Pembukaan Jalan Tembus ke Dharmasraya Mendesak
Rabu, 02/02/2011
RAKOR KEPALA DAERAH SE-SUMBAR DI SOLOK SELATAN SUKSES
Solok Selatan-Kabupaten Solok Selatan sebuah daerah baru yang telah mampu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan berskala besar. Semisal, di bidang olahraga.
Solok Selatan sudah tiga kali sukses menyelenggarakan iven besar, dan untuk tahun 2011, diawal tahun ini Kabupaten Solok Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) I Gubernur dengan Bupati/Walikota se-Sumatera Barat.
Ditunjuknya Kabupaten Sarantau Sasurambi sebagai tuan rumah Rakor I ini merupakan hasil dari kesepakatan kepala-kepala daerah se-Sumatera Barat beberapa bulan lalu dan ini sangat disambut positif oleh Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria bersama Wakil Bupati Abdul Rahman, Ketua DPRD H. Khairunas beserta anggota DPRD.
Pertemuan antar kepala daerah dengan Gubernur Sumatera Barat yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (26-27/1) membuat semua pegawai Pemda Solok Selatan antusias untuk menanti kedatangan para tamu Sumatera Barat, sehingga terbentuklah panitia pelaksana dan persiapan yang matang.
Puluhan kepala daerah se-Sumatera Barat ditambah ratusan pejabat lainnya berdatangan ke daerah Sarantau Sasurambi. Selain menghadiri Rakor, mereka juga berkeinginan lebih dekat melihat kondisi dan wilayah Solok Selatan yang kaya dengan hasil bumi tambang.
Rabu (26/1) Rakor Gubernur dengan Bupati/Walikota se-Sumatera Barat langsung dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Rakor ini juga dihadiri oleh anggota DPD-RI yang diwakili oleh Riza Falefi. Kehadiran bupati/walikota serta pejabat lainnya hampir mencapai 98%.
Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria selaku tuan rumah dalam sekapur sirihnya mengatakan, tujuh tahun lamanya Kabupaten Solok Selatan berpisah dengan Kabupaten induk Solok, selama itu pula Kabupaten Solok Selatan menggapai perubahan. Perubahan tersebut dicapai secara perlahan namun pasti.
Pertumbuhan disegala sektor sudah dirasakan. Itulah makna dan arti dari pemerintahan serta otonomi daerah. Hasil yang telah dicapai di sektor pemerintahan, dulu Solok Selatan hanya memiliki 12 Nagari dan sampai tahun 2011 ini sudah mencapai 38 Nagari hasil pemekaran dan ini menunjukan betapa besarnya nikmat yang telah dirasakan masyarakat Solok Selatan.
Dengan dipercayanya sebagi tuan rumah Rakor, ini jelas merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Artinya Solok Selatan sudah diperhitungkan. Melalui kegiatan ini, banyak hal bisa disampaikan, baik yang akan dan telah dilakukan selama ini.
”Yang perlu kami sampaikan, masalah perbatasan dan pembukaan jalan tembus ke Kabupaten Dharmasraya. Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian kedua masyarakat. Setelah beberapa hari lalu kami turun ke lokasi, perlu kiranya segera direalisasikan jalan tembus tersebut,” kata bupati.
Selain itu juga kelanjutan pembangunan jalan Kambang Muaralabuh yang sejak puluhan tahun menjadi dambaan kedua masyarakat bersaudara. Namun belum juga ada titik terangnya. Jalan Kambang Muaralabuh merupakan urat nadi perekonomian kedua daerah termasuk jalan alternatif untuk mengatasi bencana gempa di Pesisir Selatan dan ini sangat jadi harapan masyarakat.
Masyarakat Solok Selatan sangat berharap kepada Gubernur Sumbar dan anggota DPD-RI untuk lebih menganggarkan dana APBD Provinsi untuk pembangunan di Solok Selatan, termasuk jalan lintas Provinsi solok Selatan-Padang yang sering rusak berat.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam sambutannya pada pembukaan Rakor mengatakan, kehadiran Bupati/Walikota dalam acara Rakor ini merupakan sebuah amanah masyarakat untuk membangun sebuah daerah. Untuk itu, kegiatan ini perlu dicermati dan dilaksanakan secara konsekuen.
Makna dari pelaksanaan kegiatan Rakor ini sangat banyak. Di samping mengevaluasi seluruh kegiatan yang ada di daerah masing-masing, berbagai kendala dan permasalahan pembangunan di daerah bisa disalurkan didalam forum yang diselenggarakan 2 bulan sekali ini.
Irwan Prayitno mengatakan, Bupati/Walikota dan DPD-RI bersama-sama kita memberikan dukungan dan pembangunan yang ada di daerah masing-masing, dalam rangka peningkatan ekonomi, perbaikan taraf hidup masyarakat mengentaskan kemiskinan dengan mengsingkronisasi kan semua program.
Singkronisasi bukan hanya datang dari provinsi saja, namun sinkronisasi haruslah ada dari tingkat kota dan kabupaten. Untuk itu, kepada Bupati dan Walikota agar bisa memberi pembinaan kepada masyarakat, sehingga mampu memberikan makna membangun bersama.
Hari kedua Rakor, Kamis (27/1), dilaksanakan tepat pukul 09.00 Wib dan langsung dibuka Gubernur Sumbar. Dalam pertemuan kedua ini, hampir semua kepala daerah menyampaikan program masing-masing.
Sebagai narasumber pada acara kedua ini adalah Rizal Falepi, anggota DPD-RI. Dalam pertemuan hari kedua tersebut, baik Gubernur maupun Rizal fahlepi banyak mendapatkan masukan terkait pembangunan di Sumatera Barat.
Ditutup Wagub
Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim secara resmi menutup Rakor I. Muslim Kasim dalam pidato singkatnya mengatakan, Rakor ini telah selesai dilaksanakan. Dari rapat tersebut telah pula diambil beberapa masukan dan dari kegiatan ini telah terjalin kerja sama yang baik antara Bupati/Walikota se-Sumatera Barat dan berharap kegiatan bulanan ini bisa membawa arti yang penting dalam segi pembangunan di Sumatera Barat.
Pemprov Sumatera Barat, kata Wagub, sangat bangga dengan Kabupaten Solok Selatan yang telah mampu menyelenggarakan kegiatan besar seperti Rakor ini.
”Kita sebelumnya sangat khawatir apakah Solok Selatan akan mampu menyelenggarakan Rakor ini atau tidak. Namun kenyataannya, semua yang dilakukan Solok Selatan sangat baik dan kita berikan semangat untuk Kabupaten Solok Selatan. Semua agenda terlaksana dengan tertib, aman, terkendali termasuk pelayanan lainnya.
Singgalang, 31 Januari 2011
