Suprapto Fokus Rehab Rekon
Sabtu, 26/02/2011
Padang, Metro
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melantik Suprapto sebagai Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang Dan Pemukiman (prasjaltarkim) Sumbar yang baru, Kamis (17/2) di Gubernuran Sumbar. Suprapto menggantikan Kepala Dinas Prasjaltarkim sebelumnya Dodi Ruswandi yang akan menduduki jabatan baru sebagai Direktur Bidang Logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPNB).
Sebagai Kepala Dinas Prasjaltarkim Sumbar yang baru, Suprapto menyebutkan, dirinya akan dihadapkan pada tantangan pembangunan yang cukup, terutama melanjutkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan kepala dinas sebelumnya.
Bagi Suprapto, proses pembangunan di Sumbar bukan hal asing lagi. Pasalnya, dirinyajuga pernah bertugas pada Dinas Prasjaltarkim Sumbar tahun 1993-2003. Selama itu diakuinya masih banyak pekerjaan pembangunan infrastruktur yang belum tuntas. Kehadirannya di sumbar sekarang, merupakan jawaban terhadap keinginannya selama ini, untuk menuntaskan pekerjaan yang dilakukannya dahulu.
Mantan Kabid peralatan dan Pengujian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Jakarta Ditjend Bina Marga Kementerian PU ini menambahkan, prioritas utamanya adalah menuntaskan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa 30/S-2009. Selain itu, Suprapto juga akan fokus pada pembenahan tata ruang di daerah pesisir pantai.
”Saya akan mengevaluasi terlebih dahulu program pembangunan yang telah berjalan saat ini, sebelum melaksanakan program pembangunan di masa yang akan datang. Namun, prioritas utama yang saya lakukan dalam waktu enam bulan ke depan, adalah menuntaskan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berlangsung,” terangnya.
Sementara itu, Dodi Ruswandi mengakui, tugas yang diemban Suprapto memang cukup berat. Pasalnya, dalam proses rehabilitasi dan rekontruksi pascagempa, tugas dan tanggungjawab pembangunan yang paling mendesak adalah, pembangunan rumah masyarakat yang rusak dan gedung-gedung perkantoran serta fasilitas pelayana publik yang rusak.
”Rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa belum tuntas. Untuk pembangunan rumah masyarakat sendiri, pada 2011 ini dibutuhkan dana sebesar Rp600 miliar. Selain itu, tugas berat lainnya, pembangunan gedung-gedung perkantoran dan fasilitas pembayaran publik yang rusak. Namun, saya optimis Suprapto sebagai kepala dinas yang baru dapat menuntaskannya. Karena dia bukanlah orang baru di Sumbar,” tutur pejabat yang dalam waktu dua bulan ke depan akan diangkat menjadi pejabat eselon 1 ini.
Dodi mengungkapkan, selama bertugas di Sumbar dulunya, Suprapto telah banyk berhasil melaksanakan pembanguna infrastruktur. Dimana seluruh jalan dan jembatan yang berada di jalur lintas tengah Provinsi Sumbar merupakan kontribusi dirinya. Suprapto menurut Dodi, juga harus dapat menuntaskan pembangunan jalan Sicincin-Malalak yang saat ini tengah dilakukan proses pengaspalan. Tugas lainnya, melaksanakan pembangunan Fly Over Duku dan Jembatan Kelok Sembilan yang belum tuntas dan pembangunan jalan dan jembatan provinsi seta penataan ruang. Untuk penataan ruang sendiri, Dodi menyebutkan dirinya telah menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang RTRW provinsi.
Selain melanjutkan pekerjaan yang belum tuntas, Suprapto, juga diharapkan Dodi dapat mewujudkan rencana pembangunan Jalan Padang By Pass, jembatan Ngarai Sianok, tempat pembuangan akhir (TPA) regional dan MoU penyediaan air minum dan sanitasi, sesuai dengan tujuan MDGs. Selain itu, juga ada tugas dan tanggungjawab ke-PU-an yang sangat penting dilakukan, karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
”Semuanya telah tertuang dalam RPJMD masa kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno dan wakil Gubernur Muslim Kasim. Saya berharap, Suprapto dapat melaksanakannya dengan baik,” harap Dodi.
Irwan Prayitno mengatakan, dilantiknya Suprapto sebagai kepala dinas yang baru, setelah dirinya meminta kepada Menteri PU, agar mengusulkan nama salah satu pejabat eselon II disana untuk ikut dalam proses fit ad proper test dan wawancara untuk mengisi jabatan Kepala Dinas Prasjal Tarkim. Selain Suprapto juga ada tiga calon lainnya yang berasal dari lingkungan pemprov Sumbar yang ikut seleksi. Dari hasil seleksi tersebut, diakui Irwan Prayitno memang Suprapto yang memiliki nilai tertinggi.
”Terpilihnya Suprapto semata-mata karena hasil fit and proper test serta wawancara yang telah dilakukan. Sistem seperti ini dilakukan, karena saya ingin mereka yang menduduki jabatan tertentu benar-benar ahli di bidangnya,” tutur Irwan.
Irwan berharap Suprapto dlam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dapat lebih baik dari Dodi. Apalagi Suprapto dulunya juga telah berpengalaman bertugas di Sumbar dan cukup lama bekerja di Kementerian PU. Dengan pengalamannya, diharapkan dapat mengaitkan program-program yang menjadi kebutuhan daerah dengan pemerintahan di pusat.
Posmetro, 18 Februari 2011
