Beri Perhatian Pasien tak Mampu
Rabu, 09/02/2011
Pemuda, Padek-Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meresmikan Rumah Sakit Mata Padang Eye Center, di Jalan Pemuda No 53 C-D, akhir pekan lalu (5/1). Rumah sakit mata ini, awalnya Klinik Mata Padang Eye Center, yang menangani pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan mata masyarakat berupa penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Sumbar ini.
”Dengan kehadiran rumah sakit mata ini akan menambah sarana kesehatan yang ada sehingga kemampuan dalam memberikan pelayanan kesehatan mata pada masyarakat akan semakin meningkat,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, saat memberikan sambutan grand opening RS Mata Padang Eye Center dan Ulang Tahun ke-3 Padang Eye Center.
Hadir Sekprov Sumbar Mahmuda Rivai, Kadinkes Sumbar Rosnini Savitri, Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata dr Hidayat SpM, Kadinkes Padang Efrida Aziz, Dirut Bank Nagari Suryadi Asmi, manajemen RSM Padang Eye Center, dan undangan lainnya.
Gubernur mengatakan, hadirnya RS Mata Padang Eye Center ini, warga Sumbar tak perlu lagi jauh-jauh operasi ke Jakarta ataupun ke luar negeri.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada beliau yang telah menginvestasikan rumah sakit ini untuk pelayanan kesehatan di Padang,” tuturnya.
Gubernur mendukung dengan hadirnya rumah sakit mata ini, karena tanpa indra penglihatan akan terasa tak berarti. ”Tak kalah pentingnya, rumah sakit mata ini tak membedakan pasien. Kapan perlu memberikan kelonggaran juga bagi pasien kurang mampu. Ini yang penting harus jadi perhatian rumah sakit mata ini,” ujar Irwan Prayitno.
Peresmian rumah sakit mata ini ditandai juga dengan 25 warga penderita katarak operasi gratis ini. Dan, juga penandatanganan kerjasama dengan Bank Nagari, Bank Indonesia, Inhealth, Askes dan klinik Mata Rahmi Hatta.
Direktur RS Mata Padang Eye Center, Heksan menyebutkan, tiga tahun Padang Eye Center telah mampu memberikan pelayanan berupa bedah katarak dengan teknik fakoemulsifikasi (teknik ini memungkinkan pasien operasi lebih nyaman dan waktu operasi lebih cepat). Bedah vitroetina (biasanya memerlukan pembiusan total kepada pasien).
”Pelayanan selanjutnya, bedah plastik dan rekonstruksi untuk mata, bedah laser untuk katarak sekunder, optik dan apotik. Dan, antarjemput pasien operasi dan gratis,” ungkar Heksan.
Ia berencana memberikan pengobatan gratis pada 10 pasien tak mampu setiap bulan. ”Saat ini kami juga sedang negosiasi dengan Askes Sosial untuk melayani PNS dan pasien jamkesmas atau jamkesda,” tukasnya.
Padang Ekspres, 7 Februari 2011
