium, komputer hingga fasilitas pendukung, untuk saat ini sudah memadai. Tinggal lagi soal SDM seperti yang diungkapkan pihak sekolah kepada gubernur sebelumnya, mereka kekurangan guru.
“Soal guru ini, kita akan segera menyurati bupati/walikota se-Sumbar terkait dengan kebutuhan guru di SPP, agar mengizinkan guru yang dibutuhkan bisa pindah menjadi PNS Pemprov dan mengabdi di SPP. Tapi, sebelumnya, dari kini jajaki dululah secara informal kepada person guru-guru yang mau mengabdi di sini,” ujar Irwan.
Mantan anggota DPR RI tiga periode yang sekaligus psikolog ini meyakini keberadaan SPP ke depan, menjanjikan bagi anak didik. Tamat dari sini, yang mau mandiri diberi modal. Yang meneruskan sekolah ada pula. Bahkan kerap pula diminta perusahaan swasta di perkebunan.
Tidak saja itu, Pemprov Sumbar yang sudah MoU dengan Jepang, juga membuka peluang ke negeri matahari itu. Butuh tenaga handal di sektor pertanian dan perternakan. “Dimagangkan di sana. Belajar sambil bekerja. Pengalaman dapat, ilmu dapat, uang dapat pula,” ujar Irwan.
Anak didik yang mendengarnya, tersenyum. Terlihat wajah-wajah optimis mereka. Irwan berharap pula kepada pihak sekolah untuk menerapkan seleksi ketat masuk ke SPP sehingga diminati. Kapan perlu, tidak usah dipungut SPP, melainkan gratis. Input mantap, maka hasilnya lebih mantap.
Singgalang, 26 Januari 2011
