Yang Menitip, Masuk Laci
Sabtu, 26/02/2011
252 CPNS PEMPROV TERIMA SK
Padang-Singgalang Pantaslah diberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi (Pemprov) Sumbar di bawah kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno dan Wagub Muslim Kasim.
Soalnya, di tengah kisruh penerimaan CPNS di daerah lain, maupun di tingkat kabupaten/kota, di lingkungan Pemprov berjalan mulus. Tidak ada keluhan maupun komplen dari masyarakat.
‘’Tidak ada nama ganda, nama ada menjadi tidak ada atau sebaliknya dan berbagai masalah lain. Semua berlangsung secara jujur, adil, akuntabel, transparan. Tidak ada KKN. Tidak ada titipan. Benar banyak yang nitip ke saya, baik teman maupun famili, tapi semua saya masukkan ke laci,’’ ujar Gubernur Irwan Prayitno usai memberikan SK kepada 252 CPNS Pemprov Sumbar, Jumat (25/2) di auditorium, gubernuran.
Irwan menyadari sebagai pemimpin di daerah ini sesungguhnya adalah amanah yang diberikan rakyat. Tidak bisa berbuat sekehendak hati saja.
Ia harus berpijak kepada kebenaran dan aturan. Berlaku adil, jujur, transparan. Apalagi dalam penerimaan CPNS, banyak orang menganggap bisa dimainkan, tapi tak berlaku di Pemprov Sumbar. Semua sama, tidak dibeda-bedakan.
Oleh karena itu, Irwan mengungkapkan, CPNS yang lulus, pantas berbahagia, karena lulus bukan karena siapa-siapa, apalagi menyuap segala. Melainkan semata-mata kemampuan masing-masing dalam menempuh ujian. Orang-orang pilihan. ‘’Atau ada nggak yang nyuap maupun pejabat Pemprov menjanjikan akan diluluskan?’’ tanya gubernur.
Mendengar pernyataan itu, seluruh CPNS serentak mengatakan, tidak. Gubernur senang. Tidak heran kebahagiaan yang dirasakan CPNS juga kebahagian jajaran Pemprov yang sukses menyelenggarakan penerimaan CPNS. Tidak ada keluhan dan protes dari masyarakat alias tenang-tenang saja. Itulah buktinya.
Gubernur juga menegaskan, CPNS yang menerima SK itu, agar memperlihatkan prestasi kerja di instansi dimana ditempatkan. Silakan mengekspresikan kemampuan agar kinerja memuaskan. Yang begini, tidak ada alasan untuk tidak dinaikkan pangkat maupun golongannya selama sesuai dengan aturan.
Sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar Jayadisman menyebutkan, formasi CPNS di lingkungan Pemprov 2010 berjumlah 270 formasi, 148 tenaga kesehatan dan 122 tenaga teknis. Jumlah pelamar 6.127 orang dan yang memenuhi syarat untuk tes 5667 pelamar.
Dari 270 formasi itu, yang terisi hanya 254. Selebihnya tidak, karena tidak ada pelamar pada beberapa formasi. Ada juga formasi yang terisi tapi tak penuh, karena pelamar kurang. Yang diberikan SK, baru 252 CPNS. Dua lagi masih diproses di BKN regional Pekanbaru menyangkut persyaratan administrasi.
Apa kata CPNS yang lulus? Misalnya Evi Rosita, 33. Lulusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian 2002 ini yang akan ditempatkan di Dinas Kehutanan Sumbar.Dia murni kemampuan otaknya. Beking tak ada, apalagi uang untuk suap. Hidup keluarganya tergolong susah. ‘’Tadinya sempat pesimis lulus. Maklum banyak orang bilang, tak ada beking atau segepok uang, pintar saja modalnya, dijamin tak lulus. Saya tetap ikut, Alhamdulillah, lulus. Apa yang diucapkan gubernur tersebut, betul itu. Saya contohnya,’’ ujar dia yang sejak 2002 selalu ikut tes CPNS.
Pengakuan serupa juga dilontarkan Lovenda Noviani, 30, yang akan ditempatkan di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi. Tamatan Akper di Bukittinggi ini, menyadari ia lulus berkat kemampuannya.
Ia meyakini, sistim penerimaan CPNS Pemprov bersih. Tak ada suap menyuap maupun beking. Soalnya, temannya yang juga perawat, anak pejabat dan kaya lagi, tak lulus.
Ia mengharapkan di masa-masa mendatang, dimanapun penerimaaan CPNS, harus seperti yang dilakukan Pemprov Sumbar. (101)
Singgalang 26 Februari 2011
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=4040
