Ponpes Modern Gontor Cabang Sumbar Masih Kekurangan Sarana Prasarana
Senin, 07/02/2011
Padang Ekspres Berita Agama Senin, 07/02/2011 - 08:58 WIB Ilham Safutra
Semenjak dilaksanakannya proses belajar mengajar tahun ajaran pertama pada pertengan 2009 lalu, Pondok Pesantren Modern Darusalam Gontor Cabang 11 Sumbar yang terletak di Nagari Sulikaie, Kecamatan X Koto Di Atas Kabupaten Solok masih mengalami kekurangan sarana dan prasana untuk kegiatan belajar keagamaan di sana.
Hingga kini Ponpes Gontor kelima di Sumatera itu masih kesulitan mendapatkan air bersih, listrik dan jalan menuju kampus ponpes. Hingga kini pembangunan fisik Ponpes yang diprakarsai para perantau asal Nagari Sulit Air Sepakat (SAS) telah menelan dana sekitar Rp miliar lebih. Dana sebanyak itu dihabiskan untuk pembangunan fisik kampus, seperti ruang belajar, ruang guru, asrama dapur dan Masjid yang kini masih berlangsung pembangunannya.
Sementara itu kondisi jalan menuju lokasi kampus yang berjarak sekitar 3 km dari pusat nagari Sulikaie masih belum memadai. Lokasi badan jalan yang telah dibuat baru berupa jalan tanah merah yang lunak.
Di saat musim hujan jalan itu sulit ditempuh. Baik sepeda motor dan mobil. Begitu juga aliran listrik. Selama satu tahun terakir ini, Ponpes telah memiliki 26 santri itu masih mengandalkan tenaga listrik dari genset. Sehingga penerangan untuk pendidikan sedikit terganggu.
Persoalan yang paling runyam dihadapi santri dan para guru di Ponpes yang memiliki tenaga pengajar dari lulusan Al Azhar Kairo Mesir itu, ketersediaan air bersih. Selama ini santri dan pengasuh pesantren hanya mengandalkan air tanah yang dibor sedalam 150 meteran. Pascagempa 2009 lalu, mata air yang telah dibor dengan menelan dana cukup besar itu kembali hilang.
"Kini santri kita mengalami kesulitan air bersih untuk mandi, mencuci dan minum. Mensiasatinya dengan mencari mata air yang baru. Namun mata air baru itu tak memiliki air yang jernih," kata Ketua Dewan Pakar Risalah Yayasan yang menaungi Ponpes Modern Gontor Sumbar itu.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang melakukan kunjungan kerja ke Sulit Air untuk meninjaua lokasi Ponpes Gontor itu, berjanji memberikan bantuan pembangunan jalan untuk ke lokasi kampus dan pengadaan listrik dengan menggandeng PLN. "Kita telah membawa pimpinan Dinas Kimpraswil dan Tarkim dan GM PLN Sumbar untuk melokasi tempat dibangunnya jalan dan listrik. Diharapkan nantinya pembangunan untuk itu dapat dilakukan.
Sementara itu, untuk masalah air bersih SAS bersama Pemkab Solok dan Pemprov Sumbar telah mendapatkan konsep pembangunan sumber air bersih untuk santri Ponspes. Pembangunan itu pun menelan dana tak sedikit. Apalagi letak Ponpes itu berada persis di atas bukit barisan Nagari Sulitair.
Ketua DPP SAS Syairul Sirin Dt Mangkuto mengatakan, ia bersama perantau Sulikaie telah mendapatkan cara mengadakan air bersih untuk santri Gontor. "Pembangunan itu tak terlepas dari dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten," harapnya.
Dikatakan Syaiful, pembangunan sarana fisik untuk Ponpes Gontor Cabang Sumbar ini menjadi tanggungjawab masyarakat, perantau dan pemerintah daerah. Sedangkan untuk kualitas pendidikan di Ponpes cabang ke-11 ini sama dengan standar yang terdapat di pusatnya, Ponorogo Jawa Timur. Seperti guru yang merupakan lulusan Mesir, kurikulum dan bentuk metoda belajar. "Manajemen ponpes ini sama dengan pusatnya," kata Syaiful yang diamini guru Ponpes Gontor Pusat Noor Sahid. []
http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=25344
