Mail to Friends

Irwan dan Agung Bahas Nasib Mentawai

Sabtu, 19/02/2011

Kamis, 17 Februari 2011
Padang, Singgalang
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno membawa enam poin penting setelah menghadap Menkokesra di Jakarta, Rabu (16/2). Gubernur berangkat bersama Kepala BPBD Sumbar, Harmensyah, Bupati Mentawai, Edison Saleleu Baja. Mereka memberikan penjelasan terkait penanganan korban gempa dan tsunami Mentawai beberapa waktu lalu.

Enam poin penting tersebut, pertama gubernur diminta memastikan kembali jumlah hunian sementara (huntara) yang akan dibangun, khususnya bagi masyarakat Mentawai yang tidak terkena bencana tsunami tapi ingin dievakuasi ke tempat yang aman. Dua, mempercepat pembangunan huntara. Tiga, mempercepat pembangunan sekolah. Empat mengajak warga untuk sesegeranya menempati hun tara yang sudah selesai. Lima pemerintah daerah diminta untuk mengantisipasi, mencegah dan mengobati penyakit menular di Mentawai. Terakhir gubernur diminta untuk menyiapkan dan memastikan lokasi untuk rehab rekon bagi korban tsunami ke depannya.

“Enam poin ini menjadi PR bagi kami pemerintah provinsi. Namun sejumlah poin sudah terealisasi dengan baik. Seperti pembangunan huntara oleh pemprov sudah mencapai 95 persen,” kata Gubernur, yang dihubungi Singgalang, Rabu (16/2).

Dikatakannya, tim dari Dinas Kesehatan Provinsi juga sudah diturunkan sebagai antisipasi, mencegah dan mengobati penyakit menular. Seperti campak, malaria, diare dan lainnya. Sedangkan poin lainnya sedang dan akan dikoordinasikan dengan pemerintah Mentawai.

Bantuan
Di Padang, Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim bersama Sekdakab Mentawai Faisal Syarif, usai menerima bantuan dari MNCTV Peduli dan Global TV Peduli mengatakan saat ini jumlah masyarakat yang akan dieva kuasi 2.072 KK. Jumlah itu membengkak dari data sebelumnya sebanyak 1631. Karena warga yang tidak menjadi korban tsunami juga meminta untuk direlokasi.

“Jumlah warga yang akan dievakuasi memang lebih banyak dari data sebelumnya. Tapi untuk Huntara yang telah selesai diutamakan bagi warga yang menjadi korban tsunami,” terang Wagub.

Dipaparkan Wagub, saat ini masih banyak kebutuhan warga setempat yang kurang, karena itu bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Seperti pangan, peralatan dan dapur dan kebutuhan penting lainnya.

Sementara, Sekdakab Mentawai Faisal Syarif mengatakan untuk kebutuhan air bersih sudah didatangkan dari Padang.

“Kebutuhan yang diperlukan masyarakat sekarang jaminan hidupnya ke depan. Seperti pangan, BBM dan kebutuhan lainnya.

Tsunami Mentawai terjadi 25 Oktober 2010. Bencana ini menelan korban 449 jiwa, hilang 96 orang. Kerugian ditaksir Rp348,92 miliar. Korban jiwa terbesar di Kecamatan Pagai Utara sebanyak 292 orang. Menurut Faisal Syarif akan ada dana rencana aksi sebesar Rp1,1 triliun. Dana tersebut saat ini sedang dirumuskan di Bapenas.

Selain itu juga ada dana pemulihan awal dari BPBD sebesar Rp13,9 miliar. Penyalurannya saat ini sedang dalam proses dari Februari hingga Maret mendatang. Dana tersebut untuk sektor sosial, kesehatan, ekonomi produktif, pendidikan dan lainnya. (107)

Singgalang 17 Februari 2011

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=3818


Warning: Unknown: open(/tmp/php/8/8/d/sess_88d78f0776ffeefb8f0816bc547daedd, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0