Mahasiswa Indonesia Dijarah
Senin, 07/02/2011
Senin, 07 Februari 2011
MESIR SEMAKIN MEMANAS
Padang, Singgalang
Aksi brutal dan gejolak politik di Mesir semakin membuat penderitaan panjang bagi kalangan mahasiswa asal Indonesia di negara Piramida itu. Mereka tidak saja kelaparan akibat stok makanan yang telah habis, tetapi juga menjadi sasaran penjarahan oleh orang-orang tertentu.
Seorang mahasiswa asal Sumatra Barat, Miftahul Hayati yang baru dipulangkan dari Mesir menuturkan kepada Singgalang bahwa saat ini kondisi mahasiswa asal Indonesia benar-benar memprihatinkan. Persediaan makanan telah nyaris habis. Ingin ke luar untuk mencari makanan, tidak ada lagi toko yang buka.
Selain itu, di antara mahasiswa tersebut banyak pula yang masa berlaku visanya sudah habis. Masa pengurusan perpanjangan visa biasanya antara Januari dan Februari. Sedangkan saat ini kantor-kantor pemerintah sudah tutup, termasuk kantor Imigrasi setempat.
Inilah yang membuat ketakutan semakin menjadi-jadi.
Lebih dari itu, tempat-tempat pemondokan mereka menjadi sasaran empuk para penjarah. Akibatnya, mereka tidak bisa tidur untuk melakukan ronda malam.
Mereka ingin cepat-cepat dipulangkan. Sedangkan pintu-pintu masuk Mesir semua sudah ditutup.
Mereka semakin ketakutan ketika mengetahui para mahasiswa dari negara-negara lain telah dipulangkan oleh negara masing-masing. “Mandanga kawan-kawan lah dievakuasi, nan lain arok-arok cameh mananti giliran. Situasi samakin indak aman.” (mendengar teman-teman lain sudah dievakuasi, yang lain merasa cemas menanti ingin cepat pulang. Situasi semakin tidak aman). Begitu katanya.
Terkait itu, mereka berharap Satgas Pemulangan WNI secepatnya mengevakuasi mereka. “Pak SBY, jika kami masih anak Bapak, tolong pulangkan kami semua secepatnya,” katanya melalui pesan pendek ke Singgalang tadi malam.
Evakuasi lamban
Sementara itu, banyak pihak juga mengeluhkan adanya kelambanan dalam pelaksanaan evakuasi WNI dari Mesir. Kondisi demikian berakibat keluarga WNI di Tanah Air menjadi cemas.
Sekretaris I Protokoler dan Konsuler KBRI Kairo Thomas Ardian Siregar tidak membantah kesan demikian. Ia menjelaskan, kelambanan tersebut lebih disebabkan oleh ketidaklengkapan dokumen perjalanan WNI yang mau dievakuasi. “Sebagian besar paspor para pendaftar evakuasi telah habis masa berlakunya dan tidak memiliki izin tinggal,” terang Thomas sebagaimana dikutip dari keterangannya kepada detik.com.
Di samping itu banyak para pendaftar yang tidak memiliki paspor bagi anak-anaknya. Hal itu menyebabkan perlu waktu untuk menyelesaikan dokumen-dokumen perjalanan tersebut. Sebab meskipun kondisi domestik Mesir menghangat, namun tidak berarti orang asing bebas keluar masuk tanpa membawa kelengkapan dokumen-dokumen.
Lebih jauh Thomas menyebutkan bahwa, untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, staf konsuler KBRI Kairo bekerja hingga 24 jam untuk memastikan tersedianya dokumen perjalanan, yang dibutuhkan untuk keperluan evakuasi. Bahkan, Satgas Evakuasi KBRI Kairo terus menghimbau kepada para WNI pendaftar yang mau dievakuasi untuk segera melengkapi dokumen perjalanan, sebelum mendaftarkan diri untuk diproses dalam daftar evakuasi berikutnya.
Prihatin
Sementara itu, Gubernur Irwan Prayitno menyatakan keprihatinan atas nasib warga dan mahasiswa asal Sumbar di Mesir.
Warga Sumbar di Mesir diperkirakan lebih dari 300 orang. Sebagian besar adalah mahasiswa.
Jumlah mahasiswa asal Sumbar yang telah kembali ke tanah air, pada kloter pertama 68 orang dan kloter ke-2 sebanyak 40 orang.
Irwan Prayitno menyampaikan, menyikapi kondisi terakhir Mesir yang semakin bergejolak, diharapkan pemerintah pusat secepatnya mengirim banyak pesawat ke Mesir.
“Kita amat prihatin,” kata Irwan dalam siaran pers yang diterima Singgalang.
Kepada warga Sumbar di Mesir, Irwan Proyitno mengimbau agar sabar, berhati-hati dan tidak keluar malam, untuk menjaga keselamatan jiwa.
Sementara itu, Kabiro Bina Sosial Abdul Gafar mewakili Pemprov Sumbar ketika menyambut kepulangan warga asal Sumbar dari Mesir di BIM, menyampaikan, sesuai dengan keterangan dari masyarakat Sumbar yang pulang, situasi di Mesir kian mencekam. (007/208)
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=3608
