Profil Nagari Bakal Tentukan Kucuran Kredit
Minggu, 30/01/2011
Padang, Metro
Program terpadu kesejahteraan petani dan program terpadu peningkatan perekonomian usaha mikro dan kecil yang menjadi salah satu program Pemprov Sumbar dalam pengentasan kemiskinan masyarakat Sumbar, belum di respon positif oleh pemerintah di tingkat nagari.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat rapat kerja Pemprov Sumbar dengan Kepala desa dan Lurah, Senin (24/1) malam mengakui, dari 629 nagari yang ada di Sumbar, hanya terdapat puluhan nagari yang baru menyerahkan data profil potensi nagarinya kepada Pemprov Sumbar.
“Kita telah meminta seluruh nagari untuk menyerahkan data profil potensi nagarinya, saat rapat koordinasi beberapa waktu lalu. Namun, sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan, baru dua nagari yang menyerahkan, sedangkan yang lainnya menyusul. Jumlahnya pun baru puluhan,” ungkap Irwan Prayitno.
Dikatakannya, program terpadu peningkatan perekonomian usaha mikro dan kecil bermaksud mewujudkan ekonomi masyarakat yang sejahtera, sehat produktif, berbasis kerakyatan, berdaya saing regional dan global.
Untuk merealisasikan program ini, Irwan meminta kepada seluruh kepala desa dan lurah agar mendata seluruh usaha mikro di wilayahnya masing-masing. Sedangkan program terpadu kesejahteraan petani, merupakan program pembangunan perekonomian masyartakat petani.
“Program ini digalakan mengingat 60 persen penduduk Sumbar memiliki mata pencaharian bertani. Namun dengan jam kerja yang belum efektif (berkisar 3,5 jam/hari), pendapatan petani masih di bawah upah minimum regional,” terangnya.
Melalui program yang berbasis Rumah Tangga Petani (RTP), Pemprov Sumbar menargetkan setiap RTP memiliki tiga usaha dengan jam kerja 8 jam/hari. Sedangkan sistem permodalannya, Pemprov Sumbar telah menyediakan berbagai bantuan melalui RUPS, KURS serta APBD 2011.
Untuk mewujudkan pelaksanaan dua program tersebut, perlu dilakukan sertifikasi tanah masyarakat, yang diharapkan dapat memberikan legalitas bagi hak milik atas tanah dalam menunjang usaha masyarakat.
Selain itu, setiap desa dan kelurahan perlu menyiapkan profilnya masing-masing. Karena, sangat dibutuhkan untuk mengetahui karakteristik, potensi SDA dan SDM wilayah yang bersangkutan.
Posmetro, 27 Januari 2011
