Alumni SPP Berpeluang Magang ke Jepang
Minggu, 06/02/2011
Alumni Sekolah Pembangunan Pertanian Sumatera Barat berpeluang besar untuk dikirim magang ke Jepang. Setiap tahun Jepang membutuhkan sekitar 16000 tenaga magang yang akan ditempatkan di berbagai usaha pertanian di Jepang. Peluang tenaga magang dari Indonesia masih terbuka luas.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar Prof Dr. Irwan Prayitno saat berkunjung ke Sekolah Pembangunan Pertanian (SPP) Sumbar dan Balai Bebih Induk Tanaman (BBI) di Lubuak Minturun, pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut gubernur didampingi kepala Dinas Tanaman Pangan Sumbar Ir. Djoni.
Peluang alumni SPP untuk memanfaatkan kesempatan tersebut lebih besar karena spesifikasi tenaga yang dibutuhkan memang di bidang pertanian, cocok dengan keahlian yang dimiliki alumni SPP. Keahlian dasar yang mereka miliki bisa langsung nyambung dengan kegiatan magang yang akan mereka laksanakan nanti di Jepang.
Permintaan tenaga magang asal Sumatera Barat ini meningkat setelah kunjungan Gubernur Irwan ke Jepang beberapa waktu lalu. Bulan lalu utusan dari provinsi Kanagawa telah datang ke Sumatera Barat sebagai kunjungan balasan Gubernur sebelumnya, sekaligus menindaklanjuti kerjasama dengan Sumatera Barat. Akhir bulan ini juga akan datang utusan dari Provinsi Kagawa, juga sebagai kunjungan balasan dan menindaklanjuti kerjasama antara kedua provinsi yang telah berjalan sebelumnya.
Persiapan selanjutnya untuk melaksanakan magang ke Jepang ini adalah menyeleksi calon peserta yang akan dikirim, lalu melakukan kursus bahasa Jepang serta orientasi kerja dan budaya. Mereka yang memiliki etos dan semangat kerja, disiplin dan bermental baik, tentu akan terpilih sebagai utusan.
Gubernur optimis kegiatan magang Jepang tersebut banyak bermanfaat bagi generasi muda Sumetera Barat. Melalui magang, teknologi pertanian Jepang bisa dipelajari untuk selanjutnya dipraktekkan di Sumatera Barat. Melalui magang juga diharapkan budaya disiplin dan etos kerja masyarakat Jepang yang terkenal ulet bisa ditiru oleh peserta magang. Selain itu, dari segi finansial tentu saja mereka akan diuntungkan. Karena meskipun kegiatannya berupa magang, namun mereka tetap memperoleh gaji yang lumayan, sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per bulan.
Kepala sekolah SPP Ir Yessi Faiza MS menyambut baik peluang tersebut, begitu juga siswa SPP menyambut berita tersebut dengan nada optimis.
Memiliki Fasilitas Lengkap
Dalam ekposenya di hadapan Gubernur, Yessi Faiza mengatakan SPP memiliki fasilitas belajar-mengajar yang cukup lengkap. Sekolah yang sebelumnya bernama SPP SPMA dan berlokasi di Padang Baru Kota Padang ini memiliki ruang belajar, labor, lahan praktek, mesin-mesin pertanian yang cukup representatif. Selain itu SPP juga memiliki asrama tempat menampung siswa yang ingin menetap di areal sekolah.
Untuk terus meningkatkan mutu sekolah, menurut Yessi perlu penambahan guru untuk beberapa bidang studi. Banyak guru yang telah pensiun dan memasuki usia pensiun sehingga dibutuhkan guru pengganti.
Gubernur Irwan dalam sambutannya agar terus meningkatkan kualitas pendidikan sekolah, sehingga SPP tidak menjadi pilihan kedua atau ke tiga. Dengan demikian siswa yang masuk SPP merupakan siswa yang berkualitas baik. Gubernur juga mengajak masyarakat untuk melihat SPP sebagai sekolah pilihan yang mampu menjanjikan masa depan yang cukup baik. Hal ini sesuai dengan peluang usaha yang tersedia, juga potensi pertanian yang dimiliki Sumatera Barat.
Kepada para siswa Gubernur berpesan agar mereka belajar bersungguh-sungguh dan memanfaatkan waktu di sekolah untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Banyak contoh membuktikan orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya saat belajar, menyesal di kemudian hari. Menyesal di kemudian hari tak berguna lagi. “ Nasi sudah menjadi bubur,” ujar Gubernur.
Gubernur sangat yakin pilihan mereka belajar di bidang pertanian adalah pilihan yang tepat, karena pelaku di bidang pertanian sangat dibutuhkan membangun Sumatera Barat. Secara global juga bisa kita rasakan dunia terus dilanda krisis pangan yang makin lama makin parah. Beras, cabe, sayur, dan berbagai komoditi pertanian lainnya jelas terasa makin mahal dan makin langka. Mengembangkan usaha pertanian adalah jawabannya dan menjanjikan masa depan yang cukup baik pada pelakuknya. (yonk)
