Sulikaia jadi Desa Santri
Jumat, 11/02/2011
Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Cabang ke-11 Sumatera Barat di Sulikaia merupakan yang terbaik di Indonesia. Sejak proses belajar mengajar tahun ajaran pertama dimulai pada pertengahan 2009 lalu, pondok pesantren yang terletak di Jorong Guguak Limau Ompang, Talagolaweh, Nagari Sulikaia, Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok telah memiliki 26 santri.
Para perantau berharap kehadiran ponpes ini bisa menjadikan Sulikaia sebagai desa santri di Sumbar. Apalagi, kurikulum dan manajemen ponpes langsung di bawah koordinasi Ponpes Modern Gontor Pusat di Ponorogo, Jawa Timur. Semua tenaga pengajar merupakan lulusan Universitas Al Azhar, Kairo Mesir. Metode pendidikannya menggunakan konsep Kulliyatul Mua’allimin Al-Islami (KMI) dengan masa pendidikan enam tahun. Jadi, santri ponpes yang berasal dari kalangan pelajar laki-laki itu, masuk ke ponpes sejak lulus dari SD.
Guru ponpes Gontor yang didatangkan dari Ponorogo Jawa Timur Amin Nurdin, menambahkan, bagi lulusan SMP atau MTs pun dapat mengikuti pendidikan di Ponpes Gontor Cabang 11. Ia menjamin kualitas Ponpes Gontor Sumbar memiliki kualitas yang sama dengan pusat. “Manajemen ponpes ini sama dengan pusat,” tegas Amin Nurdin.
Untuk kenyamanan para santri, ponpes dilengkapi air bersih, listrik dan jalan menuju kampus. Sampai saat ini, pembangunan fisik untuk menunjang sarana ponpes yang diprakarsai para perantau Sulikaia Sepakat (SAS) ini masih terus berlangsung. Pembangunan ponpes ini telah menelan dana sekitar Rp 4 miliar. Dana itu digunakan untuk pembangunan fisik kampus, seperti ruang belajar, ruang guru, asrama, dapur dan masjid.
Ketua DPP SAS Syaifullah Sirin Dt Mangkuto mengatakan, masyarakat Sulikaia, baik perantau maupun pribumi sangat mengidamkan kembalinya budaya santri di Sulikaia. Apalagi segala aktifitas kesurauan banyak berawal dari Sulikaia. “Tak ada salahnya nanti Sulikaia ini menjadi desa santrinya Sumbar,” tandas presiden Direktor PT Grafindo Media Pratama itu.
Syaifullah berharap fasilitas jalan menuju lokasi kampus yang berjarak sekitar 3 km dari pusat Nagari Sulikaia, sarana penerangan listrik dan air bersih yang belum memadai di topangkan kepada Pemprov Sumbar, Kabupaten Solok dan PLN.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat meninjau Ponpes Gontor itu, berjanji mengupayakan pembangunan jalan menuju kampus dan pengadaan listrik dengan menggandeng PLN. “Kita telah membawa pimpinan Dinas Kimpraswil dan Tarkim dan GM PLN Sumbar untuk melihat tempat dibangunnya jalan dan listrik. Diharapkan nantinya pembangunan untuk itu dapat dilakukan dengan cepat,” kata Irwan.
Padang Ekspres, 8 Februari 2011
