Mail to Friends

GUBERNUR SUMATERA BARAT : Peduli Pendidikan dan Pertanian

Senin, 21/02/2011

Oleh: SURYA BUDHI, S.H.
Kepala Biro Humas Dan Protokol
Setda Pemprov Sumbar

Biasanya di hari minggu merupakan hari yang dihabiskan bersama keluarga, handaitolan, kerabat ataupun sahabat. Dan biasanya juga di hari minggu kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan liburan, sosial atau yang bersifat pribadi. Namun ternyata tidak semua yang menikmati hari minggu seperti itu. Salah satunya adalah orang nomor satu di Sumatera Barat ini.

Hari minggu beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 6 Februari 2011, Irwan Prayitno menjambangi Kabupaten Pasaman. Kunjungan kerja Gubernur selama dua hari itu, untuk memantau secara langsung perkembangan pembangunan di Kabupaten dibawah kepemimpinan Bupati Benny Utama hingga Senin 7 Februari 2011.

Tepat pukul 07.00 wib sebelum ke Kabupaten Pasaman, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dengan sejumlah rombongan, mengawali kunjungannya ke Kabupaten Agam dengan agenda diantaranya peresmian jalan yang dibangun PNPM bersama dengan masyarakat di Lawang. Dan peresmian Masjid yang dibangun dengan dana pemirsa Tv One di Maninjau.

Agenda yang cukup padat dijalani dengan begitu ”enjoy” dan penuh semangat. Hampir tak ada kesan lelah secara fisik maupun pikiran bagi Gubernur Sumbar ini. Jujur saya sebagai Kepala Biro yang kerap mendampingi beliau dalam beberapa agenda kepemerintahannya, baik di daerah maupun di ibu kota Provinsi sedikit ”keteteran”. Namun beliau tidak, dan sepertinya menikmati setiap kesibukannya itu. Lelah itu dilawannya dengan ”keikhlasan” ini terbukti dari ekspresi ramah dan ceria yang selalu dilihatkannya pada semua tamu, bahkan masyarakat.

Kehadiran gubernur yang langsung turun meninjau ke daerah-daerah yang cukup jauh aksesnya dari ibukota provinsi, memotivasi kepala-kepala daerah untuk membangun daerahnya agar lebih baik lagi. Dan gubernur memberi apresiasi bagi setiap daerah yang mau maju berupa suntikan dana dengan tujuan agar setiap daerah mampu berkopentensi memajukan daerahnya masing-masing.

Gubernur muda ini, terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah oleh masing-masing daerah di Sumbar tahun ini ditargetkan harus tercapai. Kini giliran kabupaten Pasaman yang ditinjau langsung oleh Irwan.

Agenda di Kabupaten Pasaman ini, yang diawali dengan pertemuan bersama muspida, kepala SKPD dilingkungan Pemkab Pasaman dan tokoh-tokoh masyarakat. Paginya juga berkesempatan menjadi Pembina apel pagi gabungan, apartur pemkab Pasaman. Setelah itu dilanjutkan dengan kunjungan ke MAN Lubuk Sikaping dan Gubernur ini juga memberikan Orasi Ilmiah di wisuda perguruan tinggi agama Islam (STAI) di Lubuk Sikaping. Dalam orasi tersebut Irwan menekankan pentingnya peran guru pendidikan Islam dalam membentuk kepribadian siswa yang berdayasaing dan berbudi. Dalam tiga agenda tersebut, Irwan menyampaikan program pembangunan Sumatera Barat periode 2010-2015. Terutama dalam melakukan reformasi birokrasi, peningkatan kesejahteraan masyarakat petani malalui program satu petani satu sapi, dan lain-lain. Memberikan motivasi pada masyarakat agar selalu hidup dalam tatanan nilai religius, adat istiadat, norma hukum yang berlaku dan selalu meningkatkan kepedulian sosial.

Temu Wicara
Tingginya kebutuhan pokok akhir-akhir ini menyorot perhatiannya, terutama dibidang pertanian. Dia yakin bahwa kabupaten ini sangat potensial menjadi sentral produksi pertanian dan tanaman pangan dan hortikultura, ini terbukti dengan banyaknya perkebunan dan perikanan yang mendukung program pemerintah menjadi salah satu daerah lumbung beras nasional.

