Gubernur Usulkan Lima Agenda
Senin, 07/02/2011
PADANG, HALUAN — Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengusulkan lima agenda pembangunan dan sepuluh program prioritas kepada DPRD Sumbar, Jumat (4/2).
Usulan tersebut merupakan penjabaran dari visi dan misi gubernur untuk lima tahun ke depan. Jabaran visi dan misi yang dikemas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar itu, dirancang berdasarkan kondisi kekinian, dan berpedoman pada RPJPD Sumbar 2005-2025, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sumbar, dan capaian dari RPJMD 2005-2010.
Lima agenda pembangunan itu adalah, peningkatan penerapan ajaran agama dan budaya daerah, perbaikan tata kelola pemerintahan daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan kegiatan ekonomi dan kesejateraan masyarakat, dan terakhir perbaikan kualitas lingkungan hidup.
Untuk program prioritas, gubernur melihat pengamalan agama, ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat sebagai prioritas pertama. Reformasi birokrasi menjadi prioritas kedua, dengan menargetkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dari discleamer menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Prioritas ketiga terfokus pada peningkatan pemerataan dan kualitas pendidikan. Pemerataan pendidikan ini ditandai dengan Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/SDLB/paket A dari 99,85 persen pada tahun 2009, menjadi 100 persen tahun 2015. APM SMP/MTsN/SMPLB/paket B menjadi 85 persen, dari 78,56 persen di tahun 2009. APM SMA/MA/SMK/SMALB/paket C menjadi 80 persen, dari 62,13 tahun 2009.
Kesehatan menjadi prioritas keempat gubernur. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat ini ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup, dari 70,40 persen pertahun, menjadi 72,56 persen tahun 2015. Angka kematian ibu yang 208 per 100.000 KH menjadi 181,60 per 100.000 KH di tahun 2015. Sementara angka kematian bayi menjadi 14,00 per 1000 KH, dari 26,00 per 1000 KH. Sedangkan angka gizi kurang (BB/TB) bakal diturunkan gubernur menjadi 6,6 persen, dari 10,5 persen.
Sektor pertani dilirik gubernur pada urutan kelima. peningkatan pada sektor ini ditandai dengan berkembangnya kawasan sentra pertanian menjadi 111 kawasan di tahun 2015. Sentra kawasan ini meliputi pangan, holtikultura, perkebunan, perikanan. Dilakukan peningkatan jumlah petani yang memiliki sapi, dari 180.236 KK menjadi 250.000 KK. untuk perkebunan dilakukan peningkatan lahan kakao menjadi 139.000 ha tahun 2015, dari 82.000 ha. Produksi daging juga dinaikan menjadi 88.922 ton tiap tahun, dari 51.996 ton tahun 2009. Pada perikanan budidaya juga meningkat menjadi 386.700 ton, dari 84.864 ton tahun 2009. Ikan tangkap juga meningkat menjadi 261.900, dari199.985 ton tahun 2009. Produksi jagung juga meningkat menjadi 629.618 ton tahun 2015, dari 404.816 ton di tahun 2009. Sementara produksi pada meningkat menjadi 2.884.827 ton, dari 2.104.469 ton tahun 2009.
Masalah industri dan perdagangan menjadi perioritas keenam, dengan menargetkan jumlah industri pengolahan meningkat menjadi 30 perusahaan, peningkat nilai investasi industri pengolahan sebesar 29,93 persen, meningkatnya nilai produksi menjadi 9,39 persen, dari 5,63 persen, koperasi berkualitas juga meningkat sebanyak 60 unit, tahun 2015.
Sektor wisata dan budaya menjadi perioritas ketujuh. Dengan 10 destinasi wisata daerah, gubernur menargetkan peningkatan jumlah kunjungan luar negeri sebesar 50 persen. Perioritas kedepelan, tertuju pada pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Gubernur menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi 7,5 persen, dari 9,5 prsen, pengangguran turun menjadi 5,65 persen dari 6,95 persen.
Infrastruktur sebagai penunjang ekonomi menjadi kesembilan. sektor ini ditandai dengan pemantapan jalan provinsi, dari 83,32 persen menjadi 87,52 persen, irigasi meningkat menjadi 42,5 persen dari 31,15 persen di tahun 2009.rasio elektrifikasi juga meningkat menjadi 78,43 persen, dari 64,93 persen tahun 2009.
“Perioritas terakhir tertuju pada penanggulangan bencana alam dan pelestarian lingkungan,” kata gubernur, dalam rapat paripurna DPRD Sumbar.
Sementara wakil ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy mengatakan, sebagai acuan pelaksanaan program pemerintah daerah, RPJMD mesti dilaksanakan secepatnya. “Walau agak terlambat, hendaknya pembahasan RPJMD dapat mengakomodir kondisi kekinian. Tentunya dengan tetap mengacu pada RPJP dan RTRW,” katanya. (h/rud)
Haluan 5 Februari 2011
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1266:gubernur-usulkan-lima-agenda&catid=1:haluan-padang&Itemid=70
