RRI PADANG : Berupaya Jadi Benteng Budaya Minang
Senin, 21/02/2011
Padang, Singgalang
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mencanangkan RRI Padang sebagai Benteng Budaya Minang, melalui konferensi pers udara yang disiarkan secara on air di Pro 1 RRI Padang, Kamis (17/2).
Dalam kesempatan itu Gubernur Irwan Prayitno mengungkapakan keprihatinannya terhadap generasi muda saat ini yang sudah mulai melupakan nilai-nilai budaya Minang. Hal ini terlihat dari perilaku sehari-hari yang sudah tidak mencerminkan ke-Minang-an itu.
“Lihat saja, saat ini anak-anak muda yang lebih menyukai budaya asing daripada budaya Minang. Kita tak bisa menutup mata, di pantai Padang atau Bungus sana pasang muda-mudi berasyikmasyuk padahal bukan muhrim. Kalau dalam adat Minang dan agama Islam hal itu sangat tabu,” katanya.
Untuk itu, RRI Padang yang berkerjasama dengan LKAAM Sumbar dan MUI Sumbar menjadi benteng budaya minang perlu mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Dengan adanya benteng ini diharapakan masyarakat minang yang sudah mulai melupakan dapat kembali ke budaya Minangkabau.
“Kita harap dengan adanya RRI yang menjadi Benteng Budaya Minang ini, maka sosialisasi budaya Minang melalui siaran RRI semakin digalakkan dan masyarakat akan semakin mengerti dengan apa dan bagaimana budaya Minangkabau itu,” kata gubernur.
Dalam kesempatan itu juga hadir sebagai narasumber Ketua LKAAM Sumbar Sayuti Dt Rajo Pangulu, Ketua MUI Padang Syamsir Bahri Khatib dan kepala RRI Padang Sudirman Bonavarte.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Dedy Edward menyoroti pelaksanaan muatan lokal Budaya Adat Minangkabau (BAM) di sekolah yang masih sebatas pengetahuan tanpa aplikasi di tengah masyarakat.
“Jika hanya pengetahuan, mungkin anak-anak kita bisa hafal, namun tanpa aplikasi juga tidak ada artinya. Kita berharap kedepan, BAM yang mengajarkan nilai-nilai adat Minang itu bisa dipraktekan ,” katanya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Irwan Prayitno menyebutkan bahwa mulai tahun 2012 mendatang pemerintah provinsi akan membuat satu sekolah model untuk tiap kabupaten kota yang akan dijadikan percontohan penerapan pendidikan berkarakter termasuk buadaya Minang itu.
“Karena provinsi tidak punya sekolah, maka kita harap pemerintah kabupaten kota bisa menyiapkan satu sekolah yang nantinya akan dibiayai pemprov sebagai percontohan pendidikan berkarakter,” katanya.
Sementara itu Kepala RRI Padang Sudirman Bonavarte menyebutkan aplikasi dari RRI sebagai Benteng Budaya Minang ini adalah diadakannya talkshow setiap Kamis malam dengan narasumber dari LKAAM, Bundo Kandung dan MUI yang akan mengupas budaya Minang.
“Acara itu dilakukan secara on air, sehingga masyarakat bisa berinteraksi langsung untuk mendapatkan pengetahuan dari narasumber kita,” pungkasnya.
Singgalang, 18 Februari 2011