Masih segar dalam ingatan kita kala presiden Soeharto saat menjadi orang nomor satu di Indonesia. Waktu itu ada agenda yang kerap kita tonton di tvri ”bapak pembangunan” itu kerap temu wicara langsung dengan sejumlah petani. Mendengarkan langsung keluh kesah petani dan mencarikan solusi yang bisa langsung didengar juga oleh para petani tersebut. Ternyata perhatian langsung seperti itu yang paling mengena di hati masyarakat. Mereka tidak merasa dikesampingkan meskipun sangat jauh dari pusat ibu kota. Ini luar biasa! Ada kebanggaan bagi masyarakat saat bertatap langsung dengan beliau, apalagi sampai bisa berbincang tanpa ada batas kepangkatan dan dalam taraf kesopanan. Inilah yang dilakukan Irwan di Kabupaten Pasaman ini.

Irwan menjelaskan, ”Jika semua kita bersungguh-sungguh, maka kesejahteraan petani di Sumbar yang sebahagian besar masyarakat tak mampu, tentu angka kemiskinan akan dapat kita tekan. Selama ini, kita ketahui petani hanya berusaha pada satu pekerjaan tani saja, sementara waktu mereka banyak yang tersia-siakan. Selain itu juga masih terlihat banyaknya lahan-lahan kosong disekitar kita yang belum kita manfaatkan dengan baik.

Ditambahkan Gubernur Sumbar ini ”Amat sungguh lucu jika masyarakat kita dinegeri yang begitu rupawan, subur dan indah ini, hidup dalam kemiskinan. Oleh karena itu pemerintah provinsi sumatera barat, melakukan program-program yang mampu memberikan peningkatan kesejahteraan secepat mungkin, baik melalui program bantuan, kredit KUR UMKM, juga program peningkatan wawasan dan kemampuan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan-pelatihan.”

Disampaikan Irwan, setiap petani tidak hanya bisa mengelola lahan pertanian saja, namun pemerintah memberikan program ”satu petani satu sapi”. Program ini diharapkan mampu memberikan nilai lebih untuk kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup para petani. Dengan adanya program ini petani bisa mengefektifkan jam kerjanya untuk bisa mengembangkan usaha lain selain pertanian, perikanan dan lain-lain.

Bahkan saat temu ramah dengan jajaran pemda kabupaten Pasaman, gubernur juga, menegaskan tentang kesejahteraan petani dan upaya mensejahterakan masyarakat. Semua itu tak lepas dari peran serta pemerintah daerah masing-masing. Bagaimana cara pemerintah daerah bisa memotivasi petani serta masyarakat untuk lebih giat lagi menambah usaha sesuai deangan basis perekonomian daerah.

Diyakini Irwan, daerah ini, menurut kondisi geografis sangat potensial untuk lahan pertanian, perkebunan dan perikanan. Ini aset yang luar biasa jika pemdanya mampu mendorong masyarakat dengan meningkatkan SDM, seperti memberikan penyuluhan dan modal kredit usaha rakyat yang mampu mensejahterakan petani dan masyarakat.

Kadis PSDA Ali Musri, dalam eksposnya, kepada Gubernur Sumbar di lokasi bendungan Irigasi Panti Rao, menjelaskan bendungan ini bisa mengairi untuk 8.300 Ha lahan pertanian. Ini sebagai salah satu penyangga kebutuhan pangan di kabupaten ini. Pembangunan bendungan dengan sistim jaringan irigasi yang dilaksanakan sejak tahun 1991 awalnya terhenti karena kondisi keuangan negara, dan tahun 2000 dimulai kembali membangun terowongan lima.

Kelanjutan penyelesaian pembangunan daerah irigasi ini dibiayai oleh JBIC melalui laon Agreement no. IP 505 tanggal 5 juli 2001. sumber air bendungan ini berasal dari sungai Batang Sumpur dengan debit (Q) andalan = 21,3 m3/dt. Jumlah penduduk yang ada disekitar irigasi tersebut berjumlah 115.505 jiwa/23.101 KK dengan kepadatan penduduk 176 orang/km2.

Gubernur melihat dengan adanya irigasi ini, akan meningkatkan hasil panen mencapai dua kali lipat. Semua program yang bisa memajukan kesejahteraan rakyat haruslah diutamakan, pesannya. Pemprov Sumbar menargetkan, selesainya pembangunan bendungan irigasi Panti Rao di harapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dari 152 persen menjadi 200 persen dan melebihi dua kali tanam dalam setahun. Hal ini menyebabkan peningkatan hasil produksi 3,2 ton per hektare menjadi 5 ton per hektare. Maka akan terjadi peningkatan swasembada pangan nasional dan mengurangi kemiskinan serta mampu memberdayakan petani dalam pengembangan wilayah pedesaan.

Haluan, 14 Februari 2011
 


Warning: Unknown: open(/tmp/php/8/8/d/sess_88d78f0776ffeefb8f0816bc547daedd, O_RDWR) failed: No such file or directory (2) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (3;/tmp/php) in Unknown on line 0