Gubernur Sumbar Dukung LPI
Sabtu, 26/02/2011
Irwan: Awal Kemajuan Sepakbola Indonesia
Padang, Padek-Rencana launching Liga Premier Indonesia sekitar pertengahan Februari ini disambut positif oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Bahkan Irwan turut mendukung diselenggarakannya LPI di Sumbar. Sebab, LPI dinilai sebagai kemajuan persepakbolaan di negeri ini. Segala bentuk usaha dan upaya yang ingin memajukan prestasi olahraga harus disambut baik. Tujuan LPI untuk memajukan club dan transparansi terhadap keuangan dan administrasi patut didukung demi memasyarakatkan dan meningkatkan prestasi olahraga.
“Sebab itu, untuk penggelaran pertandingan oleh LPI di Sumbar perlu kita sambut baik. Terlebih di saat Indonesia Super Liga (ISL) jalan ditempat bahkan semakin mundur, maka kita perlu mencari upaya lain,” jelas Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, saat menjamu Wakil Presiden Regional Sumatera-Aceh Liga Premier Indonesia di kediamannya, Selasa (08/02).
Hadirnya LPI di Sumbar, tutur Irwan diharapkan bisa membawa iklim yang baik bagi sepakbola Indonesia. Apalagi LPI merupakan kompetisi sepakbola mandiri yang tidak menggunakan dana dari pemerintah. Sebelum LPI muncul, masih banyak klub sepakbola didanai oleh pemerintah, padahal berdasarkan permendagri tidak diperbolehkan membiayai klub dengan APBD.
Sebab, klub sepakbola saat ini harus bisa mandiri dan siap berkompetisi tanpa APBD daerah.
LPI sudah mengawali hal itu dengan pendanaan sendiri siap untuk memajukan sepakbola di Indonesia. Sumbar harus berbangga sebab salah satu wakilnya ikut serta dalam kompetisi LPI, yakni Minangkabau FC kendati belum pernah menang. Pertandingan yang digelar oleh LPI tidak saja menguntungkan LPI tapi juga klub. Sebab, setiap tahunnya diberikan dana untuk pengembangan klub yang bergabung dengan LPI.
Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Regional Sumatera-Aceh Liga Premier Indonesia, Avian Tumengkol, mengatakan saat ini telah bergabung 19 klub sepakbola dengan LPI. Masih ada 3 klub lagi yang bisa mengisi tempat di LPI. Tapi tempat itu harus diperebutkan oleh 7 klub yang juga berkeinginan bergabung dengan LPI. Sebab, LPI hanya menyediakan tempat untuk 22 klub sepakbola tahun 2011 ini.
“Kita senang mendapat dukungan dari Gubernur. Pemprov Sumbar sebagai salah satu mitra LPI, diminta untuk memberikan kritikan dan saran sebagai usaha untuk memajukan Industri sepakbola di Indonesia lewat LPI. Apalagi LPI tidak pakai uang APBD,” ujar Avian.
Untuk pendanaan LPI, kata Avian, masing-masing klub memiliki dana yang bervariatif mulai dari 15 hingga 25 Miliar Rupiah. Dana tersebut jumlahnya tergantung kebutuhan klub di masing-masing daerah.
Avian lewat pertemuan itu juga turut mengundang langsung Gubernur untuk hadir dalam peluncuran LPI di Sumatera Barat. Rencananya peluncuran LPI akan dilakukan pada pertengahan Februari 2011 ini. LPI merupakan salah satu kompetisi bentukan pengusaha minyak Indonesia, Arifin Panigoro. Kompetisi ini hadir sebagai bentuk awal kemajuan sepakbola di Indonesia. Kini kompetisi yang sudah bergulir lima minggu tersebut diikuti oleh 19 tim. Untuk Regional Sumatera diikuti oleh empat tim yaitu Aceh United, Medan Chief, Bintang Medan dan Minangkabau FC.
Guna menjaga sportivitas dan fairplay, Liga Premier Indonesia (LPI) tengah menyiapkan kedatangan 20 wasit mancanegara. Para wasit tersebut siap memimpin tiap laga LPI sepanjang kompetisi ini bergulir.
”Kita masih menyiapkan kedatangan 20 wasit mancanegara tersebut untuk memimpin laga LPI. Wasit tersebut semuanya telah mendapat lisensi FIFA,” ujar Avian.
Saat ini para wasit mancanegara tersebut berasal dari beberapa negara.
Padang Ekspres, 10 Februari 2011
